• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Solusi PHK massal

T!T!~ch@/\/

IndoForum Banned
No. Urut
1035
Sejak
11 Mei 2006
Pesan
21.523
Nilai reaksi
1.324
Poin
113
Krisis finansial belum usai. Pemutusan hubungan kerja (PHK) masal terus berlanjut dan kian menjamur di berbagai belahan dunia. Pada hari-hari terakhir ini, sejumlah perusahaan raksasa dunia di berbagai sektor, mulai manufaktur, elektronik, teknologi informasi, media, ritel, sampai asuransi mengumumkan PHK puluhan ribu karyawannya.

Angka pengangguran di Amerika Serikat terus melambung tinggi, kini mencapai 7,2 % dari jumlah penduduk usia kerja di AS. Kurang lebih 9,5 juta warga AS tidak memiliki pekerjaan dan ini merupakan rekor baru di negeri Paman Sam.

Sejumlah perusahaan berskala global di AS seperti Caterpillar, General Motors, Home Depot, Microsoft, Intel, IBM (International Business Machine), dan Texas Instruments memecat ratusan ribu karyawan mereka.

Lonjakan angka PHK di berbagai negara di dunia terjadi seiring dengan penurunan kepercayaan kepada bisnis di seluruh dunia. Krisis memaksa lembaga keuangan meminta dukungan dari pemerintah masing-masing untuk sekadar bertahan.

Kenyataan itu menjadikan orang bertanya-tanya tentang kemampuan industri sebagai motor menuju kesejahteraan. Kesimpulan tersebut diperoleh dalam survei yang dilakukan Edelman Trust Barometer.

Survei dilakukan di AS dan Eropa Barat dengan responden orang dewasa berusia 25-64 tahun. Sekitar 62 % responden menyatakan kondisi bisnis pada 2008 lebih rendah dibandingkan 2007.

Penurunan bisnis terbesar terjadi di Irlandia, yang 83 % responden menyatakan bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan kepada bisnis. Di Jepang, kepercayaan responden 79 % lebih tinggi, sedangkan di AS, 77 % responden sudah dalam tahap curiga.

Trust menyebutkan, krisis keuangan global merupakan kondisi terburuk setelah great depression 1930-an yang menyebabkan jutaan tenaga kerja kena PHK dan investasi miliaran dolar AS menguap tanpa bekas.

Yang perlu dipahami, saat ini bukan tahun 2001-2003, ketika perusahaan dengan konsep baru dot.com (berbasis web atau internet) berguguran. Yang terjadi saat ini adalah krisis yang menyebabkan perusahaan berskala global dan bunk-bunk investasi menghadapi masalah serius.

Penurunan ekonomi tahun lalu diawali penurunan kepercayaan investor pasar modal untuk berinvestasi di pasar mortgage. Selain itu, krisis memaksa institusi keuangan di Wall Street memohon bantuan ke pemerintah dan bunk sentral AS.

Tak heran jika responden di AS telah kehilangan kepercayaan kepada sektor perbankan dan industri otomotif. Kedua sektor itu telah mendapatkan bailout dari pemerintah agar dapat melalui badai krisis yang nilainya mencapai 900 miliar dolar AS.

Pemerintah AS telah mengucurkan bantuan bailout lebih dari 270 miliar dolar AS melalui program "Troubled Asset Relief" untuk mendorong institusi keuangan. Program tersebut telah diberikan kepada bunk of America Corp, Citigroup, dan American International Group (AIG). Pemerintah AS juga memberikan bailout miliaran dolar AS ke General Motors Corp dan Chrysler LLC.

Di AS sendiri, muncul spekulasi ekonomi AS akan stagnan hingga 2009 ini. Salah satu tandanya adalah keraguan warga AS atas kemampuan bisnis mereka. Ketidaknyamanan bisnis menyebar luas seiring dengan terungkapnya skandal di dunia bisnis.

Indonesia

Bagaimana di Indonesia? Konon, gelombang PHK dalam 3-4 bulan terakhir, menurut Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia, ternyata bisa mencapai sekitar 500 ribu orang. Itu jauh lebih tinggi daripada perkiraan pemerintah yang hanya 24.700 orang. Maklum, banyak PHK yang tidak masif; angkanya tidak masuk catatan karena memang tidak perlu lapor.

Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), 500.000 tenaga kerja harian, kontrak, dan buruh tetap akan kehilangan pekerjaan jika tidak ada order yang bisa membuat industri terus beraktivitas. Jika order tidak ada, setengah juta tenaga harian, kontrak, dan buruh tetap akan di-PHK pada pertengahan tahun ini. Itu merupakan jalan terakhir yang akan mereka pilih.

Pemecatan tidak terjadi pada enam bulan pertama karena adanya kegiatan pemilu yang menyebabkan konsumsi meningkat. Konon, pemilu menghabiskan Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun untuk konsumsi makan, minuman, baju, bendera, dan kesemuanya itu cukup dapat membantu industri kecil. Apalagi anggaran resmi pemilu berkisar Rp 14,1 triliun. Suatu nilai yang cukup dapat membantu usaha mikro dan kecil kelimpahan berkah.

Untuk mengantisipasi PHK, Apindo berharap stimulus fiskal Rp 27,5 triliun dari total Rp 71,3 triliun dapat dialokasikan untuk industri padat karya. Selain itu, juga untuk UKM dan local content supaya tidak perlu impor. Seperti untuk perumahan rakyat yang harus dibangun terus.

Tapi, pemberian stimulus fiskal hendaknya diprioritaskan untuk kalangan UMKM guna memperlancar roda perekonomian. Kalau tidak, Indonesia akan mengalami nasib yang sama dengan negara-negara lain yang sudah mengalami gelombang PHK secara masal.***

*. Ryan Kiryanto, analis ekonomi dan keuangan di Jakarta


menurut kalian solusi yang terbaik apaan ya ttg PHK massal /hmm
 
PHK massal emang nga bisa dihindari lagi sejak trend ekonomi sekarang lagi anjlok-seanjolk2nya........

akibat PHK,daya beli masayarakat turun........
akibat daya beli masyarakat turun,investor kehilangan gairah pada investasi....
karena investsi lesu,produsen terpaksa harus memangkas biaya produksi........
salah satu cara memangkas biaya produksi adl PHk massal..........
dan ngulang ke point 1......... jadilah efek chain reaction ke bursa saham,perdagangan valuta,deelel......
 
y klo dah nasip di PHK mw apa lage boz.... tapi sebaikna "kita" yang kena PHK harus beralih ke profesi yang berbeda kek berwirausaha gtu..... :P ya emank seh klo PHK masal itu g bisa di hindarin lage klo dah ruwet kek skarang gtu :P
 
Wew 9,5 juta?
Banyak amat, hidupnya gimana tuh, otomatis kalo banyak gitu yg gak kerja perekonomian lesu deh..
 
Sebenernya masih bisa ditahan ampe pertengahan tahun 2009... Itu pengusahanya aja yang ga mau rugi untuk bayar pekerja. Secara kantor ana bergerak di bidang Textile, masih aman2x aja tuh, karena menurut Big Boss ana "Lebih baik kehilangan fasilitas daripada kehilangan asset penting, yaitu karyawan". Nah itu ciri2x pengusaha yang baik dan mengerti yang melakukan efisiensi abis2xan perusahaannya daripada mecat karyawan.
 
sebenerrnya seh paling bener adlah persiapan kita dengan berbisnis, jadi jika kehilangan pekerjaan ada back up penghasilan
 
emang ini masalah yg ruwet...

bahkan sang analis ekonomi (Ryan Kiryanto) yg mengemukakan artikel, belum bisa menemukan solusinya...:)


kita hidup di negara yg birokrasinya tinggi... dalam artian pemerintah mempunyai keterlibatan langsung yg cukup besar dalam masalah perekonomian negara...

dimana investasi yg harus berurusan dgn sistem birokrasi. Belum lg ditambah dgn permasalahan upah...:(

hal ini berbeda dgn negara2x maju (sistem kapitalis), dimana perekonomiannya yg dikenal dgn istilah "invisible hand", yg membebaskan rakyatnya untuk menjalankan perekonomian di negara tsb...

sehingga, perekonomian yg dilihat adalah jenis perekonomian mikro, bukan makro...

dan yg perlu diinget, negara ini hampir 70% di topang oleh jenis perekonomian mikro ini, atau yg lebih dikenal dgn istilah UMKM...:)
 
yang kena PHK suruh gabung aja di MLM:D ane bersedia jadi Uplennya:D
 
Bos jika saya tahu SOLUSINYA maka udah saya KASIH ke TV,,,, :D
 
nih masalah seperti bom waktu deh mana banyak perusahaan yang mau tutup lagi /swt
 
sukur deh perusahaan tempat gw kerja masi eksis...

walo banyak jg karyawan yang pada kontrak dihabisin...

/wah/wah/wah...

tinggaL nunggu gantian /wah/wah
 
Wah susah jg yah menghadapi krisis global seperti sekrang ini,

Ini pendapat saya loh :

- SDM Harus bisa mandilu dan mempunyai jiwa ulet
- Mampu mengambil resiko , dan pantang menyerah .
- Pekerja Harus lebih inovatif dan kreatif untuk persaingan dagang dunia.
- Pemerintah harus membiasakan tidak mengimpor Produk luar negri , agar produk sendiri bisa Menjadi Tuan rumah di negeri sendiri.

Apalagi sekarang memasuki kemajuan teknologi , jd kita tidak boleh bermalas2an , walaupun kita Menjadi Korban PHK . PHK yg kita dapatkan tersebut harus dijadikan tolak ukur untuk kemajuan kita nanti.
 
Wah susah jg yah menghadapi krisis global seperti sekrang ini,

Ini pendapat saya loh :

- SDM Harus bisa mandilu dan mempunyai jiwa ulet
- Mampu mengambil resiko , dan pantang menyerah .
- Pekerja Harus lebih inovatif dan kreatif untuk persaingan dagang dunia.
- Pemerintah harus membiasakan tidak mengimpor Produk luar negri , agar produk sendiri bisa Menjadi Tuan rumah di negeri sendiri.

Apalagi sekarang memasuki kemajuan teknologi , jd kita tidak boleh bermalas2an , walaupun kita Menjadi Korban PHK . PHK yg kita dapatkan tersebut harus dijadikan tolak ukur untuk kemajuan kita nanti.

sedikitnyaa ane setuju sama ente
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.