• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Teror rapi ala Mumbai

T!T!~ch@/\/

IndoForum Banned
No. Urut
1035
Sejak
11 Mei 2006
Pesan
21.523
Nilai reaksi
1.324
Poin
113
Sepuluh hari menjelang ibadah wukuf di Padang Arafah, Kota Mumbai, India, digenangi darah. Aksi terorisme terkoordinasi memakan korban sedikitnya 125 nyawa manusia. Belum lagi ratusan yang lain yang terluka fisik dan mengalami gangguan trauma mendalam.

Gerakan teror yang dilakukan saat masyarakat Amerika Serikat merayakan Thanksgiving itu juga membuat ekonomi Mumbai lumpuh sesaat. Bursa tutup, perusahaan multinasional mengevakuasi karyawan, dan negara-negara maju beramai-ramai mengeluarkan travel warning ke India. Efek domino kengerian akibat aksi itu berhasil dicapai.

Aksi sadis tak berperikemanusiaan tersebut merupakan teror ke-11 yang terjadi tahun ini di Negeri Sungai Gangga itu. Pada 13 Mei lalu, enam ledakan terjadi di Jaipur, kota tujuan wisata di negara bagian Rajasthan di wilayah barat India. Rangkaian ledakan menewaskan 63 orang dan melukai sedikitnya 150 orang. Lalu, 25 Juli, tujuh ledakan terjadi secara beruntun di Bangalore, salah satu kota maju di wilayah selatan India. Satu orang tewas dan lebih dari 150 orang terluka.

Pada 26 Juli, di Ahmedabad, terjadi 20 ledakan bom dalam waktu kurang dari dua jam. Sebanyak 57 orang tewas dan lebih dari 150 orang terluka. Pada 13 September, di New Delhi terjadi enam ledakan. Sebanyak, 26 orang tewas dan sedikitnya 100 orang terluka. Masih di New Delhi, 27 September, tiga ledakan di pasar bunga yang ramai menewaskan tiga orang.

Dua hari kemudian (29/9) di Modasa, Gujarat, satu orang terbunuh dan beberapa orang terluka akibat ledakan bom berdaya ledak rendah. Pada hari yang sama, di Malegaon, Maharashtra, lima orang meninggal akibat ledakan bom yang dibawa dengan sepeda motor. Lalu, 14 Oktober di Kanpur, delapan orang terluka akibat bom di pasar.

Berikutnya, 21 Oktober di Imphal, ledakan dahsyat di dekat kompleks Komando Polisi Manipur menewaskan 17 orang. Juga, 30 Oktober di Assam, sedikitnya 61 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka akibat 18 teror bom di Assam yang terletak di wilayah timur laut India.

Tapi, dari 10 aksi teror sebelumnya, serangan Mumbai bisa dibilang yang paling terkoordinasi. Bayangkan, mereka menyerang 11 target dengan jarak amat dekat (tak lebih setengah jam jalan kaki), menyandera tawanan di hotel mewah, meledakkan granat di stasiun kereta dan berani adu tembak dengan pasukan khusus terbaik India, National Security Guards ( NSG).

Belum jelas siapa yang harus dituding. Sebuah kelompok, Deccan Al Mujahedeen, memang mengirim e-mail, tapi masih terburu-buru menyimpulkan otak serangan. Apalagi mengkaitkan kelompok itu dengan tandzhim (struktur) Al Qaidah Internasional.

Yang jelas, kelompok itu sangat rapi, terlatih, dan menguasai medan. Bukti sederhananya, mereka berhasil bertahan baku tembak 33 jam dengan NSG yang terkenal sebagai pasukan khusus terbaik di Asia.

NSG India yang dijuluki Black Cat (Kucing Hitam) didirikan pada 1985 dengan kekuatan 7.500 personel. Disebut kucing hitam karena mereka selalu memakai pakaian hitam-hitam dan cadar hitam saat bertugas. Personel NSG direkrut dari angkatan bersenjata India yang lolos seleksi ketat di Manesar, 50 kilometer dari New Delhi. Yang lolos berhak menyandang emblem Sudarshan Cakra dan dilindungi identitasnya. NSG juga dilatih oleh personel Israel dan dikenal sebagai pasukan yang sangat cepat dimobilisasi (30 menit setelah kejadian).

Paham akan risiko itu, teroris Mumbai tampaknya lebih memilih strategi perang kota. Dengan persenjataan NSG seperti senapan mesin Uzi 9 mm, senapan sniper PSG -17,62 mm, dan shotgun Heckler & Koch 512, teroris itu memilih bersembunyi di hotel padat pengunjung untuk memperbesar risiko salah tembak. Mereka juga membagi target menjadi 11 untuk memecah konsentrasi pasukan komando India.

Kepada saya, seorang analis Departemen Pertahanan Indonesia menduga teroris Mumbai termasuk dalam jaringan cross border militant network yang beroperasi sepanjang Asia Selatan dan Asia Tengah. Koneksi militan bersenjata itu terbentang mulai India, Pakistan, Afghanistan, bahkan sampai Provinsi Xinjiang Uigur di pinggir Tiongkok.

Sejarah konflik Kashmir membuat India menjadi hot spot sekaligus target empuk serangan. Apalagi, jaringan itu cukup kuat di Pakistan. Kita tahu, setelah Jenderal Pervez Musharaf tak lagi menjabat presiden, penanganan organisasi militan dan ekstrem di Pakistan semakin kendur. Ditambah, pidato presiden terpilih AS Barrack Obama yang berjanji menambah pasukan di Afghanistan kian membuat kawasan itu memanas.

Kebobolan

Dari berbagai spekulasi tersebut, yang jelas intelijen India kebobolan. Aksi serapi itu tentu disiapkan berhari-hari, tapi sayang lolos dari endusan aparat telik sandi. Pejabat keamanan Indonesia harus mengambil hikmah dari teror Mumbai. Apalagi, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri pernah menyampaikan bahwa sasaran teror mulai bergeser, yakni pejabat negara dan fasilitas-fasilitas vital.

Sistem keamanan fasilitas umum di negeri ini juga harus segera disempurnakan. Memasang CCTV (closed circuit television) di stasiun, mal, dan hotel-hotel tak lagi cukup. Apalagi, beberapa objek vital di ibu kota terletak saling berdekatan.

Contohnya, Stasiun Gambir Jakarta Pusat. Lokasinya hanya lima menit berjalan kaki dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Bahkan, jika ada teroris nekat menumpang kereta dari Stasiun Gambir dan melempar granat tepat saat kereta melintas di atas kompleks Kedubes, tanpa halangan bom nanas itu bisa sampai lapangan basket kedutaan. Itulah yang harus diwaspadai.

Pengamanan Istana Negara juga demikian. Memang, di setiap sudut masuk sudah dijaga pasukan pengamanan presiden. Namun, lalu-lalang masyarakat yang bebas di sekitar kompleks parkir motor di Sekretariat Negara juga harus diwaspadai. Sebab, seperti yang digerebek di Palembang, teroris sudah bisa merakit bom Tupperware yang daya ledaknya mencapai radius 200 meter. Itu berarti, jika kecolongan dan meledak di Setneg, bom tersebut bisa merusak Kantor Presiden.

Teror Mumbai harus dikutuk. Tak ada agama atau ideologi apa pun yang bisa menjadi dalih melakukan pembantaian besar-besaran seperti itu. Tapi, mengecam saja tak cukup. Kewaspadaan mutlak dilakukan karena kita tahu perang terhadap teror belum selesai sampai di sini. (***)

*). Ridlwan, wartawan Jawa Pos di Jakarta; banyak meliput masalah-masalah hankam

bagaimana menurut kalian semua /hmm
 
serem sekaraang kemana mana ada teroro, kenapa kelompok tersebut ngga pernah mo hidup damai berdampingan ?
 
Mereka berbeda paham dengan kita, tapi mereka tidak toleran...
 
Seperti yang pernah sudah saya tuliskan. Tdk ada perang Barat dengan agama tertentu. Yang ada adalah Perang Dunia terhadap Teroris. Bahkan Iran pun menolak melindungi terorisme International, sama halnya dengan Arab Saudi yang justru memperbolehkan AS mendirikan Pangkalan Militernya di sana. Hanya orang-orang tertentu yang secara golongan sudah dikaburkan pada pemahaman yang tidak bisa diterima dunia, bahwa terorisme dianggap sebagai perjuangan agama. Dan, itu sebabnya, Indonesia jelas mendukung aksi Anti Terorisme. Radikalisme yang semakin bersemi saat ini merupakan musuh utama yang akan menggerogoti NKRI.
 
beberapa koleksi gambar... ada di gallery :D yah ini mengguncang perekonomian dunia bgt neh...
 
wuah, black cats!
dibawah black cats densus 88, berbanggalah indonesia...
PSG-1, pilihan yang bagus,,
Uzi lebih oke diganti MP7...:D

tentara india pake galil galatz.

teroris pada pake ak-47.

ehem2...
laporan yang sangat hebat, baru kali ini mereka menyertakan senjata apa yang dipakai...:D

requiem india.
 
yap bener..ada apa dibalik teror mumbai itu? apakah ada kepentingan asing? antara india (inggris) dan pakistan(Amerika)? seperti dibalik terbunuhnya butto..let see....
Belum jelas siapa yang harus dituding. Sebuah kelompok, Deccan Al Mujahedeen, memang mengirim e-mail, tapi masih terburu-buru menyimpulkan otak serangan. Apalagi mengkaitkan kelompok itu dengan tandzhim (struktur) Al Qaidah Internasional.
itu sangat amat sepakat....gw suka pernyataan seperti ini..lagian gw juga baru denger deccan mujahidin...bener2 fair..tidak lgs menjudge..

yg gw perhatiin , taktik tersebut sama sekali tidak nampak sebagai hasil pekerjaan Al-Qaeda. Peristiwa tersebut lebih terlihat sebagai perang dalam tingkat nasional, bukan level internasional. Al-Qaeda tidak pernah memiliki catatan seperti itu, kecuali jika ada sekelompok orang yang menganggap dirinya jaringan Al-Qaeda di India, dengan berat hati gw meragukan keabsahan statemen mereka yang disebarkan melalui Fajr Media lewat forum Jihadi Arab.

Sesuatu yang menarik dan sepertinya terlupakan oleh orang banyak adalah mengembangkan berita untuk mengetahui adakah peran Israel dalam peristiwa ini. Pemerintah India menolak Intelijen Israel menyelidiki kasus ini setelah mereka menawarkan diri. Namun, telah terlihat, Israel mengirimkan tentaranya ke India.
9936f134-bc64-11dd-9efc-0000779fd18c.jpg
 
pake AK47 boooo kayak main Counter Strike aja :( :( :(

mending klo mau perang lawan inggris ama AS perang lewat diplomatik dunk kasian banyak yang tida berdosa tuh \m/\m/\m/\m/\m/
 
pake AK47 boooo kayak main Counter Strike aja :( :( :(

mending klo mau perang lawan inggris ama AS perang lewat diplomatik dunk kasian banyak yang tida berdosa tuh \m/\m/\m/\m/\m/

huehuee..gw juga suka main Counter Strike..tapi gak pernah ketemu ama anak2 IF...

banyak korban sipil yg kena dampak dari kepentingan kedua negara tersebut.
seperti terbunuhnya butto. dibalik ada kepentingan AS dan Inggris di situ..atau antara india dan pakistan..dan ada juga yg memanfaatkan situasi tersebut..
kejam sekali yah?
 
Teori konspirasi kalo dicampur adukkan dengan kenyataan yah bikin sesat. Yang pasti, India dan Pakistan sekarang kerjasama tingkat tinggi untuk menghajar habis terorisme sampai ke akar akarnya. Mo dibelakangnya Amerika, Inggris, Rusia, Cina..... Al Qaedah, Taliban, Mujahiddin... kalo kelakuannya teror yah tetap teroris.....
 
Jika kita tidak mengenal Racun maka bersiaplah akan keracunan....!?
 
apalagi kalo racun dicampur ke makanan sehat.... ibarat susu cina terkontiminasi melamin....
 
masih muda muda lho tuh teroris /swt

blom ketauan motifnya ya /hmm /hmm
 
kalo masi muda biasanya kena pengaruh pemahaman salah.... sindrom sekarnag lagi, para teroris demen mencari pengikut dari kaum muda dan wanita....
 
bener kata roughter,yap kita harus hati2 sama dokrin2 tersebut, para teroris juga mengincar para pemuda yg mempunayi semangat yg tinggi tapi tidak mempunyai pemahaman yg bener.makanya dimanfaaatkan.bisa jadi teroris tersbut adalah pihak yg ingin mempunyai kepentingan2 yg lain.
sama halnya dengan Arab Saudi yang justru memperbolehkan AS mendirikan Pangkalan Militernya di sana
masalah arab saudi menyediakan pangkalan perang buat Amerika, karena dari perang teluk Arab saudi anteknya Amerika.karena kata Amerika menuduh saddam husein memiliki senjata pemusnah massal (yg sampe saat ini gak terbukti)bukan karena membantu Amerika membasmi teroris.tapi karena Amerika ingin menginvasi Irak untuk menguasai minyak IRAK dengan dalih senjata pemusnha massalnya saddam husein.
jadi Arab saudi iya iya saja..daripada dia takut kena serang
coba deh baca lagi tentang invasi As ke Irak..
dan akhirnya george bush kemaren menyatakan penyelasanya atas tuduhan senjata pemusnah massal tersebut menjelang 50 hari pergantian presiden.
 
nyesel-sich nyesel, tapi berapa banyak orang yang mati gara2 itu ?
berhubung dia presiden AS, nyantai aja dia ngomong kaya gitu & gak kena hukuman penjara.
gimana kalo osama bikin konfrensi pers, trus bilang penyesalan atas perbuatannya, apa iya gak kena hukuman penjara ??? he..he..he...
 
Wah binun aqoe.....:-/
Ekonomi Dunia lagi kacau balau gini ada2 aja orang yang bikin ulah....
Yang bikin Israel ngotot pengen bantuin India adalah karena daerah yang kena serangan teror itu adalah kawasan yang banyak orang yahudinya.
Wah.... bisa tambah kacau neh....
Kita tunggu aja deh. Mudah2an kasusnya bisa cepet selesai...
 
teroris harus diberantas sampai ke akar akarnya. wa gak setuju apapun alasannya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.