• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Terang yang Bercahaya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Amanda
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Amanda

IndoForum Beginner C
No. Urut
122162
Sejak
12 Mar 2011
Pesan
806
Nilai reaksi
30
Poin
28
"Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." Matius 5:16

Kehidupan kekristenan kita bisa menjadi tidak efektif oleh karena kompromi dan dosa, yang merupakan akibat dari meninggalkan kasih kita yang semula.

Kita bukan lagi cahaya terang seperti kita yang dulu.

Yesus berkata, "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi" (Matius 5:13-14)

Apa enaknya garam yang tak asin? Tidak enak sama sekali.

Apa enaknya minuman soda yang tak berkarbonasi ? Tidak enak.
Menurut saya ada beberapa orang Kristen yang tak asin atau berkarbonasi di luar sana.
Apakah kita telah membuang kesaksian hidup. kita karena kita telah kehilangan kasih yang semula, lalu berbalik untuk berbuat dosa?
Apakah saat ini kita sedang kehilangan cahaya kehidupan?

Yesus mengatakan hal ini pada para jemaat di Efesus, yang telah meninggalkan kasihnya yang semula: "Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat" (Wahyu 2:5)

Inti dari kembali kepada kasih Anda yang semula bisa dirangkum begini: ingat, bertobat, dan ulangi. Ingat dari mana Anda jatuh.

Bertobat, berarti ubah arah Anda.
Dan kemudian ulangi, berarti kembali dan melakukan hal-hal yang pernah Anda lakukan ketika masih dekat dengan Tuhan.

Hal tersebut akan membuat kita semakin menjauh dari salah langkah saat menghadapi badai kehidupan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.