Axl Enoch
IndoForum Newbie B
- No. Urut
- 77255
- Sejak
- 7 Agt 2009
- Pesan
- 204
- Nilai reaksi
- 9
- Poin
- 18
Anda pasti pernah mendengar tentang kekuatan pikiran dalam mewujudkan cita-cita, bukan? Nah, kekuatan pikiran itu juga bisa diterapkan dalam berdiet. Menanamkan pikiran-pikiran yang tepat ke dalam benak bisa membuat program diet Anda berhasil.
Berangkat dari hasil
Berapa bobot tubuh ideal yang Anda impikan? Catat angkanya di atas kertas dan dalam benak Anda. Mulailah membayangkan seperti apa bentuk tubuh Anda nanti apabila telah berhasil mencapainya. Jika perlu, pajanglah foto selebriti atau personal trainer yang memiliki bentuk badan seperti impian Anda. Letakkan di tempat yang sering Anda lewati setiap hari, seperti kamar mandi atau di depan komputer.
Cara ini, menurut David Moxon, Ketua Departemen Psikologi dari Peterborough Regional College di Inggris, mampu memperkuat niat untuk mencapainya, sekaligus juga memengaruhi perilaku Anda sehari-hari. “Bila ada satu hal yang terus diulang-ulang di dalam pikiran, lama-kelamaan Anda akan menerimanya sebagai bagian dari diri Anda, dan menyesuaikan tingkah laku Anda dengan isi pikiran tersebut,” ujarnya.
Meski saat ini kondisi masih jauh dari berat badan idaman, jangan dulu berkecil hati membayangkan letihnya berolahraga atau pun penderitaan lain yang nantinya muncul di tengah jalan. Pasalnya, menurut Moxon, “Jika memiliki keinginan kuat, pikiran Anda akan menyuntikkan stamina dan motivasi untuk mewujudkannya. Tanpa disangka-sangka, suatu hari nanti Anda akan menganggap pola makan sehat dan olahraga sebagai bagian dari ritual keseharian,” ujar Moxon.
Membangun motivasi
Cara termudah untuk meningkatkan motivasi dalam mencapai tujuan adalah membayangkan keuntungan yang akan diperoleh di masa depan. Karena itu, catat sebanyak mungkin hal-hal menyenangkan yang menanti di masa depan secara mendetail. Butuh ide? Ini beberapa di antaranya:
*Tampil lebih gaya dalam balutan jeans.
*Punya segudang pilihan saat shopping.
*Wajah tampak lebih tirus dan cantik.
*Tidak sering kehabisan napas lagi saat bergerak gara-gara kegemukan.
*Bisa pakai bikini saat berlibur (dan meng-upload fotonya di Facebook).
Namun, sebelum mulai menulis daftar, ada baiknya Anda melakukan sedikit introspeksi. Apa sebenarnya motif di balik keinginan Anda menurunkan berat badan? Banyak ahli mengatakan, bila Anda melakukannya demi menyenangkan orang lain, maka semangat dan konsistensi Anda untuk mencapainya tidak akan sebesar apabila Anda melakukannya untuk diri sendiri.
Bila penyebab awal Anda berdiet adalah untuk menarik perhatian si dia, cobalah membaliknya menjadi: “Saya ingin menurunkan berat badan supaya tubuh saya lebih sehat, seksi, dan merasa lebih nyaman. Bahkan pria seperti Mr X pun akan bertekuk lutut di hadapan saya.” Menjadikan diri sebagai “penilai” terhadap upaya diet ini akan menjadikan Anda merasa memiliki kontrol terhadap kehidupan sendiri dan mampu mengarahkannya sesuai keinginan. Ingin lebih termotivasi? Bacalah buku-buku kisah sukses diet orang lain. Coba, deh, nonton tayangan The Biggest Loser di stasiun televisi Hallmark. Prestasi yang dicapai oleh para peserta bisa membuat Anda bersemangat untuk menirunya dalam kehidupan Anda sendiri.
Dukungan luar dalam
Pertarungan dalam sebuah pertandingan terasa lebih seru ketika dimeriahkan oleh banyak supporter. Banyaknya dukungan yang ditujukan kepada pemain bisa memberikan suntikan semangat dan energi positif kepada mereka. Demikian pula halnya dalam berdiet. Anda akan merasa lebih tahan banting terhadap berbagai godaan dalam berdiet apabila orang-orang di sekeliling Anda bersikap suportif.
Minimal, dapatkan dukungan dari pasangan dan sahabat terdekat. Tidak masalah bila mereka tak bisa menemani Anda berkeringat di gym atau menjalani pola makan sehat. Dukungan tetap bisa diberikan dalam bentuk tidak seenaknya ngemil di depan Anda, atau memaksa Anda bolos berolahraga supaya bisa menemani mereka jalan-jalan. Terakhir, Dr Christine Fenn, seorang ahli gizi dan konsultan penurunan berat badan dari Aberdeen, Inggris, menyarankan Anda untuk mendapatkan dukungan dari diri sendiri dengan cara menerima apa adanya. Jangan banyak mengeluh tentang tubuh yang montok dan berfokuslah pada kondisi ideal yang ingin ciptakan.
“Apa pun yang Anda cita-citakan di masa depan hanya akan berhasil dicapai apabila Anda mampu menerima kondisi saat ini sebagaimana adanya. Terus berkeluh-kesah dan membenci diri sendiri hanya akan mendatangkan energi negatif dan kecemasan yang tidak perlu serta bisa menghambat usaha Anda untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
(Nayu Novita/CHIC)
Berangkat dari hasil
Berapa bobot tubuh ideal yang Anda impikan? Catat angkanya di atas kertas dan dalam benak Anda. Mulailah membayangkan seperti apa bentuk tubuh Anda nanti apabila telah berhasil mencapainya. Jika perlu, pajanglah foto selebriti atau personal trainer yang memiliki bentuk badan seperti impian Anda. Letakkan di tempat yang sering Anda lewati setiap hari, seperti kamar mandi atau di depan komputer.
Cara ini, menurut David Moxon, Ketua Departemen Psikologi dari Peterborough Regional College di Inggris, mampu memperkuat niat untuk mencapainya, sekaligus juga memengaruhi perilaku Anda sehari-hari. “Bila ada satu hal yang terus diulang-ulang di dalam pikiran, lama-kelamaan Anda akan menerimanya sebagai bagian dari diri Anda, dan menyesuaikan tingkah laku Anda dengan isi pikiran tersebut,” ujarnya.
Meski saat ini kondisi masih jauh dari berat badan idaman, jangan dulu berkecil hati membayangkan letihnya berolahraga atau pun penderitaan lain yang nantinya muncul di tengah jalan. Pasalnya, menurut Moxon, “Jika memiliki keinginan kuat, pikiran Anda akan menyuntikkan stamina dan motivasi untuk mewujudkannya. Tanpa disangka-sangka, suatu hari nanti Anda akan menganggap pola makan sehat dan olahraga sebagai bagian dari ritual keseharian,” ujar Moxon.
Membangun motivasi
Cara termudah untuk meningkatkan motivasi dalam mencapai tujuan adalah membayangkan keuntungan yang akan diperoleh di masa depan. Karena itu, catat sebanyak mungkin hal-hal menyenangkan yang menanti di masa depan secara mendetail. Butuh ide? Ini beberapa di antaranya:
*Tampil lebih gaya dalam balutan jeans.
*Punya segudang pilihan saat shopping.
*Wajah tampak lebih tirus dan cantik.
*Tidak sering kehabisan napas lagi saat bergerak gara-gara kegemukan.
*Bisa pakai bikini saat berlibur (dan meng-upload fotonya di Facebook).
Namun, sebelum mulai menulis daftar, ada baiknya Anda melakukan sedikit introspeksi. Apa sebenarnya motif di balik keinginan Anda menurunkan berat badan? Banyak ahli mengatakan, bila Anda melakukannya demi menyenangkan orang lain, maka semangat dan konsistensi Anda untuk mencapainya tidak akan sebesar apabila Anda melakukannya untuk diri sendiri.
Bila penyebab awal Anda berdiet adalah untuk menarik perhatian si dia, cobalah membaliknya menjadi: “Saya ingin menurunkan berat badan supaya tubuh saya lebih sehat, seksi, dan merasa lebih nyaman. Bahkan pria seperti Mr X pun akan bertekuk lutut di hadapan saya.” Menjadikan diri sebagai “penilai” terhadap upaya diet ini akan menjadikan Anda merasa memiliki kontrol terhadap kehidupan sendiri dan mampu mengarahkannya sesuai keinginan. Ingin lebih termotivasi? Bacalah buku-buku kisah sukses diet orang lain. Coba, deh, nonton tayangan The Biggest Loser di stasiun televisi Hallmark. Prestasi yang dicapai oleh para peserta bisa membuat Anda bersemangat untuk menirunya dalam kehidupan Anda sendiri.
Dukungan luar dalam
Pertarungan dalam sebuah pertandingan terasa lebih seru ketika dimeriahkan oleh banyak supporter. Banyaknya dukungan yang ditujukan kepada pemain bisa memberikan suntikan semangat dan energi positif kepada mereka. Demikian pula halnya dalam berdiet. Anda akan merasa lebih tahan banting terhadap berbagai godaan dalam berdiet apabila orang-orang di sekeliling Anda bersikap suportif.
Minimal, dapatkan dukungan dari pasangan dan sahabat terdekat. Tidak masalah bila mereka tak bisa menemani Anda berkeringat di gym atau menjalani pola makan sehat. Dukungan tetap bisa diberikan dalam bentuk tidak seenaknya ngemil di depan Anda, atau memaksa Anda bolos berolahraga supaya bisa menemani mereka jalan-jalan. Terakhir, Dr Christine Fenn, seorang ahli gizi dan konsultan penurunan berat badan dari Aberdeen, Inggris, menyarankan Anda untuk mendapatkan dukungan dari diri sendiri dengan cara menerima apa adanya. Jangan banyak mengeluh tentang tubuh yang montok dan berfokuslah pada kondisi ideal yang ingin ciptakan.
“Apa pun yang Anda cita-citakan di masa depan hanya akan berhasil dicapai apabila Anda mampu menerima kondisi saat ini sebagaimana adanya. Terus berkeluh-kesah dan membenci diri sendiri hanya akan mendatangkan energi negatif dan kecemasan yang tidak perlu serta bisa menghambat usaha Anda untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
(Nayu Novita/CHIC)
)