• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tuhan Penyembuhku

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. effie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.

effie

IndoForum Staff Personnel
No. Urut
601
Sejak
17 Apr 2006
Pesan
8.576
Nilai reaksi
353
Poin
83
Peristiwa Penyembuhan di dalam Alkitab.

Sebagian besar mujijat didalam Alkitab adalah mujijat penyembuhan. Dalam keempat Injil Perjanjian Baru tercatat 20 penyembuhan yang spesifik. Orang buta dicelikkan; orang-orang yang sejak lama sakit disembuhkan saat itu juga; anak-anak dan orang dewasa, secara pribadi atau berkelompok semuanya disembuhkan dengan sentuhan atau kata-kata Yesus. Selain penyembuhan secara individu kita berulang kali membaca dalam berbagai konteks dan keadaan bahwa orang banyak datang kepada Yesus dan Dia menyembuhkan mereka semua (Matius 4:23;8:16.17;Markus 1:32-34; 3:10-12; Lukas 6:17-19; 7:21;13:32).

Orang Kristiani mula-mula juga menyaksikan penyembuhan ajaib. Hanya beberapa hari setelah turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta, Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahir. Itu merupakan pertunjukan yang mengagumkan dari kuasa Allah, dan orang orang menanggapinya dengan memuji Allah karena "mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya " (Kis 3:9-10). Rasul Petrus memanfaatkan ketertarikan yang ditimbulkan oleh mujijat itu sebagi kesempatan untuk mengabarkan pesan Injil. Ia menjelaskan bahwa orang itu disembuhkan hanya dengan kuasa Kristus (ayat 16). Gereja mula-mula berharap penuh bahwa Allah akan menunjukkan kuasaNya dengan mengulurkan tangan Nya untuk "menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujijat-mujijat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus" (Kisah 4:30).

Apakah Kita Dapat Disembuhkan ?

Dengan begitu banyaknya mujijat penyembuhan yang tercatat dalam Injil, kita tentunya ingin tahu apakah mujijat yang sama berlaku bagi kita saat ini. Penyembuhan adalah masalah penting. Meskipun semua orang kristiani setuju bahwa Tuhan sendirilah yang menyembuhkan kita (Keluaran 15:26), berbagai kelompok kristiani memberikan jawaban yang berbeda-beda terhadap pertanyaan tentangbagaimana Allah menyembuhkan, atau bahkan apakah Allah melakukan mujijat penyembuhan dimasa kini. Tujuan saya bukanlah mengadu domba kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya. Sebaliknya, saya ingin menyelididi apa yang dikatakan oleh KItab Suci dan menarik kesimpulan, bukan berdasarkan pendapat atau tradisi tertentu, melainkan berdasarkan kebenaran yang alkitabiah.

Jadi apa yang harus kita lakukan saat penyakit parah menyerang hidup kita ? Saya telah menyusun lima tindakan alkitabiah yang seharusnya dilakukan oleh orag Kristiani saat jatuh sakit. Langkah-langkah itu berdasarkan janji dan perintah Allah, yang diberikan kepada mereka yang didalam iman adalah anak-anak Allah.

Jika anda sedang membaca judul ini dan anda belum percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan Tuhan, maka itu adalah suatu keputusan penting yang harus anda pertimbangkan dengan serius. Alkitab menyatakan bahwa kita semua terpisah dari Allah karena dosa kita. Kabar baik dari Injil adalah bahwa Yesus , Allah sendiri, datang kebumi sebagai manusia dan hidup
ditengah-tengah kita. Dia dibunuh dengan kejam diatas kayu salib. Yesus mati dan tiga hari kemudian Dia bangkit dari kematian. Bahkan, Dia hidup sekarang ini! Yesus berjanji untuk mengubah orang - orang yang percaya kepada-Nya dan yang memberikan dirinya untuk mengikuti Dia. Jika anda sakit, Yesus mungkin tidak menyembuhkan anda dalam kehidupan sekarang ini, tetapi di balik pintu kematian anda akan disempurnakan untuk selamanya.

Kita yang percaya kepeda Kristus dapat mencari petunjuk dalam firman-Nya, terutamasaat kita sakit. Melakukan langkah-langkah yang dijelaskan kepada kita didalam Alkitab tidak menjamin kesembuhan diri Allah; tetapi tidak melakukan langkah-langkah itu pun tidak akan membatasi kemampuan Allah untuk bekerja dengan penuh kuasa dalam hidup kita. Langkah-langkah tersebut adalah langkah-langkah ketaatan dan iman yang mengakui kedaulatan kuasa Allah atas kita sebagai anak-anak-Nya, serta kemampuan Allah agar bekerja secara ajaib untuk memenuhi kebutuhan kita.

Berdoa memohon kesembuhan dari Allah

Pertama-tama, saya mendapati bahwa banyak orang kristiani tidak pernah secara khusus meminta Allah untuk menyembuhkan penyakit mereka. Kita berdoa bagi orang lain, tetapi tidak bagi diri sendiri! Saat lulus dari seminari, saya memegang suatu paham tentang mukjizat, yang oleh para ahli teologi disebut dengan paham cessationist. ¹ Saya percaya bahwa semua mukjizat dan penyembuhan supranatural berhenti seiring dengan kematian para rasul. Selama bertahun-tahun, sebagai pendeta, saya berdoa untuk orang-orang yang sakit, tetapi saya tidak pernah secara khusus meminta kepada Allah untuk menyembuhkan seseorang dengan ajaib.


Setelah seorang penatua jemaat yang saleh menunjukkan sebuah ayat dalam Yakobus kepada saya, barulah saya menyadari betapa salahnya saya selama ini. Saya telah membaca ayat itu berpuluh-puluh kali, tetapi saya belum pernah menerapkan kebenarannya secara terus-menerus dalam hidup saya, "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa"(Yakobus 4:2). Selama tahun-tahun pelayanan saya, saya belum pernah menyaksikan seseorang dipulihkan dari sakit dengan cara yang ajaib. Jadi, saya mulai berdoa dengan cara yang berbeda.

Sekarang, jika saya mengunjungi seseorang yang sakit, atau yang akan menjalani operasi, atau yang telah didiagnosa dengan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, saya berdoa meminta Allah untuk menyembuhkan orang itu. Saya tidak menuntut penyembuhan; saya memintanya. Doa saya bukanlah sebuah perintah yang congkak atau mencolok; itu adalah seruan yang rendah hati dari seorang anak Allah.

Saat berdoa, saya juga mengakui bahwa Allah jauh lebih besar dan bijaksana dari saya. Saya meminta penyembuhan, tetapi saya juga tunduk pada kehendak-Nya. Saya telah ditentang beberapa kali karena berdoa dengan cara demikian. Seseorang telah memberi tahu saya bahwa bila saya berdoa "jika itu kehendak-Mu", itu menunjukkan bahwa saya kurang beriman. Tentu saja ia yakin bahwa menyembuhkan selalu menjadi kehendak Allah. Namun, saat melihat Kitab Suci, saya tidak setuju dengan kesimpulannya. Kadang kala, saat Allah mengizinkan orang percaya yang setia jatuh sakit, hal itu jelas merupakan kehendak-Nya. Ketika kita meminta Allah untuk melakukan sesuatu "jika itu kehendak-Nya", kita sebenarnya mengakui bahwa kita tidak tahu pasti apa kehendak-Nya dalam situasi ini.

Bila kita berpikir bahwa hanya dengan mengungkapkan kehendak kita, sebagai orang kristiani, akan membuat sesuatu menjadi kehendak Allah, adalah keliru. Doa bukanlah manipulasi kita terhadap Allah. Doa adalah penyesuaian kehendak kita terhadap kehendak-Nya. Kadang kala, ketika kita meminta Allah untuk menyembuhkan "jika itu kehendak-Nya", Dia akan mengabulkan permintaan itu. Saya pernah menyaksikan hal ini terjadi. Kadang kala, kehendak Allah akan mulai mengubah hati kita, sehingga kita meminta hal yang lain--permintaan kita diselaraskan dengan kehendak-Nya. Kadang, kala Allah tidak mengabulkan permintaan kita, tetapi membimbing kita untuk bersandar pada hikmat dan pemeliharaan-Nya.

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk tidak sekadar berbicara kepada Allah dalam doa kita, tetapi juga mendengarkan-Nya. Menantikan Tuhan adalah sebuah disiplin rohani yang sudah tidak dikenal lagi oleh sebagian besar dari kita. Kita menghamburkan masuk dalam hadirat Allah, menyerukan permintaan kita, lalu beralih pada hal-hal lain. Akan tetapi, jika kita belajar untuk menanti dengan diam dan terbuka di hadapan-Nya, kita akan melihat Allah bekerja dengan penuh kuasa dalam hidup kita. Dia akan mulai mengubah apa yang kita inginkan atau memberi kita pemahaman yang lebih dalam tentang kehendak-Nya. Roh Allah di dalam diri kita akan memberi kepastian tentang apa yang menjadi kehendak Allah atau meningkatkan kepercayaan kita akan kasih dan perhatian Allah. Saat berdoa meminta kesembuhan dari Allah, pastikan Anda mendengarkan tanggapan yang tenang dan lembut dari Allah.

Dalam situasi tertentu, saya mendapati diri datang kepada Allah berulang kali dengan sebuah permintaan agar disembuhkan atau agar Allah menyembuhkan orang lain. aulus memohon kepada Allah tiga kali agar penderitaan fisiknya, duri dalam dagingnya, diambil (2 Korintus 12:8). Yesus, di taman Getsemani, memohon kepada Bapa, kalau boleh cawan penderitaan yang aa di hadapan-Nya disingkirkan. Kemudian, setelah dia kembali dan mendapati murid-murid-Nya sedang tidur, Yesus berdoa lagi, mengucapkan kata-kata yang sama (Markus 14:36-39). Salah satu pemahaman keliru yang populer di kalangan orang kristiani adalah bahwa jika kita berdoa lebih dari satu kali tentang sesuatu yang kita butuhkan, maka kita melakukan kesalahan karena "bertele-tele" seperti yang diperingatkan Yesus dalam Matius 6:7. Mengikuti teladan Yesus dan Paulus, doa yang sungguh-sungguh dan rendah hati, yang diajukan berkali-kali untuk kebutuhan yang sama, hanyalah menunjukkan betapa beratnya beban kebutuhan itu dalam hidup kita.


Yesus memperingatkan, "Teruslah meminta, maka kamu akan diberi; teruslah mencari maka kamu akan menemukan; teruslah mengetuk, maka pintu akan dibukakan bagimu"(Matius 7:7, terjemahan saya). Jika Allah ingin agar kita berhenti mendoakan hal tertentu, Dia akan menyatakannya dengan jelas. Namun, sebelum kita mendapatkan kepastian kehendak Allah, kita harus terus berdoa. Kita boleh saja menahan diri untuk tidak makan selama beberapa waktu (disebut berpuasa dalam Alkitab) agar dapat memusatkan doa kita, atau bersekutu dengan orang lain untuk berdoa bersama, atau bahkan, seperti yang dilakukan Yesus, berdoa semalaman. Akan tetapi, dorongan Roh Allah dalam hati kita untuk "bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah dengan mengucap syukur" (Kolose 4:2) seharusnya memacu diri kita untuk bertekun dalam doa merasa yakin bahwa Bapa kita senang mendengar anak-Nya berseru dengan rendah hati dalam penyerahan diri kepada-Nya.

Jika anda, anggota keluarga anda, atau sesama jemaat dalam gereja dalam gereja anda sedang sakit, berdoalah. Mintalah agar Allah menyembuhkan anak-Nya. Mintalah dalam iman. Mintalah dalam penyerahan diri kepada Bapa yang berdaulat dan penuh kasih.
 
Carilah Pertolongan Medis.

Setelah anda berdoa, bangkitlah dan cari dokter ! Mencari pertolongan medis bukanlah tanda kurangnya iman. Perawatan medis bisa menjadi salah satu cara yang digunakan Allah untuk menjawab doa anda. Allah telah menciptakan zat-zat yang bisa dibuat menjadi obat untuk mengatasi penyakit dan mendorong penyembuhan. Seluruh isi dunia yang Allah ciptakan "sungguh amat baik" ( Kejadian 1:31) dan harus diterima dan digunakan dengan penuh rasa syukur (Mazmur 24:1)

Profesor Wayne Grudem berpendapat bahwa jika tersedia obat2an dan kita menolaknya, maka itu berarti kita "menguji Allah dengan paksa". Kita memaksa agar Allah melakukan mujijat penyembuhan bukannya penyembuhan kita dengan obat2an atau perawatan dokter2. Tentu saja kita menaruh kepercayaan kita bukan pada dokter atau obat2an, melainkan kepada Allah. Namun, kita harus sadar bahwa Allah meminta tubuh kita agar bereaksi terhadap perawatan yang tepat dan mengaruniakan pengetahuan kepada umat manusia untuk mengobati penyakit2 tertentu.

Kadang kala Allah memilih bekerja secara ajaib, untuk mendatangkan kesembuhan pada tubuh kita. Kadang kala Dia juga memilih untuk bekerja melalui hukum2 alam yang telah Dia tetapkan untuk mendatangkan pemulihan dan kesehatan. Penyembuhan secara normal setelah beberapa waktu juga merupakan karya Allah, sama seperti penyembuhan langsung yang ajaib.

Dua contoh alkitabiah menekankan arti penting mencari pertolongan medis setelah berdoa meminta kesembuhan dari Allah. Pada tahun yang ke 39 pemerintahannya sebagai raja Yudea, Asa menderita suatu sakit di kakinya. Penyakit itu tampaknya merupakan cara Allah yang terakhir dan penuh kasih untuk mengalihkan Asa dari jalannya yang penuh penindasan dan ketidaktaatan. " Namun dalam kesakitan itu ia tidak mencari pertolongan Tuhan, tetapi pertolongan tabib2" (2 Tawarik 16:12). 2 tahun kemudian Asa meninggal, Asa mengandalkan para tabih ketika ia seharusnya mencari Tuhan. Tak ada dokter atau obat yang dapat menyembuhkan sesuatu yang dipake Allah sebagai hukuman. Demikian juga, tak ada penyakit atau kondisi fisik yang dapat menahan kuasa Allah jika dia mau menyembuhkannya.

200 thn setelah kematian Asa, seorang raja yang lain jatuh sakit. Hizkia hampir mati. nabi Yesaya menyuruhnya untuk menyampaikan pesan terakhir kepada keluarganya karena ia akan mati, sang raja menanggapinya dengan berdoa sungguh2 kepada Tuhan untuk meluputkan nyawanya. Penyakit itu menyempurnakan apa yang diinginkan Allah dalam hidup Hizkia --- membawanya kepabali pada ketaatan sepenuh hati kepada Tuhan. Ketika Allah melihat tanggapan yang diinginkannya dari Hizkia, Allah memberikan pesan baru kepada Yesaya, baliklah dan katakan kepada Hizkia ... " telah kudengar doamu dan telah kulihat air matamu; seungguhnya aku akan menyembuhkan engkau pada hari yang ke 3 engkau akan pergi kerumah Tuhan. Aku akan memperpajang hidupmu 15 tahun lagi" ( 2 Raja-raja 20 : 5,6)

Jika anda jatuh sakit berdoalah. TUhanlah yang menyembuhkan anda lalu, carilah perawatan medis yang tepat. Allah mengijinkan umat manusia untuk memperoleh pemahaman yang luar biasa tentang bagaimana tubuh manusia bekerja. Namun jangan pernah lupa bahwa Allah daat menyembuhkan bahkan ketika cara-cara medis gagal. Seorang wanita yang menghabiskan seluruh hartanya untuk memebayar para dokter, dan tidak seorang pun dari mereka yangd apat menyembuhkannya, pada suatu hari hanya dengan menyentuh jubah Yesus, langsung memperoleh kesembuhan (Lukas 8 : 43,44).

Saya telah ber kali-kali berdoa meminta kesembuhan dari Allah bagi diri saya sendiri dan orang lain. Ada kalanya Allah menjawab dengan penyembuhan langsung yang ajaib. Namun acapkali penyembuhan itu datang melalui istirahat, pola makan yang baik dan perawatan medis yang baik. Pergi ke dokter tidak menunjukkan saya kurang beriman; tetapi itu adalah tindakan yang bijaksana.

Pada awal tahun 1970 an seorang ahli perjanjian lama yang brillian meninggalkan posisi nya sebagai pengajar dis ebuah seminari pegabaran injil untuk memulai sebuah gereja baru. Jumlah pengikut nya di Indoiana Utara berkembang pesat dan menibulkan kegemparan bahkan dimedia sekuler. Hobar Freeman mengabarkan injil penyembuhan pengikutnya diminta agar tidak kedokter atau kerumah sakit lagi, bahkan, dokter gigi dan mata pun tidak diperlukan lagi. Dunia yang belum diselamatkan mungkin membutuhkan bantuan medis seperti itu, tetapi orang2 percaya sejati memiliki akses yang tak terputus terhadap mujijat penyembuhan. Para wanita hamil diberitahu bahwa salah satu bidan dari jemaat akan membantu mereka dalam proses persalinan.

Kotbah Hobar Freeman terdengar begitu sempurna - sampai akhirnya, seorang bayui emninggal saat dilahirkan akibat komplikasi yang relatif kecil yang tidak bisa di atasi olehsi bidan. lalu anak yang lain meninggal juga pengkotbah yang penuh semangat itu menyatakan, bahwa anak2 itu meninggal karena orang tua mereka belum sepenuhnya percaya pada firman tentang kesembuhan. Sementara itu, aula besar yang dibangun oleh para pengikutnya mulai kosong. Hobar Freeman sendiri meninggal beberapa tahun kemudian akibat penyakit ditubuhnya yang dibiarkan tanpa perawatan.

Berhati-hatilah apa yang anda dengar dari pengkotbah di televisi atau penyembuh rohani tidak sesuai dengan pengajaran Firman Allah. Penganut keyakinan yang tidak utuh dan menyimpang tentang penyembuhan dapat menjadi sangat berbahaya bagi kesehatan anda.
 
Akuilah Semua Dosa Yang Anda ketahui Dalam Hidup Anda.

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa orang-orang kristiani bisa jatuh sakit. Dan penyakit itu merupakan cara pendisiplinan dan koreksi dari Allah atas dosa yang ada dalam hidup mereka. Tidak semua penyakit merupakan hukuman dosa, tetapi penyakit bisa saja merupakan bukti dari teguran Allah. Tuhan tidak menghukum kita dalam amarah atau karena benci; Dia mendisiplinkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Allah begitu mengasihi kita, sehingga Dia tidak bisa membiarkan kita terus menerus melakukan ketidaktaatan atau kelalaian.

Jika Anda jatuh sakit, luangkan waktu untuk mengoreksi diri sendiri dengan jujur dan seksama. Apakah Anda tidak taat dalam hal-hal tertentu ? Apakah Anda sedang memasuki jalan yang membahayakan atau berdosa dalam hidup anda ? Apakah Anda pernah melawan hukum atau perintah Allah dalam hal hubungan atau kegiatan pribadi tertentu ?

Saya harus memperingatkan Anda agar tidak terlalu mencari-cari kesalahan sendiri. Anda orang yang berkata kepada saya, "Dua tahun yang lalu saya melakukan sesuatu, tetapi saya mengakuinya dan sudah menyelesaikannya --- tetapi, mungkin sekarang saya sedang dihukum untuk apa yang saya lakukan dulu." Disiplin bukanlah hukuman. Hukuman bagi dosa dosa kita sudah dibayar penuh oleh Kristus melalui kematianNya dikayu salib.

Teguran Allah akan datang dalam hidup jika kita tidak mau mengakui dan berbalik dari dosa. Kita mengeraskan hati terhadap Allah sampai pada titik dimana hanya tindakan keras yang akan menarik perhatian kita. Menurut pengalaman saya, jika orang Kristiani sedang menerima pendisiplinan dari Allah, maka orang itu akan menyadarinya. Saat menelaah hidup, kita langsung tahu mengapa Allah mengijinkan penyakit itu datang.

Jika Anda sakit dan Anda tahu bahwa Allah telah mengijinkan penyakit itu datang karena ketidaktaatan Anda, akuilah dosa itu sepenuhnya kepada Tuhan. Akuilah bahwa tindakan itu adalah seperti yang dikatakan Allah -- dosa. Lalu, ubahlah pikiran, sikap, dan hidup Anda. Dengan pertolongan Allah, tinggalkan dosa itu. Ajaklah orang-orang percaya lain yang dapat dipercaya untuk memastikan pertanggungjawaban Anda. Barulah kesembuhan itu akan datang.

Beberapa tahun yang lalu, saya mengidap serangkaian infeksi pernafasan akut. Saya tahu mengapa penyakit itu datang. Saya telah mengakui sebuah dosa dalam hidup saya kepada Allah, tetapi saya belum menyelesaikannya secara jujur dengan orang-orang yang terkena imbas dosa itu. Roh Allah telah mendesak saya beberapa kali untuk mengakuinya secara terbuka, tetapi saya menolak. Dokter saya adalah seorang kristiani yang peka. Ketika saya datang kekantornya untuk mengobati infeksi ketiga dalam tiga bulan dan antibiotika terbaiknya tampaknya tidak mampu berbuat banyak, ia berkata, "dalam hal ini lebih dari sekadar masalah fisik. Ada hal lain yang sedang terjadi. Saya siap membicarakannya kapan saja." Saat saya meninggalkan kantornya, air mata mulai mengalir di wajah saya. Saya sudah tertangkap basah! Campur tangan penuh kasih dari dokter itu menggulirkan proses pertobatan yang panjang dan sukar dalam hidup saya.

Dalam kemurahan hatiNya, Allah tidak meninggalkan kita ketika kita menjauhi-Nya. Dia mengikuti kita - tetap mengasihi kita - dan menempatkan segala macam halangan yang dapat Dia letakkan dihadapan kita agar kita berbalik kepada-Nya. Ketika kita sadar dan memutuskan untuk kembali kepada Bapa, saat kita memalingkan kepala untuk memutar arah, kita melihat Dia siap merengkuh kita. Akibat buruk dari ketidaktaatan kita mungkin masih tetap harus dihadapi, tetapi kita tidak menghadapinya sendirian. Selama proses kita mengakui dosa, bertobat dan menjalani pemulihan, Bapa berjalan mendampingi kita.
 
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.