yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SEMARANG- Tiga preman yang melakukan pembacokan seorang anggota polisi bernama Briptu Hardi Santosa (25) pada Sabtu 14 Juli lalu, akhirnya ditangkap Polsek Gayamsari. Ketiganya nekat membacok karena tidak diberi rokok oleh korban saat mereka minta.
Tiga preman itu adalah Deddy Irawan (23); Tri Wibowo (27), serta Rizki Magentha (18), semuanya merupakan warga Semarang. Sedangkan dua pelaku lain yakni Tomo dan Sandi masih buronan.
Wakapolsek Gayamsari, AKP Dedy Kurniawan, mengatakan, tiga preman itu ditangkap saat sedang nongkrong di kawasan Barito, tempat mangkal para preman sekaligus lokasi pembacokan anggota polisi
"Pelaku utama (Tomo, red) masih dalam pengejaran, dia yang memartil korban dengan palu," katanya.
Selain membacok, tambah Dedy, Tomo ternyata membawa kabur Vega hitam H 6896 RR milik korban. Dari keterangan, ternyata pelaku memang sengaja berniat merampas motor, karena sudah mempersiapkan senjata tajam.
"Tujuan mereka sebenarnya merampas motor, karena merupakan residivis dan pemain lama," tambahnya.
Tersangka Irawan mengaku nekat melakukan pembacokan karena tersinggung, apalagi saat meminta lima batang rokok hanya diberikan 1.
"Kami tersinggung dikatakan melotot saat meminta rokok, padahal kami tidak. Saya kemudian membacok dan tidak tahu jika korban anggota polisi," akunya.
Tiga preman itu adalah Deddy Irawan (23); Tri Wibowo (27), serta Rizki Magentha (18), semuanya merupakan warga Semarang. Sedangkan dua pelaku lain yakni Tomo dan Sandi masih buronan.
Wakapolsek Gayamsari, AKP Dedy Kurniawan, mengatakan, tiga preman itu ditangkap saat sedang nongkrong di kawasan Barito, tempat mangkal para preman sekaligus lokasi pembacokan anggota polisi
"Pelaku utama (Tomo, red) masih dalam pengejaran, dia yang memartil korban dengan palu," katanya.
Selain membacok, tambah Dedy, Tomo ternyata membawa kabur Vega hitam H 6896 RR milik korban. Dari keterangan, ternyata pelaku memang sengaja berniat merampas motor, karena sudah mempersiapkan senjata tajam.
"Tujuan mereka sebenarnya merampas motor, karena merupakan residivis dan pemain lama," tambahnya.
Tersangka Irawan mengaku nekat melakukan pembacokan karena tersinggung, apalagi saat meminta lima batang rokok hanya diberikan 1.
"Kami tersinggung dikatakan melotot saat meminta rokok, padahal kami tidak. Saya kemudian membacok dan tidak tahu jika korban anggota polisi," akunya.