• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

The End of The World (Akhir Zaman)

Ajido-Marujido

IndoForum VIP: The Special One
No. Urut
10016
Sejak
31 Des 2006
Pesan
4.815
Nilai reaksi
147
Poin
63
Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Matius 6:19-21)

crucifictionex9.jpg

Father please forgive them, because they don’t know what they have done…

Dear Friends,

Dari sekian banyaknya karya dan mukjizat Tuhan dalam hidup, salah satu hal yang menyebabkan aku bertobat dan mengikuti Kristus adalah mengenai khotbah tentang akhir zaman yang secara tidak langsung diceritakan sebagai pengisi jam makan siang oleh salah seorang rekan kerja di perusahaan terdahulu. Namun siapa sangka hanya karena cerita seperti itulah, roh kudus mulai bekerja secara luar biasa dan mampu mengubah hidupku secara tidak langsung. Firman yang ditabur oleh temanku melalui cerita singkat saat makan siang tidak berakhir dengan sia-sia. Pertama kali mendengar khotbah akhir zaman dari seorang teman kerja… meski jujur aku berasal dari background keluarga yang belum mengenal Yesus sebagai juru selamat pribadi, namun entah kenapa… saat mendengar hal tersebut secara tidak langsung seakan ada rasa aneh terhadap masa yang akan datang yang menjamah sekujur diriku. Mendadak apa yang tidak pernah diketahui sejak semula, tiba-tiba Tuhan singkapkan. Tuhan itu memang sungguh luar biasa baiknya, dan kalau dipikir kembali, kuasa jamahan-Nya sungguh ajaib! Karena meskipun telah sekian lama bergaul di lingkungan Kristus dan mendapatkan pelajaran Kristiani di sekolah, jamahan Tuhan baru muncul dan benar-benar aku rasakan saat berusia 22 tahun. Wow.. Tuhan pasti telah mempersiapkan hari dan jam yang tepat khusus untuk mengubah hidup setiap orang. Tuhan bahkan memakai seseorang yang biasa saja dan sederhana untuk melawat hidupku.

Sebagai manusia yang telah ditebus oleh darah-Nya, terkadang masih saja tak luput dari dosa. Dan sebagai pribadi yang telah diselamatkan oleh darah Anak Domba Allah, sudah sepatutnya bersyukur dan hidup serupa dengan Kristus, karena Ia sebagai Raja di atas segala raja akan datang kembali dan berkenan menyambut kita di awan-awan.

Namun.. saat Tuhan Yesus datang kedua kalinya, apakah Ia menemukan IMAN di bumi ?

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga (Matius 24:44).

Friends, hampir semua pasal di alkitab yaitu perjanjian lama maupun perjanjian baru, hampir semuanya membahas mengenai akhir zaman. Aku juga percaya, sebagaimana Saulus bisa menjadi Paulus, maka demikian juga gelap dapat menjadi terang dunia oleh karena jamahan Yesus Kristus dan doa orang benar.

God bless you all...

PERTANYAAN MURID-MURID YESUS TENTANG AKHIR ZAMAN

Ketika Yesus duduk diatas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia.
Kata mereka: Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatanganMu dan tanda kesudahan dunia?” Jawab Yesus kepada mereka: ”Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah kamu jangan gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya (Matius 24:3-14).

Yesus memberikan gambaran tentang tanda–tanda terjadinya akhir jaman, dimana hal ini akan terlaksana setelah terjadinya pengangkatan gereja dan orang – orang kudus, sehingga yang tertinggal di masa itu adalah mereka yang belum sepenuhnya percaya akan Yesus Kristus (rohani suam-suam kuku), mereka yang belum percaya dan menerima Yesus, maupun mereka yang namanya belum pernah tertulis di Kitab Kehidupan sejak dunia ini dijadikan, yaitu mereka yang sama sekali menyangkal mengakui Yesus Kristus sebagai juru selamat pribadi. Gambaran (nubuatan) tentang peristiwa akan datang (akhir zaman) yaitu sebagai berikut:
  • Banyak orang akan datang dengan memakai nama Yesus dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang
  • Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan.
  • Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.
  • Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa
  • Kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa karena nama Yesus
  • Banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci
  • Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin
  • Orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat
  • Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa

Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda–tanda yang dahsyat dan mukjizat–mukjizat, sehingga sekiranya mungkin mereka menyesatkan orang – orang pilihan juga (Matius 24:23).

Tuhan Yesus jelas sekali memperingatkan kita agar kita tidak mudah tertipu akan Mesias-mesias palsu (Antikris) yang akan muncul dan mengadakan tanda–tanda dan mukjizat-mukjizat yang dahsyat. Tuhan Yesus juga menubuatkan : sekiranya mungkin mereka menyesatkan orang–orang pilihan juga. Tentu kita sebagai orang pilihan Allah yang telah ditebus oleh darah Anak Domba yang kudus, tidak ingin disesatkan oleh Mesias palsu yang sudah diperingatkan sebelumnya oleh Anak Domba Yesus Kristus bukan? Jagalah mahkota kita, jangan sampai ada satu orang pun yang mau merebutnya.

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga (Matius 24:44).

Pesan Yesus pada kita yang hidup di akhir zaman ini dengan jelas sekali memperingatkan agar kita selalu siap sedia akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya untuk menjemput kita umat pilihan-Nya di angkasa melalui pengangkatan (Rapture), karena kedatanganNya tidak dapat diprediksikan oleh siapapun juga, kecuali oleh Bapa di Sorga, hanya Dia yang mengetahuinya (Matius 24:36). Berjaga-jagalah senantiasa.

aradp1.jpg


Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon Ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah diambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu (Matius 24:32-35).

Kita sesungguhnya patut sekali bersyukur oleh karena belas kasihan Allah Bapa akan Putera-Nya yang tunggal telah dikorbankan bagi kita, dan oleh kasih karunia-Nya lah, kita dapat mengetahuia tanda-tanda akhir Zaman yang akan terjadi sehingga kita tidak menjadi terkejut, kecewa, atau bahkan menyangkal pribadi Yesus jika saat itu tiba. Tentang pohon Ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Saat ini Injil sudah hampir tersebar hingga ke penjuru dunia, meskipun di beberapa pelosok pedalaman mungkin belum sepenuhnya terjangkau. Penuaian jiwa semakin banyak terjadi, Kebangkitan dan Kesembuhan Rohani yang belum pernah terjadi di daerah-daerah dengan kebudayaan tertentu, kini berkat anugrah Tuhan dan belas kasih setia-Nya, penuaian jiwa mulai memberikan hasil.

Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas; Bertunas disini dalam Israel adalah suatu keadaan yang merdeka, dimana pangkal baru telah tumbuh menjadi suatu bangsa baru yang mulai bertunas dalam segala hal, baik dalam politik, ekonomi, bahkan segala aspek lainnya. Dan selain itu pula kata melembut dan bertunas ini memiliki pengertian jika Injil sudah diberitakan hingga keseluruh penjuru dunia, dan mereka yang diwartakan tentang Firman Tuhan yang hidup itu mulai melembut, mulai mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya Penyelamat hidup, dan mulai bertunas, yaitu mereka bertumbuh dan menghasilkan buah-buah roh, maka musim panas sudah dekat... waktunya sudah dekat, dengan kata lain waktu penggenapan akhir zaman sudah diambang pintu.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Perlu kita catat disini adalah Israel merdeka tahun 1948, dimana hal ini akan berkaitan bahwa pada angkatan tunas inilah yaitu orang-orang yang lahir dari tahun 1948 keatas dan seterusnya jika Tuhan berkenan tidak akan berlalu sebelum semuanya ini terjadi. Atau dengan kata lain angkatan yang lahir pada tahun 1948 keatas dan seterusnya tidak akan lewat sebelum mengalami masa akhir zaman, dimana angkatan inilah yang akan mengalami masa akhir zaman.

Puji syukur bagi kita yang telah menerima Yesus Kristus sebagai juru selamat pribadi yang ditawarkan kepada kita secara cuma-cuma serta kita mulai bertumbuh dan menghasilkan buah-buah roh bagi kehidupan Kristiani, serta tidak mengabaikan segala yang ada, sebab bila penghakiman itu tiba…. maka kita akan siap bersama-sama dengan Dia menyongsong kehidupan yang kekal selama-lamanya.

APAKAH PENGANGKATAN ORANG-ORANG KUDUS BENAR TERJADI SEBELUM MASA KESENGSARAAN?

rapturepa8.jpg


Pertanyaan tersebut diatas merupakan pertanyaan yang cukup penting karena secara tidak langsung mempengaruhi iman untuk percaya akan keselamatan yang akan datang.

Apakah pengangkatan orang-orang kudus benar terjadi sebelum masa kesengsaraan? Jawabannya adalah benar, pengangkatan
(rapture) orang-orang kudus terjadi sebelum masa kesengsaraan. Jawaban ini dapat kita lihat dalam Wahyu 4:1, dimana Rasul Yohanes mendapatkan penglihatan tentang peristiwa pengangkatan ini, ”Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.”

Rasul Yohanes sendiri pada masa itu mengalami penglihatan yang luar biasa, dimana ia pun dalam penglihatan tersebut naik diangkat ke sorga dan melihat kronologis lengkap akhir zaman, dari proses pengangkatan hingga kejadian-kejadian yang secara berurutan yang harus terjadi sesudah pengangkatan tersebut.

Pemandangan di sorga saat Yohanes mengalami penglihatan pengangkatan tersebut, tidak terjadi di tengah masa kesengsaraan atau pada akhir masa kesengsaraan, tetapi adalah sebelum masa kesengsaraan itu dimulai.

Karena bila pengangkatan itu terjadi di tengah masa kesengsaraan atau pada akhir masa kesengsaraan, maka hal tersebut tentu tidak akan sesuai dengan Wahyu 19:11-14, dimana dalam wahyu tersebut, Tuhan Yesus datang bersama-sama dengan orang kudusnya dalam penampakan penuh kemuliaan di awan-awan untuk menghakimi dan berperang dengan adil melawan antikris dan para pengikutnya pada akhir masa kesengsaraan.

Jadi tidak mungkin orang kudus diangkat pada akhir masa kesengsaraan, kemudian pada saat itu juga bersama-sama dengan Yesus menampakan diri penuh dengan kemuliaan di awan-awan.

Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: ”Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: ”Firman Allah”. Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menuggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. (Wahyu 19:11-14).

Yang dimaksud dengan semua pasukan di sorga mengikuti Dia; mereka menuggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih, dapat kita lihat pada Wahyu 19:8, Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih !” (Lenan halus itu adalah perbuatan – perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

Selain itu pula jika pengangkatan orang-orang kudus ini terjadi pada akhir masa kesengsaraan, maka hal ini ini tidak dapat menjelaskan mengapa orang-orang kudus ini belum diangkat ke sorga namun bisa ada penampakan penuh kemuliaan bersama-sama dengan Yesus di sorga.

Hal ini diperkuat pula dengan penglihatan Daniel pada kitab Daniel 12:1-3, Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selamanya.

Saat penghulu malaikat Mikhael muncul, ia akan mendampingi anak-anak bangsa Allah sehingga terluput dari masa kesengsaraan tersebut, dan bersama-sama dengan orang-orang yang telah meninggal akan dibangkitkan dalam kubur untuk pindah ke kehidupan yang kekal.

BENARKAH RASUL YOHANES HIDUP SAMPAI KEDATANGAN YESUS YANG KEDUA KALINYA?

patmosislandingreecetl1.jpg


Friends, nubuatan Yesus tentang rasul Yohanes yang terpilih mendapatkan penglihatan di pulau Patmos, terkadang tanpa kita sadari dalam penampakan Yesus kepada murid-muridNya di pantai danau Tiberias, sesungguhnya telah dinubuatkan siapa salah satu saksi yang akan mendapatkan penglihatan mengenai akhir zaman ini. Dalam kitab
Yohanes 21:20
Yesus secara tidak langsung mengungkapkan nubuatan tersebut, Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: ”Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: ”Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus: ”Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukanlah urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: ”Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”

Saat rasul Petrus bertanya kepada Yesus mengenai kelangsungan hidup murid yang dikasihi Yesus, ”Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” maka dapat kita lihat disini orang yang dimaksudkan oleh rasul Petrus sebagai murid yang dikasihi Yesus adalah rasul Yohanes, hal ini berkaitan karena pertanyaannya ini diingat jelas oleh orang yang dimaksud sehingga ditulisnya di kitabnya sendiri, yaitu kitab Yohanes. Selain itu pula orang yang dimaksud ini diperjelas oleh perkataan nubuatan Yesus yaitu ”Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukanlah urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”

Friends, perhatikan baik-baik perkataan Yesus berikut ini:

Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang. Perkataan Yesus ini menimbulkan desas-desus diantara murid-murid bahwa rasul Yohanes itu tidak akan mati sampai Yesus datang kedua kalinya dimuka bumi, yaitu pada akhir zaman. Maka tidaklah mengherankan jikalau rasul Yohanes ini pernah naik ke surga dan memiliki perglihatan tentang akhir zaman, saat ia dipernjara di pulaui Patmos. Namun benar atau tidaknya desas-desus bahwa rasul Yohanes akan terus hidup dari masa lampau, masa sekarang bahkan hingga akhir zaman saat Yesus Kristus datang kedua kalinya, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Biarlah hal itu menjadi rahasia Tuhan sebagaimana ia ungkapkan kepada rasul Petrus, ”Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukanlah urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.”

Dan hal inilah Tuhan teguhkan kembali dalam Mat 16:28, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak manusia datang sebagai Raja dalam Kerjaan-Nya.

KRONOLOGIS LENGKAP AKHIR ZAMAN

Setelah terjadinya penggenapan pengangkatan secara fisik dan rohani umat beriman yang percaya sepenuhnya akan pribadi Yesus Kristus sebagai Mesias satu-satunya yang hidup di dunia ini (Rapture), maka “masa kesengsaraan 7 tahun” akan segera digenapi. Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri (Matius 24:36).

Yang patut kita syukuri disini adalah bahwa kita telah diingatkan terlebih dahulu akan kronologis peristiwa yang akan datang… dimana bila kemungkinan Tuhan berkenan, pada angkatan kita inilah yang disebut sebagai angkatan akhir zaman (angkatan Gereja Laodikia periode tahun 1900 hingga pada masa kesengsaraan. Wahyu 3:14–22). Setelah terjadinya masa pengangkatan tersebut (Rapture) maka dimulailah ”masa kesengsaraan 7 tahun” dengan urutan sebagai berikut:

KEENAM MATERAI PERTAMA DIBUKA

(Wahyu 5:5) Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: ”Janganlah engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh materainya.”

(Wahyu 5:7) Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.

PEMBUKAAN MATERAI PERTAMA

Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh materai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat mahluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan (Wahyu 6:1-2).

Keempat mahluk disini adalah serafim, yaitu keempat malaikat yang digambarkan oleh Yesaya dalam penglihatannya akan takhta Allah (Yesaya 6:1-3), Mereka punya enam sayap dan berseru, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa.”

Dalam Yehezkiel keempat mahluk ini digambarkan sebagai berikut:
  • Mahluk pertama sama seperti singa, adalah gambaran dari Injil Matius, yaitu melambangkan Tuhan Yesus sebagai Raja
  • Mahluk kedua sama seperti anak lembu, merupakan gambaran dari Injil Markus, yaitu melambangkan Tuhan Yesus sebagai hamba
  • Mahluk ketiga sama seperti muka manusia, adalah gambaran dari Injik Lukas, yaitu melambangkan Tuhan Yesus sebagai Anak Manusia
  • Mahluk keempat sama seperti burung nasar atau rajawali, merupakan gambaran dari Injil Yohanes, yaitu melambangkan Tuhan Yesus sebagai Anak Allah.

Pada pembukaan materai oleh Anak Domba (Yesus Kristus), perlu diketahui bahwa penunggang kuda putih ini sesungguhnya bukanlah Yesus Kristus, melainkan antikristus. Namun antikristus ini akan berperan sebagai Yesus Kristus, yang seolah membawa perdamaian. Dengan beralasan perdamaian ini ia kemudian maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan. Terjemahan Kitab Suci yang benar menurut versi King James Version (KJV) bukan menggunakan sebuah panah melainkan menggunakan sebuah bow (busur). Antikris menggunakan busur yang menunjukkan menaklukan melalui diplomasi politik, bukannya peperangan sebagaimana lambang anak panah. Dia membawa perdamaian palsu dengan janji untuk menyelesaikan seluruh permasalahan dunia. Dan satu mahkota di kepalanya membuktikan bahwa dia menang terhadap perdamaian palsu yang diberikannya.

Ketakutan dunia internasional akan perang nuklir telah menciptakan munculnya organisasi-organisasi perdamaian yang semakin marak dapat kita lihat di media akhir-akhir ini. Hal ini semakin memperkuat jalan masuknya antikristus ke kancah politik dengan celah yang terorganisir.

Cara antikristus masuk dengan membawa perdamaian palsu, adalah setelah terjadinya serangan yang dilakukan Gog seperti yang telah dinubuatkan dalam Yehezkiel 38:1-11 mengenai Firman Tuhan tentang Gog di tanah Magog, dimana Gog di tanah Magog adalah raja agung negeri Mesekh (Moskow) dan Tubal. Allah sendiri yang akan menarik masuk Gog beserta sekutunya yaitu Orang Persia (Iran), Etiopia (Afrika Utara), dan Put (Libya); Orang Gomer (Pecahan Uni Soviet), Bet-Togarma (Turki) dari utara sekali serta banyak bangsa yang akan menyertainya untuk masuk dengan tujuan untuk merampas, menjarah , dan menyerang umat Israel yang sudah dikumpulkan dari tengah bangsa-bangsa dan yang sedang diam dengan aman tentram, seperti yang tercatat dalam Yehezkiel 38:12, Engkau bermaksud untuk merampas dan menjarah dan mengacungkan tanganmu terhadap reuntuhan-reruntuhan yang sudah didiami kembali dan menyerang umatKu yang dikumpulkan dari tengah bangsa-bangsa. Mereka sudah mempunyai ternak dan harta benda dan mereka diam di pusat bumi.

Tujuan Allah menarik Gog dan sekutunya masuk menyerbu Israel tersirat secara jelas dalam Yehezkiel 38:16, yaitu: Engkau bangkit melawan umat-Ku Israel seperti awan yang menutupi seluruh bumi. Pada hari yang terkemudian akan terjadi hal itu dan Aku akan membawa engkau untuk melawan tanah-Ku, supaya bangsa-bangsa mengenal Aku, pada saat Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu dihadapan mereka, hai Gog. Serta dalam Yehezkiel 38:23, Aku akan menunjukkan kebesaran-Ku dan kekudusan-Ku dan menyatakan diri-Ku dihadapan bangsa-bangsa yang banyak, dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan.

Allah tidak tinggal diam, Ia menyelamatkan Israel dari tangan Gog. Allah sendiri yang berperang melawan Gog dan sekutunya. Dalam Yehezkiel 38:19-22 tertulis dengan jelas bahwa Allah turut berperang menyelamatkan Israel, yaitu: Dalam cemburu-Ku dan dalam api kemurkaan-Ku Aku akan berfirman: Pada hari itu pasti terjadi gempa bumi yang dahsyat di tanah Israel. Ikan-ikan di laut, burung-burung di udara, binatang-binatang hutan, segala binatang melata yang merayap di bumi dan semua manusia yang ada di atas bumi akan gentar melihat wajah-Ku. Gunung-gunung akan runtuh, lereng-lereng gunung akan longsor dan tiap tembok akan roboh ke tanah. Dan Aku akan memanggil segala macam kekejutan terhadap Gog, demikianlah firman Tuhan Allah, sehingga pedang seorang akan memakan yang lain. Aku akan menghukum dia dengan sampar dan tumpahan darah; Aku akan menurunkan hujan lebat, rambun, api dan hujan belerang ke atasnya dan ke atas tentaranya dan ke atas banyak bangsa yang menyertai dia.

Dan di tengah kehancuran dari peperangan ini, antikristus akan dapat dengan mudah masuk ke publik dengan menawarkan damai kepada seluruh dunia.

templeofgodinyerusalemet3.jpg


PEMBUKAAN MATERAI KEDUA

Dan ketika Anak Domba itu membuka materai yang kedua, aku mandengar mahluk yang kedua berkata: ”Mari!”. Dan majulah seekorkuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar (Wahyu 6:3-4).

Disaat antikristus mengambil alih kekuasaan dunia, namun beberapa bangsa ada yang tidak puas, berusaha menentang dan berusaha untuk menciptakan pemerintahan sendiri. Mereka memberontak dan saling manghasut satu dengan yang lainnya sehingga mulailah perang dunia. Meskipun usaha mereka untuk melepaskan diri dari antikristus tidak akan berhasil, namun dampak dari pemberontakan dari perang dunia ini akan menyebar luas dan menjadi perang yang penuh akan pertumpahan darah. Hal ini menunjukkan pada saat itu akan terjadi perang yang besar yaitu Perang Dunia III.
 
PEMBUKAAN MATERAI KETIGA

Dan ketika Anak Domba itu membuka materai yang ketiga, aku mendengar mahluk yang ketiga berkata: ”Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hitam dan orang yang menungganginya memegang sebuah timbangan di tangannya. Dan aku mendengar seperti ada suara si tengah-tengah keempat mahluk itu berkata: ”Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu.” (Wahyu 6:5-6).

lackoffoodssl4.jpg


Dalam Yeremia 4:28 dan Ratapan 4:8-9, kata hitam dipakai untuk melambangkan kelaparan. Seringkali sehabis perang, kondisi ekonomi menjadi tidak stabil, sehingga untuk mendapatkan sesuatu bahan pangan pun sangat sulit didapatkan. Sebagaimana seperti terjadinya Perang Dunia I dan II, bahaya kelaparan seakan turut mempengaruhi keadaan dunia. Timbangan di tangan penunggang kuda hitam, jika kita perhatikan dimana hitam melambangkan kelaparan dan timbangan melambangkan suatu ukuran, maka hal ini melambangkan sedikitnya jumlah persediaan makanan sehingga mengakibatkan kelaparan yang amat sangat.

Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Sedinar dalam Alkitab melambangkan upah sehari (Matius 20:2,9), sedangkan kata Cupak dalam kamus Alkitab (di lembar halaman belakang Alkitab) adalah ukuran gandum dan jelai yang isinya kurang lebih satu liter. Jadi disini seseorang harus bekerja seharian hanya untuk mendapatkan satu liter gandum dan tiga liter jelai. Kemungkinan pula hampir semua jaminan sosial ataupun jaminan hari tua yang telah mereka persiapkan jauh-jauh hari akan berakhir secara tiba-tiba dan gagal total pada waktu itu.

Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu, seperti halnya kesenjangan ekonomi yang terjadi sehabis perang, maka akan terdapat perbedaan yang mencolok antara yang kaya dengan yang miskin. Minyak dan anggur identik dengan golongan menengah keatas, dikarenakan harganya yang cukup mahal. Seperti halnya kasus semua peperangan dan kelaparan yang terjadi sebagai akibat perang, yang paling terkena dampak ini adalah rakyat jelata. Bahaya kelaparan ini tidak berpengaruh pada minyak dan anggur khususnya orang-orang kaya pada zaman itu melainkan bahaya kelaparan ini akan menyebabkan rakyat jelata yang memiliki standar keuangan dibawah golongan menengah keatas akan terkena dampaknya dan mengakibatkan kematian karena kelaparan yang sangat hebat dan kurangnya persediaan pangan.

Ada pula opini yang menjelaskan bahwa jangan rusakkan minyak dan anggur ini berarti orang-orang yang benar-benar bertobat dan hidup mengenal Allah tidak akan terkena dampak ini. Pada masa itu orang-orang kudus dan gereja telah diangkat ke awan-awan dan mereka yang tertinggal kemudian menyadarinya lalu bertobat secara sungguh-sungguh pada Allah.

Selain itu ada pula opini mengenai jangan rusakkan minyak dan anggur ini berarti pada masa itu ada beberapa bangsa Israel yang akan tetap memberikan persembahan di Bait Allah meskipun dalam keadaan yang sulit.

Friends, as a Christian people I just can only tell you… dari semuanya ini adalah hikmat. Barang siapa bertelinga hendaklah ia mendengar. Tidak ada yang tahu dengan pasti apa yang akan terjadi pada masa nanti kecuali oleh mereka yang telah mendapatkan penglihatan dari Allah Bapa di sorga.

Ya Bapa jika Kau berkenan, tolonglah kami, angkatan akhir zaman ini untuk tidak mengalami hal tersebut. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa itu, lebih buruk dari pada yang kami bayangkan…atau mungkin akan lebih kejam dari yang pernah ada di muka bumi ini.

Lord… help us through this life and take us higher up to the rapture… Amen.

PEMBUKAAN MATERAI KEEMPAT

Dan ketika Anak Domba itu membuka materai yang keempat, aku mendengar suara mahluk yang keempat berkata:”Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas di bumi (Wahyu 6:7-8).

Kerajaan maut datang pada masa ini. Akibat datangnya bencana perang yang hebat, seperempat dari bumi membunuh dengan pedang. Pedang pada masa itu melambangkan perang. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang. Ahli fisikawan terkemuka Einstein pernah mengungkapkan salah satu rumus Atom E=mc2, dimana menurutnya ia pernah mengemukakan suatu hipotesis bahwa bila energi tersebut dihasilkan maka diperkirakan seperempat bumi akan musnah. Mungkinkah rumus super jeniusnya Einstein ini terilhami setelah membaca nubuatan Alkitab tentang akhir zaman ini? Well, who knows the truth…? Kemungkinan jika Tuhan berkenan sesuai dengan nubuatan-Nya, maka tenaga atom atau nuklir yang selama ini masih disimpan dengan dalih keamanan dunia sebagai kekuatan negara-negara adikuasa dan saat ini telah menimbulkan kekhawatiran dunia, maka pada masa itu nuklir akan dilepaskan dan mengakibatkan seperempat bumi saling membunuh dan melontarkan senjata nuklir dalam peperangan.

Akibat dari adanya perang tentu ada kelaparan, dari kelaparan timbulah berbagai penyakit epidemik dan sampar yang melanda hampir seperempat penduduk bumi. Jika hampir seperempat bumi menjadi kacau, maka hutan-hutan ataupun perkotaan yang semula hidup dengan tenang bisa dipastikan menjadi kacau dan berantakan pula. Hal ini memacu binatang-binatang buas bermunculan dan berasimilasi ke berbagai tempat, dikarenakan mereka tidak menemukan makanan yang dapat mereka makan sebagaimana biasanya. Pembukaan materai keempat ini juga telah dinubuatkan dalam Kitab Yehezkiel 14:21-22: Ya, beginilah firman Tuhan Allah: Jauh lebih dari itu, kalau Aku mendatangkan keempat hukuman-Ku yang berat-berat, yaitu pedang, kelaparan, binatang buas dan sampar, atas Yerusalem untuk melenyapkan dari padanya manusia dan binatang! Tetapi sungguh, akan tertinggal di sana orang yang terluput, yang mengiring ke luar anak-anak lelaki dan perempuan; lihat mereka akan datang kepadamu dan kamu akan melihat tingkah laku mereka dan kamu akan merasa terhibur tentang malapetaka yang kudatangkan atas Yerusalem, ya tentang segala-galanya yang kudatangkan atasnya.

Namun yang patut kita garis bawahi dalam kitab Yehezkiel ini adalah bahwa hanya Yerusalem yang terkena dampak atas ini semua. Kata Yerusalem mencakup banyak pengertian, entah itu Yerusalem dalam lingkup area Israel saja atau lingkup Yerusalem sebagai keseluruhan umat beriman Kristiani. Namun bila kita ambil acuan dari kitab Wahyu diatas, yang terkena dampaknya ini adalah seperempat bumi, yang berarti hampir melanda seluruh dunia.

PEMBUKAAN MATERAI KELIMA

Dan ketika Anak Domba itu membuka materai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya:”Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?” Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka (Wahyu 6:9-11).

Dengan dibukanya materai kelima ini terlihat dengan jelas bahwa akan ada penganiayaan dan jiwa-jiwa yang dibunuh karena firman Allah dan pleh karena kesaksian yang mereka miliki. Jiwa-jiwa yang dibunuh ini adalah orang-orang yang dibunuh pada masa 3 1/2 tahun pertama dari 1×7 masa kesengsaraan. Mereka adalah orang-orang yang tertinggal pada masa masa Pengangkatan, sebelum Masa Kesengsaraan dimulai. Namun mereka menyadari kesalahan mereka dan kemudian berpegang teguh terhadap firman Allah dalam memberikan kesaksian, serta tidak menyangkal Yesus, Anak Domba Allah itu. Jiwa mereka yang telah dibunuh dan dianiaya, menangis berseru dengan suara nyaring, katanya:” Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?” Jiwa-jiwa yang telah terbunuh di bawah mezbah tersebut melihat bahwa Penguasa yang kudus dan benar yaitu Allah, belum menghakimi dan membalaskan darah mereka yang telah tertumpah di bumi. Mereka menangis dan bertanya pada Allah, kapankah penghakiman di bumi itu akan terlaksana.

Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih. Jiwa-jiwa yang telah dibunuh oleh karena kesaksian firman Allah tersebut telah mencuci darah mereka dengan darah yang putih dan suci, karena Allah telah membayar upah kerja keras mereka dan memberikan mereka masing-masing sehelai jubah putih.

Allah, Penguasa yang kudus dan benar lalu berkata bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. Jadi, Allah akan menghakimi dan membalaskan darah mereka setelah genap jumlah jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka. Mereka harus menunggu sedikit waktu lagi, dan dalam Alkitab versi KJV sedikit waktu disini diterjemahan dalam bahasa Inggris adalah season. Dalam bahasa Indonesia season berarti semusim, dimana dalam semusim di Eropa dibagi menjadi empat bulan. Jiwa-jiwa yang terbunuh maupun segenap kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka yang berada di bumi akan mendapatkan penghiburan jika mengingat bahwa masa ini harus terus digenapi, karena masa ini tinggal berlangsung sedikit masa lagi, yang dalam versi KJV berarti season, dan jika Tuhan berkenan maka masa penganiayaan terhadap jiwa-jiwa yang memberitakan firman Allah hanya akan tinggal 4 bulan lagi. Penyiksaan pada waktu itu mungkin akan lebih kejam dibandingkan dengan masa sekarang, mengingat pada masa itu antikristus telah ambil bagian dalam berbagai sektor kehancuran dunia ini.

Masuk akal jika penyiksaan pada masa itu akan terjadi lebih kejam, karena di zaman anugrah yang sedang kita pijaki sekarang ini pun terdapat penganiayaan dan pembunuhan terhadap beberapa misionaris, yang bahkan disiksa hidup-hidup dalam area-area tertentu. Gereja bawah tanah yang sudah seringkali kita dengar biasanya terjadi pada area atau negara yang tidak mengenal akan Tuhan (atheisme), namun berkat kasih karunia Tuhan, perjuangan para misionaris tersebut tidaklah sia-sia. Tuhan tahu jerih payah anak-anak-Nya. Sekarang meski belum sepenuhnya pulih, Gereja bawah tanah ini berangsur-angsur mulai berkembang, bahkan terjadi penuaian jiwa besar-besaran berlipat kali ganda. Namun dibalik itu semua, sesuai dengan perumpamaan tentang pohon ara yang telah kita kemukakan sebelum pembukaan materai diatas (Matius 24:32-33) bila penggenapan Injil sudah diberitakan keseluruh dunia, kita akan segera tahu bahwa Hari Tuhan yang besar dalam hari Penghakiman-Nya sudah dekat di akhir zaman. Namun kapankah waktu yang tepat untuk terjadinya hal tersebut… hanya Bapa sendiri yang tahu (Matius 24:36).

PEMBUKAAN MATERAI KEENAM

Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka materai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah. Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah batu karang di gunug. Dan mereka berkata kepada batu-batu karang itu:”Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.” Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan (Wahyu 6:12-17).

Ketika materai keenam dibuka, maka terjadilah gempa bumi yang dahsyat. Kita sebagai orang awam, tidak dapat memprediksikan seberapa dahsyatnya gempa bumi itu. Dunia mencatat bahwa gempa bumi di Peru Utara pada tahun 1970 membuat hampir 67.000 orang meninggal. Selain itu pula Letusan gunung berapi Krakatau di Selat Sunda yang terjadi pada tanggal 27 Agustus 1883, mengakibatkan sinar matahari tertutup oleh asap hitam di angkasa dan saat itu pula mengakibatkan matahari tidak bersinar dan bahkan sama sekali tidak terlihat di daerah Jakarta yang letaknya hanya sekitar 150 kilometer jauhnya dari Selat Sunda. Begitu pula dengan Bandung yang letaknya diprediksikan sekitar 225 kilometer dari Selat Sunda, tidak terkena sinar matahari. Matahari tertutup dan bulan kelihatan berwarna merah. Wow jika tahun 1883 sudah terdapat gempa bumi yang seperti itu, bagaimana dengan keadaan akhir zaman yang mengatakan bahwa terjadi gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah? Dapat dipastikan lakan terjadi yang lebih parah dari yang dapat kita prediksikan sebelumnya.

Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. Dari ayat tersebut diatas dapat kita tafsirkan bahwa bintang-bintang yang berada di langit yaitu meteor-meteor, akan jatuh ke bumi dan menimpa bumi bagaikan digoncang angin yang kencang.

Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya. Akibat dari berjatuhannya meteor-meteor tersebut dari langit ke bumi mengakibatkan langit menjadi berubah bentuk, seakan menyusut. Dan jatuhnya meteor-meteor tersebut ke atas bumi menjadikan gunung-gunung dan pulau-pulau rusak parah. Pulau-pulau ini memiliki arti jamak, yang berarti bukan hanya terdiri dari satu pulau saja, melainkan beberapa pulau dalam area di bumi ini turut terkena dampaknya. Kita dapat membayangkan sungguh dahsyat meteor-meteor yang berjatuhan tersebut, sehingga dapat menggeser kedudukan gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.

Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah batu karang di gunung. Pada masa ini ketakutan hampir dipastikan melanda seluruh penduduk bumi, entah itu dari golongan orang-orang berpangkat dengan segala kemegahan title-nya, orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, ataupun golongan miskin dan budak sekalipun. Mereka berusaha bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah batu karang di gunung. Malapetaka ini akan begitu seragam proporsinya menimpa siapa saja, sehingga orang-orang besar di bumi pun seakan tidak ada tempat perlindungan untuk bersembunyi.

Dan mereka berkata kepada batu-batu karang itu:”Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu.” Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan. Dari perikop ini dapat kita lihat bahwa amat disayangkan sekali mereka bukannya bertobat kepada Allah yang mereka tahu sedang menghakimi mereka, namun mereka justru meminta perlindungan kepada batu-batu karang yang sudah tentu tidak hidup. Mereka sadar bahwa mereka sedang dihakimi atas perbuatan mereka sendiri karena telah menganiaya pengikut Anak Domba seperti yang telah mereka lakukan dalam materai kelima yang telah disebutkan diatas. Amat disayangkan sekali mereka bukannya menyadari kesalahannya dengan berbalik bertobat kepada Anak Domba Allah, melainkan meminta pertolongan pada batu-batu karang yang seakan menjadi berhala bagi mereka. Malapetaka materai yang keenam ini hanyalah pendahuluan menuju bencana besar yang akan datang ke bumi sampai ke akhir masa kesengsaraan yang hebat.
 
SEBELUM PEMBUKAAN MATERAI KETUJUH

ORANG – ORANG YANG DIMATERAIKAN DARI BANGSA ISRAEL

Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa materai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: ”Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memateraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimateraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimateraikan dari semua suku keturunan Israel. (Wahyu 7:2-4)

Para malaikat disini memiliki tugas yang spesifik di bumi, yaitu ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, namun keempat malaikat tersebut belum akan melaksanakan tugasnya sebelum malaikat lain yang muncul dari tempat matahari terbit memateraikan hamba-hamba Allah pada dahinya.

Jumlah mereka yang dimateraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimateraikan dari semua suku keturunan Israel. Mereka memateraikan para hamba Allah yang berjumlah 144.000 orang dan semuanya berasal dari suku keturunan Israel yaitu orang Yahudi. Malaikat yang ditugaskan untuk menghancurkan itu diperintahkan untuk menunggu hingga pekerjaan memateraikan selesai, dimana hal ini menunjukkan bahwa permulaan dari masa kesengsaraan, 144.000 hamba Allah akan dimateraikan dan memulai pelayanan dengan misionaris penginjilan ke segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa. Bagaimana cara para hamba Allah ini memiliki materai Allah di dahi mereka, kita sendiri tidak tahu. Kita juga tidak tahu terdiri dari apa materai di dahi mereka. Namun yang pasti ada tanda yang membedakan antara materai dari pengikut Kristus dengan materai tanda dari antikristus. Jerih payah 144.000 hamba Allah ini dalam melakukan penginjilan tidaklah sia-sia, sebagaimana tertera dalam kitab Wahyu 7:9, Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Pada materai kelima setelah antikristus memulai gelombang penganiayaan terhadap orang Kristen, maka sebelum pembukaan materai yang ketujuh akan terdapat dua kubu yang saling berhadapan, yaitu kubu yang berkomitmen untuk mengikuti Yesus dan kubu pengikut antikristus yang penuh dengan penyiksaan dan kekejaman. Ada pertanyaan yang muncul sebelum pembukaan materai yang ketujuh ini, apakah roh kudus masih ada di masa tersebut, sehingga masih bisa terjadi tuaian jiwa secara besar-besaran dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa? Hal ini dapat kita lihat dalam 2 Tesalonika 2:6-8.

Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

Jawabannya adalah ya, roh kudus masih di pembukaan materai saat ini. Yang dimaksud dalam 2 Tesalonika 2:6-8, sesungguhnya dapat kita temukan dalam Kitab Daniel 11, dimana penguasa-penguasa yang menahan itu merupakan bentuk kerajaan, bukan roh kudus, karena pada dasarnya, roh kudus turut bekerja pada masa kesengsaraan dan jika tidak ada roh kudus pada masa tersebut, dari manakah roh Allah dapat bekerja memateraikan 144.000 hamba Israel untuk menginjili orang banyak sehingga mereka dari suku, bangsa, dan bahasa bertobat dan mampu bertahan tidak menyangkal Anak Domba Allah? Tidak ada kuasa yang sanggup memulihkan keadaan seseorang jika bukan roh Allah sendiri yang hadir dan turut bekerja memperingatkan orang tersebut akan dosa-dosanya sendiri. Selain bahwa pada perikop hari Tuhan, Tuhan sendiri akan mencurahkan Roh-Nya, seperti yang tercatat dalam kitab Yoel 2:28-29: Hari Tuhan. ”Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnyahari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu. Dan barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah di firmankan Tuhan; dan setiap orang yang dipanggil Tuhan akan termasuk orang-orang yang terlepas”.

Haleluya, meski berada dalam keadaan sukar dan sengsara sekali pun, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Bahkan Ia sangat peduli untuk mencurahkan roh kudus-Nya demi keselamatan umat manusia, meski umat manusia tersebut telah berdosa.

Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu.

Dinubuatkan dalam Kitab Yoel bahwa sebelum datangnya hari Tuhan yang dahsyat itu atau perang Harmagedon, maka Tuhan akan mengadakan mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebagaimana yang telah terungkapkan dalam pembukaan materai keenam bahwa hal ini benar-benar terjadi di muka bumi yang telah tercipta beberapa jutaan tahun yang lampau ini. Namun Tuhan adalah setia dan adil, Tuhan juga berjanji, dimana janji-Nya dapat kita lihat dari Kitab Yoel yang telah tertera tersebut diatas yaitu bahwa barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Haleluya!

Mungkin kadang kala kita bertanya, mengapakah Dia yang setia dan adil, mengijinkan masa kesengsaraan ini terjadi bagi umat yang telah diciptakan-Nya?

Tidak ada logika yang tepat untuk menggambarkan rahasia Tuhan tebesar sepanjang sejarah dunia yang akan mengguncangkan iman masing-masing pribadi lepas pribadi ini. Dalam masa kesengsaraan, iman tiap pribadi lepas pribadi akan diuji. Jadi mereka yang tertinggal pada masa pengangkatan mungkin akan mengalami hidup yang cukup sulit pada masa kesengsaraan, karena iman mereka yang semula suam-suam kuku akan semakin diuji apakah mereka benar-benar setia pada Tuhan.

Terkadang kita yang sudah mengetahui rahasia penyingkapan tentang akhir zaman ini pun, seringkali masih merasa tidak sadar dan thidup kekristenan kita hanyalah suam-suam kuku belaka. Terkadang kita menganggap akhir zaman ini adalah hal yang sepele yang mungkin kita anggap baru akan terjadi untuk generasi berpuluh-puluh tahun kedepan pada masa anak cucu kita. Tapi hendaklah kita selalu berhikmat. Sebab Allah sangat mengasihi kita dan Ia telah berkali-kali memberikan petunjuk tentang akhir zaman yang dinubuatkan oleh berbagai nabi dan bahkan Allah rela mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal untuk menubuatkan hal-hal yang mengerikan yang belum pernah manusia bayangkan sebelumnya, agar kita mau bertobat dan selalu berjaga-jaga, agar mahkota yang ada pada kita tidak direbut oleh iblis si pembinasa keji. Biarlah kita semakin berhikmat untuk melihat tanda-tanda akhir zaman yang sudah semakin dekat. Hidup Kekristenan kita janganlah suam-suam kuku! Jika mau panas dan bergelora dengan hati berkomitmen hidup bersama Allah melalui Yesus Kristus, maka harus panas dan bergeloralah kita sungguh-sungguh, jangan setengah-setengah. Sebab jika Anak Manusia datang kembali, akankah didapati-Nya iman dibumi?

Puji Tuhan kita patut bersyukur bahwa sesungguhnya Tuhan sendiri telah memberitahukan kita terlebih dahulu melalui saat ini, saat dimana kita sedang membaca nubuatan-nubuatan tentang akhir zaman, agar kita tidak terkejut dan menolak Dia jika masa kesengsaraan itu terjadi, namun sebaliknya selalu berpegang teguh pada iman kita dan terus berjaga-jaga untuk hidup kudus di hadapan-Nya sehingga kita terluput dan mengalami pengangkatan bersama-sama dengan umat kudus lainnya ke sorga.

Wahyu 7:13-17

Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, ”Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?”

Maka kataku kepadaNya:” Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: ”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan lagi menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.”

Seorang dari antara tua-tua itu mangajukan pertanyaan kepada rasul Yohanes agar kumpulan orang banyak itu dapat diidentifikasikan jati dirinya secara jelas. Namun rasul Yohanes tidak mengetahuinya, dan ia menjawab kepada salah seorang tua-tua itu, ”Tuanku, tuan mengetahuinya.”

Jika kumpulan orang banyak itu berasal dari zaman rasul Yohanes atau pada masa perjanjian lama, tentulah rasul Yohanes pernah mendengar atau mengenal mereka. Namun karena kumpulan orang banyak yang memakai jubah putih itu keluar dari kesesakan yang besar setelah urutan pembukaan materai yang keenam di zaman kesengsaraan tersebut, maka Rasul Yohanes sebagai rasul pada zaman Yesus tentu tidak mengenal kumpulan orang banyak itu. Maka salah seorang dari tua-tua itu menjelaskan kepada rasul Yohanes, ”Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di bait Suci-Nya…”

PEMBUKAAN MATERAI KETUJUH

Dan ketika Anak Domba itu membuka materai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya. Lalau aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pendupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pendupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi. (Wahyu 8:1-5)

PENIUPAN SANGKAKALA PERTAMA

Lalu malaikat yang pertama meniup sangkakalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau. (Wahyu 8:7)

Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan sepertiga dari laut itu menjadi darah, dan matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal. (Wahyu 8:8-9)

Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhnlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungaoi-sungai dan mata-mata air. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi Apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit. (Wahyu8:10-11)

Lalu malaikat yang keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga sepertiga dari padanya menjadi gelp dan sepertiga dari siang hari tidak terang dan demikian juga malam hari. (Wahyu 8:12)

Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di langit dan berkata dengan suara nyaring: ”Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam diatas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaiakat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya.” (Wahyu8:13)

Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurnag maut. Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelapoleh asap lobang itu. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang0belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa-kuasa kalajengking di bumi. Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai materai Allah di dahinya. Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka. (Wahyu 9:1-6)

Dan raja yang memerintah mereak ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abbadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion. Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi. (Wahyu 9:11-12)

Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku menderngar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang dihadapan Allah, dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: ”Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu.” Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun unutk membunuh sepertiga dari umat manusia. Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka. (Wahyu 9:13-16)

Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya. Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan. (Wahyu 9:18)

Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian. (Wahyu 9:20-21)

Semoga post ini boleh menjadi berkat bagi kita semua ... Tuhan memberkati !!
 
wah

bisa nambah-nambah ilmu nih

tq @ TS

ayo kita semakin rajin ke gereja dan layanilah Tuhan
 
ya memang kita harus terus berjaga-jaga..
jaga kelakuan, jaga hati, n jaga iman...
 
setuju @ atas

mumpung masih muda, harus semangat layani Tuhan
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.