Tingkatan zuhud.

Discussion in 'Islam' started by Dhantws, 7 Mar 2018.

  1. Dhantws

    Dhantws IndoForum Newbie F

    No. Urut:
    288358
    Joined:
    2 Mar 2018
    Messages:
    23
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Gender:
    Male
    Tingkatan Zuhud yang di kutip dari buku "Tazkiatun Nafs" hal. 77, Cet Pustaka Arafah. dengan sedikit tambahan.

    Sebenarnya Apa Dan Bagaimana Zuhud Itu?

    Zuhud secara bahasa adalah lawan kata gemar. Gemar merupakan suatu bentuk keinginan. Sedangkan zuhud adalah hilangnya keinginan terhadap sesuatu, baik disertai kebencian ataupun hanya sekedar hilang keinginan.

    Zuhud Menurut Pengertian Syari’at.
    Dr. Yahya bin Muhammad bin Abdullah Al Hunaidi mengatakan, bahwa pengertian zuhud yang paling sempurna dan paling tepat adalah pengertian yang dikemukakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah.

    Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan, zuhud yang disyari’atkan ialah meninggalkan rasa gemar terhadap apa yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat. Yaitu terhadap perkara mubah yang berlebih dan tidak dapat digunakan untuk membantu berbuat ketaatan kepada Allah, disertai sikap percaya sepenuhnya terhadap apa yang ada di sisi Allah.

    Zuhud dalam buku tersebut memiliki tiga tingkatan.

    Pertama,
    Seorang yang zuhud terhadap dunia tetapi sebenarnya dia menginginkany. Hatinya condong kepadanya. Jiwanya berpaling kepadanya. Namun, ia berussaha, bermujahadah untuk mencegahnya. Inilah seorang mutazahhid (orang yang berusaha zuhud).

    Kedua,
    Seorang meninggalkan dunia dalam rangka taat kepada Allah karena ia melihat suatu yang hina dina, jika di bandingkan dengan apa yang akan di gapainya. Orang ini sadar betul bahwa ia berzuhud. Pun ia memperhitungkanya. Keadaanya seperti seorang yang meninggalkan sekeping dirham untuk mendapatkan dua keping.

    Ketiga,
    Seorang yang zuhud terhadap dunia dalam rangka ketaatan kepada Allah dan dia zuhud dalam kezuhudannya. Artinya ia melihat dirinya tidak meninggalkan sesuatupun. Keadaanya seperti orang yang sedang membuang sampah, lalu mengambil mutiara. Perumpamaan lainnya, seperti seseorang yang ingin memasuki istana tetapi di hadang oleh seekor anjing di depan pintu gerbang. Lalu ia melemparkan sepotong roti untuk memecah mengelabui anjing tadi. Dan iapun masuk menemui sang raja.
    Begitulah setan adalah anjing yang menggonggong di depan pintu gerbang menuju Allah, menghalangi manusia untuk memasukinya. Padahal pintu itu terbuka,, hijabnyapun tersingkap. Dunia ibarat sepotong roti. Siapa yang melemparkanya agar berhasil menggapai kemuliaan Sang Raja. Bagaimana mungkin masih memperhitungkanya?



    Sumber: https://almanhaj.or.id/2781-zuhud-yang-banyak-disalah-pahami.html

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG