• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tayangan Kartun Bahayakan Perkembangan Anak

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
MAKASSAR, SABTU--Tayangan film kartun yang disiarkan stasiun televisi swasta di Indonesia, harus diwaspadai karen dapat membahayakan perkembangan mental dan interaksi sosial anak.

"Kartun produk luar negeri yang ditayangkan itu lebih banyak menampilkan kekerasan, bahasa yang kasar dan lebih bersifat merendahkan orang lain, misalnya kartun Spongebob, Tom & Jerry dan Shinchan," kata Ketua KPID Sulsel Aswar Hasan, di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan, pengaruh dari menonton televisi itu, menyebabkan banyak anak-anak tidak tahu lagi sopan-santun terhadap orang tua.

Lebih jauh dijelaskan, berdasarkan hasil survei KPI diketahui, 70 persen tayangan televisi swasta lebih banyak menampilkan unsur hiburan daripada unsur pendidikan. Padahal fungsi dan peran media massa setidaknya harus menyeimbangkan fungsi hiburan, pendidikan, informasi, dan kontrol sosial.

Hal senada dikemukakan aktivis LBH-APik Sulsel, Lusi Palulungan, yang memfokuskan diri pada upaya perlindungan anak dan perempuan.

Menurutnya, saat ini para orang tua harus mewaspadai film-film kartun asal Jepang yang materinya lebih banyak memaparkan kekerasan fisik, kekuatan mistik atau gaib, serta menggambarkan nilai moral yang tidak masuk akal.

Lebih jauh dijelaskan, secara umum tayangan televisi tanpa disadari dapat mempengaruhi perkembangan mental, kecerdasan dan kemampuan berpikir anak. Hal itu disebabkan karena adanya rangsangan imajinasi melalui stimulus bunyi dan gambar secara terus-menerus. "Kondisi itu menyebabkan kemampuan konsentrasi anak menjadi pendek," katanya.

Selain itu, dampak negatif tayangan TV juga menyebabkan berkurangnya aktivitas dan sosialisasi anak, karena anak cenderung hanya duduk pasif menonton televisi daripada bermain dengan sesamanya. Akibatnya, keterampilan emosi dan sosial anak tidak terasah dengan baik.

Karena itu, baik Aswar maupun Lusi mengimbau agar orang tua selalu menadampingi anak-anaknya dalam menonton tayangan yang dinilai membahayakan perkembangan anak.

Di sisi lain, orang tua juga harus bersikap tegas memberikan batasan waktu menonton, paling lama dua jam sehari.(ANT)
 
Aq sebenernya kurang setuju sama artikel diatas, dan sgala pemikiran / praktek (yg mungkin bisa aq sebut feodal) seperti itu... :)

Biarkanlah anak2x kita menonton acara2x itu, jgn batasi mereka, karna smakin dibatasi (berdsrkan sifat dasar manusia) maka dari dalam diri si anak itu akan semakin berontak...

Anak2x biarkanlah berkembang, biar mereka tau apa dan bagaimana sesungguhnya dunia ini. Biarkanlah mereka mulai meresapi / memahami ttg dunia ini dari sejak dini. Sehingga nanti saat mereka mulai beranjak dewasa, mereka tdk akan kaget dgn apa semua yg terjadi disekeliling mereka...

Kalo misalnya Ketua KPID Sulsel mengatakan "banyak anak-anak tidak tahu lagi sopan-santun karna pengaruh tontonan itu". Ya disiinilah fungsi & peranan org tua diperlukan. Pd saat menonton acara itu, org tua bisa memberitahu "ini loh 'nak yg baik, dan ini loh 'nak yg jgn ditiru..."

Dan kemudian beliau menjelaskan bahwa "tayangan kartun kartun Spongebob, Tom & Jerry dan Shinchan, lebih banyak menampilkan kekerasan, bahasa yang kasar dan lebih bersifat merendahkan orang lain", serta penjelasan dari aktivis LBH-APik Sulsel, Lusi Palulungan bahwa "film-film kartun asal Jepang materinya lebih banyak memaparkan kekerasan fisik, kekuatan mistik atau gaib, serta menggambarkan nilai moral yang tidak masuk akal..."
Aq hanya ingin bertanya, apakah beliau-beliau ini mengeti ttg arti "hiburan..." Seperti apa sih penjabaran "hiburan" menurut versi beliau...??
Segala sesuatu yg terkandung didlm film kartun itu hanya hiburan semata. Namanya jg film, apa sih yg dicari dari menonton film ? hiburan kan...??
Kalo ingin mencari unsur pendidikan dan informasi, ya jgn nonton film kartun... tontonlah acara berita atau acara pendidikan lainnya...
Jgn pernah takut dgn segala sesuatu yg asalnya hanya dari "pemikiran yg di dramatisir..." :)

Selanjutnya, dijelaskan pula bahwa "dapat mempengaruhi perkembangan mental, kecerdasan dan kemampuan berpikir anak. Hal itu disebabkan karena adanya rangsangan imajinasi melalui stimulus bunyi dan gambar secara terus-menerus. "Kondisi itu menyebabkan kemampuan konsentrasi anak menjadi pendek".
Semua itu kebalikan dari apa yg dipaparkan diatas...
Seorg anak dgn menonton film kartun, ia akan mempunyai mimpi (yg disebut mimpi anak2x). Awalan mimpi ini akan menjadi suatu proses yg akan terus meningkat seiring dgn bertambahnya umur si anak itu.
Kemudian simulus dan gambar, menyebabkan kosentrasi anak jd pendek; ini pun kebalikannya...
Seorg anak, pd saat ia menonton film kartun ia akan sangat kosentrasi... :)
dan yg ingin aq tanyakan, stimulus gambar, sebesar apa sih gambar film kartun itu, dan sebesar apa sih decibel suara film kartun, sehiingga bisa menyebabkan konsentrasi jd pendek ??
Apakah ada kaitannya...??? :D

Selanjutnya, disebutkan bahwa "dgn menonton film kartun menyebabkan berkurangnya aktivitas dan sosialisasi anak..."
Ini pun kebalikannya lg... :)
Seorg anak sehabis ia menonton film kartun, ia pasti akan segera berkumpul dgn teman2x nya, kemudian membahas mengenai film yg baru ia tonton...
Apakah itu disebut mengurangi aktivitas dan sosialisasi...?? :)


Jd, pd intinya jgn lah terus kita bodohi anak2x dgn teori2x / praktek sperti itu... kasian...
Karna secara tdk langsung kita telah ikut menjerumuskan mereka dalam kebingungan yg ter-marjinalkan...
Dan tdk ada yg salah dgn film2x kartun itu... tinggal bagaimana kita secara bijak menyikapinya... :D
 
Ternyata ada juga orang Makassar yang sok2an, padahal dia juga nonton Tom & Jerry pas masih kecil...
 
kalo gak nonton kartun, disuruh nonton apa yah? film? wekekeke.... cari sensasi...
 
cari sensasi doank ak masi klas 6 sk nonton ksrtun kok/e4
 
nah loh...

kl mo nonton yg berpendidikan ya nontonin aja terus TVRI...

keknya tiap hari setiap gw lg ngCek channel TVRI kl ga lg acara metematika, IPA,IPS, Bahasa Indonesia, kl ga acara Berita....
tuh pantengin terus TVRI, di rumah TVnya gak perlu ada channel lain seperti TVRI...


lg-an kl mo anaknya berkembang, ya dampingin donk anaknya nonton Kartun...
trus kl anaknya tanya2 ya di jawab...

jgn cuma mau enaknya sendiri aja, anaknya dibiarin nonton sendirian tanpa arahan, giliran ditanya2 males di jawab..... Ya yg namanya anak2 pasti akan cari penafsiran sendiri....dari sumber lain juga...terutama dari temen2nya...

jd jangan cuma salahin acara TVnya tapi liat dulu dari diri sendiri, mau ga ngDidik anak yg baik n benar....
 
eit...........doramon jg punya pesan negatif:
mendidik anak menjadi dependant(gara2 niru nobita,tinggal ngerengek,dapet dah bantuan)
mendidik anak jd preman(niru si giant) fakta:roughtorrer.........kabur...............=))
mendidik anak jg songong bin sotoy(niru si suneo)
jarang ditiru:
dekisugi(jarang ada anak kecil liat orng yg rajin :p)
doraemon(anak kecil sekarang cenderung apatis.......right?)


lagain jarang kartun buat SU di TV,adanya R sama BO
contoh:doraemon,naruto,bleach,shinchan,conan

dulu enak ad unyil bwt anak kecil...

daripada nonoton kartun,mending nonton oprah aja d :D
 
sebenrnya paling bagus adalah anak dia ajak nonton dengan supervisi ortu ya... jadi dijelasin oleh ortunya mana yang baik, mana yang benar,
 
eit...........doramon jg punya pesan negatif:
mendidik anak menjadi dependant(gara2 niru nobita,tinggal ngerengek,dapet dah bantuan)
mendidik anak jd preman(niru si giant) fakta:roughtorrer.........kabur...............=))
mendidik anak jg songong bin sotoy(niru si suneo)
jarang ditiru:
dekisugi(jarang ada anak kecil liat orng yg rajin :p)
doraemon(anak kecil sekarang cenderung apatis.......right?)


lagain jarang kartun buat SU di TV,adanya R sama BO
contoh:doraemon,naruto,bleach,shinchan,conan

dulu enak ad unyil bwt anak kecil...

daripada nonoton kartun,mending nonton oprah aja d :D

Unyil mendidik? mendidik anak biar jadi boneka... terus ....

semuanya kalo mau diambil negatifnya jadi negatif semua....

Overall.... doraemon masih jauh lebih sedap dipandang dan mendidik.
 
iya juga sih.....nga ad kartun yg 100% mendidik..........

klo acara anak mendidik,nonton aj cerita anak d trans tv
 
iya juga sih.....nga ad kartun yg 100% mendidik..........

klo acara anak mendidik,nonton aj cerita anak d trans tv

TVRI tuh, acara pendidikannya lebih lengkap...


makanya acara kartun di TV kan ada tulisan BO...yang berarti anak yg nonton butuh Bimbingan terhadap Orang Tua....

kl orang tua gak mau ngBimbing anaknya, ya anaknya pasti akan terima mentah2 cerita yg ada di Kartun2 di TV tanpa ngerti pesan2 moralnya.....
 
ga tayangan anak kecil ga tayangan sinetron ga ada yang mendidik lagi tu /swt
 
Bikin film anak yok ci..... cici jadi melaninya.... kit abikin film unyil versi 2008.... buat nyaingi Laskar Pelangi.... sapa tahu pak Beye ikut nonton.... wekekekeke
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.