Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
BEOGRAD – Perdana Menteri Serbia Ivica Davic, dikerjai dalam sebuah acara televisi. Presenter wanita yang mewawancarainya tiba-tiba menunjukkan belahan pahanya membuat sang perdana menjadi terpana dan tersipu malu.
Davic yang sedang berbicara panjang lebar tentang perpolitikan di Serbia tiba-tiba kehilangan kata-kata dan tertangkap kamera terpana melihat aksi sang presenter. Ternyata sang presenter wanita telah melepaskan celana dalamnya sebelum melakukan aksai nakalnya. Demikian diberitakan Daily Mail, Kamis (31/1/2013).
Tanpa diketahuinya, Davic ternyata sedang dijahili oleh kru televisi dari sebuah acara kamera tersembunyi. Aksi presenter wanita itu sendiri adalah parodi dari sebuah adegan film berjudul Basic Instinct yang diperankan oleh aktris Hollywood, Sharon Stone.
Sebelumnya sutradara acara kamera tersembunyi tersebut mengumpulkan para kru untuk mencari cara untuk mempermalukan Perdana Menteri Serbia itu di depan kamera. Mereka pun memutuskan untuk melakukan adegan fim Basic Instinct dengan kedok sebuah wawancara.
Sutradara tersebut pun menggunakan seorang wanita seksi untuk memerankan peran sebagai seorang presenter. Wanita tersebut diperlihatkan melepaskan celana dalamnya ketika Davic sedang memasuki ruangan studio.
Davic sendiri tidak terlalu lama bereaksi atas aksi jail tersebut. Ia langusng berushaa untuk mengendalikan dirinya dan berlaku seperti tidak terjadi apa-apa untuk terus melanjutkan proses wawancara.