• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Subsidi Listrik Hanya Untungkan Orang Kaya?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
YVoC.jpg

Anggaran subsidi listrik terus membengkak setiap tahun. Namun subsidi tersebut ternyata malah hanya dinikmati oleh orang kaya. Benarkah?

Pengamat kelistrikan dari Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menjelaskan tingkat ketergantungan subsidi listrik dari masyarakat saat ini semakin tinggi. Sebab tarif tenaga listrik (TTL) belum menjadi sumber pendapatan utama PLN.

Padahal PLN sendiri juga harus mengeluarkan biaya investasi untuk membiayai pembangkitnya. Akibatnya PLN terus meminta tambahan subsidi listrik untuk menutupi operasionalnya khususnya apabila TDL tidak dinaikkan.

"Masalah yang terjadi adalah subsidi listrik itu malah tidak tepat sasaran. Yang menikmati itu malah orang kaya," kata Fabby saat workshop "Rasionalisasi Tarif Listrik Menuju Subsidi Tepat Sasaran" di Hotel Harris Sentul Bogor Jawa Barat, Selasa (30/10/2012) malam.

Berdasarkan data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2011, Fabby menjelaskan bahwa tarif tenaga listrik dan subsidi listrik ini menunjukkan ketidakadilan. Ini dibuktikan dengan kesenjangan subsidi yang diterima pelanggan per bulan.

Khusus untuk golongan rumah tangga 1 (R1) untuk daya 450 VA, dengan jumlah pelanggan 19.821.375 pelanggan, maka subsidi per tahun mencapai Rp 19,046 triliun. Namun subsidi yang diterima per pelanggan per bulan hanya Rp 80.073.

Sementara pelanggan dengan daya 900 VA, dengan jumlah pelanggan 15.180.302 pelanggan memiliki subsidi Rp 17,439 triliun dengan subsidi per pelanggan per bulan Rp 95.730. Khusus untuk pelanggan dengan daya 1.300 VA, dengan jumlah pelanggan 5.201.529 pelanggan memiliki subsidi Rp 6,807 triliun dengan subsidi per pelanggan per bulan Rp 109.061.

Khusus untuk pelanggan dengan daya 2.200 VA, dengan jumlah pelanggan 1.688.262 pelanggan memiliki subsidi Rp 4,001 triliun dengan subsidi per pelanggan per bulan Rp 197.467. Di sisi lain, khusus untuk pelanggan dengan daya 3.500-5.500 VA, dengan jumlah pelanggan 568.912 pelanggan memiliki subsidi Rp 2,158 triliun. Namun mereka justru mendapat subsidi per pelanggan per bulan Rp 316.037.

Begitu juga dengan pelanggan dengan daya di atas 6.600 VA, dengan jumlah pelanggan hanya 135.705 pelanggan memiliki subsidi Rp 562 miliar. Namun mereka justru mendapat subsidi per pelanggan per bulan Rp 344.983. "Di sini sudah jelas letak ketidakadilan dalam pemberian subsidi yang diberikan," jelasnya.

Terkait dengan hal itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan, ada empat golongan pelanggan listrik yang akan dicabut subsidinya. Hal ini dilakukan sebagai awal kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) sebesar 15 persen.

Jarman menyebutkan, golongan tersebut adalah yang dicabut subsidinya seperti golongan rumah tangga I berkapasitas 6.600 VA ke atas, golongan bisnis II dan bisnis III berkapasitas 6.600 VA ke atas, serta golongan pemerintah. "Sebenarnya semua masih dapat subsidi yang akan datang di 2013, R1 6.600 VA ke atas, b2 6.600 VA, dan b3 tegangan menengah, sama p1 6.600 VA yang dicabut subsidinya," jelas Jarman.
 
wah kalau kayak gitu caranya mah orang yang gak punya ya akan lebih kasian banget
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.