yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
BANDUNG - Bukan hal sulit untuk mendapat kulit dan tubuh ideal layaknya seorang model. Cukup dengan pergi ke dokter untuk operasi atau sekedar perawatan, setiap orang bisa mendapatkan hasil yang diimpikan.
Namun, berhati-hatilah saat memilih obat atau kosmetik. Salah-salah, bukannya mendapat hasil yang diidamkan malah membuat kulit dan tubuh menderita.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), Lucky S Slamet, berpesan agar masayarakat bisa cerdas untuk memilih obat atau produk kecantikan.
Sebelum membeli kosmetik hendaknya melihat dua penanda pada sisi luar. Penanda tersebut adalah CD untuk produk dalam negeri dan CL untuk produk luar negeri. “Ada juga yang NA. Itu adalah kode pengaman terkini yang dikeluarkan oleh BBPOM,” jelas Lucky, Senin (22/4/2013).
Masyarakat juga diminta membeli produk yang sudah berlabel resmi. “Perhatikan apakah ada komposisinya atau tidak. Lalu lihat kapan tanggal pembuatannya dan kapan tanggal kedaluwarsanya,” tutur Lucky.
Dia juga berharap masyarakat tidak tergiur dengan promo atau iklan kosmetik. Beberapa waktu lalu, pihaknya sempat menemukan beberapa merek kenamaan dipalsukan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Produk-produk palsu dan ilegal tersebut bukan tidak mungkin akan merugikan penggunanya. Bahkan, dalam jangka panjang bisa merusak organ dalam, seperti ginjal.
“Secara nasional, pada 2011-2012 ada peningkatan produk kosmetik tanpa izin edar. Misalnya, 2011-2012 hanya 1.500-an, tetapi sampai 2013 sudah hampir 3,000 item yang kita amankan,” tukasnya.
Dia beraharap agar masyarakat bisa berpartisipasi memberantas peredaran kosmetik atau obat-obatan ilegal dan berbahaya dengan mendatangi langsung BBPOM di daerah masing-masing.