Berita TNI Janji Akan Buru Pelaku Serangan Papua

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 7 Dec 2018 at 10:44.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner C

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    732
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Pihak berwenang dan TNI berjanji akan memburu dan menemukan pelaku serangan Papua pada pekan lalu, yang menyebabkan 31 orang tewas. Presiden Jokowi sebelumnya telah memerintahkan TNI-Polri untuk memburu para pelaku. Papua telah lama menghadapi gerakan separatis oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang ingin memisahkan diri dari Indonesia, tetapi jarang meluncurkan serangan pada skala yang terlihat seperti pada akhir pekan lalu.

    Oleh: Nicola Smith (The Telegraph)

    Pihak berwenang Indonesia telah berjanji untuk memburu pelaku serangan Papua yang menewaskan 31 pekerja konstruksi yang sedang membangun jalan utama di provinsi Papua yang bergolak.

    Orang-orang itu dibunuh di distrik pegunungan terpencil Nduga, diduga oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), lapor Associated Press.

    Sebagian besar korban ditembak di lokasi konstruksi mereka, sementara tujuh orang berusaha bersembunyi di kediaman seorang anggota dewan setempat sebelum dilacak di sana dan dibantai.

    Insiden itu digambarkan oleh Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan, sebagai salah satu serangan terburuk di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

    “Mereka bukan hanya penjahat, tetapi separatis,” katanya tentang para pelaku. “Mereka ingin memisahkan Papua dari Indonesia, jadi mereka harus berurusan dengan militer, bukan polisi. Tidak akan ada negosiasi. Mereka menyerah atau kita menghabisinya.”

    Presiden Indonesia Joko Widodo—yang menghadapi pemilihan tahun depan—mengatakan pada Rabu (5/12), bahwa ia telah menugaskan Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Nasional untuk menemukan para pembunuh.

    “Tidak ada tempat bagi kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua maupun di setiap sudut negara,” katanya. “Saya, atas nama rakyat, bangsa, dan negara, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada semua keluarga dari para korban.”

    Para pekerja tersebut telah dipekerjakan oleh Istaka Karya—sebuah perusahaan konstruksi milik negara—dan telah membangun salah satu dari 14 jembatan di jalan baru sepanjang 173 mil, ketika mereka diserang. Tubuh-tubuh mereka belum semuanya ditemukan.

    Saat ini, sebagian besar wilayah Papua, yang tertutup oleh hutan lebat, hanya dapat diakses melalui udara atau berjalan kaki. Setelah kekejaman itu, semua konstruksi jembatan di wilayah itu ditangguhkan.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG