• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Sumber danang Teroris dari Merampok, Jual Pulsa, hingga MLM

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
8LeC3.jpg
Aksi teror kembali terjadi. Setelah penembakan polisi di Solo, kini bom rakitan meledak di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Rentetan kejadian ini kemudian memunculkan tanda tanya, terutama mengenai aksi para terduga teroris yang masih tetap eksis melancarkan aksinya.

Pengamat intelijen, Wawan Purwanto, mengatakan adanya sokongan danang yang lumayan masif membuat para pelaku teror tetap leluasa beraksi. Meski tidak sebesar bom Bali yang saat itu didukung oleh Hambali dan simpatisan di Maroko, mereka tetap bisa melancarkan operasi terornya.

Kini, dalam menjalankan aksinya, terduga teroris praktis hanya mengandalkan metode Fai atau merampas harta milik orang yang dianggap kafir untuk melakukan aksi kejahatan. Ini merupakan metode yang menyumbang pendanaan paling besar bagi kelompok mereka.

"Ada Fai, ada segala macam, seperti jual voucer pulsa, MLM, ada simpatisan juga yang mendukung. Walau jumlahnya kecil-kecil, kalau dirangkum bisa besar sedemikian rupa meskipun tidak se-booming bom Bali," kata Wawan kepada Tribunnews.com, Rabu (5/9/2012) malam.

Kelompok teroris tersebut, kata Wawan, juga tidak mudah ditangkap karena selain licin, banyak memiliki simpatisan yang menyokong aksi-aksi mereka.

Saat ditanyakan bagaimana agar aksi-aksi teror di Indonesia tuntas dan jaringannya terputus, Wawan menjelaskan bahwa tidak hanya proses preventif saja, tetapi juga ada reedukasi.

"Tidak hanya satu lini karena menaklukkan orang yang punya keyakinan itu tidak mudah," ujar Wawan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.