• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Stok AS Anjlok, Harga Minyak Mentah Naik

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
JMoQ.jpg
Harga minyak mentah naik pada Rabu (21/11/2012) waktu setempat (Kamis pagi WIB), terangkat oleh penurunan mengejutkan persediaan di Amerika Serikat, saat pasar bereaksi hati-hati terhadap berita kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, naik 63 sen dari Selasa menjadi ditutup pada 87,38 dollar AS per barel.

Sementara pada perdagangan di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari naik 1,03 dollar AS menjadi 110,86 dollar AS per barel.

"Reli WTI di New York memiliki hubungan dengan penurunan persediaan yang cukup tak terduga," kata Bart Melek di TD Securities.

Departemen Energi AS mengumumkan, pasokan minyak mentah negara itu merosot 1,5 juta barel dalam pekan yang berakhir 16 November. Jumlah itu bertentangan dengan perkiraan para analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires, yang menyebutkan akan naik 800.000 barel.

Stok bensin juga tak terduga jatuh 1,5 juta barel, sementara produk sulingan, yang termasuk bahan bakar pemanas, bahan bakar yang dipantau cermat karena mendekati musim dingin, turun 2,7 juta barel, empat kali lebih besar dari yang diperkirakan.

Penurunan persediaan menunjukkan permintaan kuat di negara konsumen minyak terbesar di dunia itu, memacu harga yang lebih tinggi.

Harga, yang telah terdampak selama seminggu terakhir oleh bentrokan antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza, bereaksi sedikit terhadap pengumuman oleh Mesir dan Amerika Serikat bahwa pertempuran akan berhenti pada 19.00 GMT.

Analis SEB, Filip Petersson, menyatakan keraguannya mengenai apakah gencatan senjata akan bertahan -- dan memperkirakan volatilitas pasar dalam beberapa hari mendatang.

"Saya akan sangat sungguh-sungguh terkejut jika bertahan, tetapi harapan saya adalah bahwa kita bisa melihat beberapa putaran usaha yang gagal atau gencatan senjata jangka pendek, yang menambah volatilitas ke pasar minyak," katanya kepada AFP.

Perdagangan lesu jelang penutupan pasar AS pada Kamis untuk merayakan libur Thanksgiving.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.