herbalis
IndoForum Newbie C
- No. Urut
- 156838
- Sejak
- 11 Nov 2011
- Pesan
- 139
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 16
Seperti semua sel-sel darah, sel-sel leukemia mengalir ke seluruh tubuh. Gejala leukemia tergantung pada jumlah sel-sel leukemia dan di mana sel-sel ini menumpuk dalam tubuh.
Orang-orang dengan leukemia kronis mungkin tidak memiliki gejala. Orang-orang dengan leukemia akut biasanya pergi ke dokter mereka karena mereka merasa sakit. Jika otak dipengaruhi, mereka mungkin sakit kepala, muntah, kebingungan, kehilangan kontrol otot, atau kejang. Leukemia juga dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh seperti saluran pencernaan, ginjal, paru-paru, jantung, ataupun testis.
Gejala umum dari leukemia kronis atau akut bisa meliputi:
Pembengkakan kelenjar getah bening (di leher atau ketiak) yang biasanya tidak sakit
Demam atau berkeringat di malam hari
Sering infeksi
Merasa lemah atau lelah
Pendarahan dan mudah memar (gusi berdarah, bercak keunguan di kulit, atau bintik-bintik merah kecil di bawah kulit)
Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut (karena hati/pancreas bengkak)
Berat badan turun drastic tanpa sebab jelas
Nyeri pada tulang atau sendi
Menurut Dr. Berna Elya, peneliti di Departemen Farmasi Universitas Indonesia,
Khasiat xanton bukan hanya antioksidan, tapi juga antikanker. Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, ekstrak ini juga bersifat apoptosis, penghancur sel kanker.
Xanton mampu merawat beberapa jenis kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru. Xanton dalam kulit manggis juga ampuh mengatasi penyakit tuberkulosis (TBC), asma, leukemia, serta sebagai antiinflamasi dan antidiare. Diungkapkan Dr. Berna, selain antikanker dan antioksidan, juga mujarab untuk mengatasi jantung koroner dan meningkatkan daya tahan tubuh, terutama bagi pengidap HIV/AIDS.
Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak kulit manggis mempunyai aktivitas melawan sel kanker payudara, lever, dan leukemia. Juga biasa digunakan sebagai antihistamin, antiinflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan penurun tekanan darah tinggi.
Kulit buah juga mengandung antosianin seperti cyanidin-3-sophoroside dan cyanidin-3-glucoside.
Orang-orang dengan leukemia kronis mungkin tidak memiliki gejala. Orang-orang dengan leukemia akut biasanya pergi ke dokter mereka karena mereka merasa sakit. Jika otak dipengaruhi, mereka mungkin sakit kepala, muntah, kebingungan, kehilangan kontrol otot, atau kejang. Leukemia juga dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh seperti saluran pencernaan, ginjal, paru-paru, jantung, ataupun testis.
Gejala umum dari leukemia kronis atau akut bisa meliputi:
Pembengkakan kelenjar getah bening (di leher atau ketiak) yang biasanya tidak sakit
Demam atau berkeringat di malam hari
Sering infeksi
Merasa lemah atau lelah
Pendarahan dan mudah memar (gusi berdarah, bercak keunguan di kulit, atau bintik-bintik merah kecil di bawah kulit)
Pembengkakan atau rasa tidak nyaman di perut (karena hati/pancreas bengkak)
Berat badan turun drastic tanpa sebab jelas
Nyeri pada tulang atau sendi
Menurut Dr. Berna Elya, peneliti di Departemen Farmasi Universitas Indonesia,
Khasiat xanton bukan hanya antioksidan, tapi juga antikanker. Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, ekstrak ini juga bersifat apoptosis, penghancur sel kanker.
Xanton mampu merawat beberapa jenis kanker seperti kanker hati, pencernaan, paru-paru. Xanton dalam kulit manggis juga ampuh mengatasi penyakit tuberkulosis (TBC), asma, leukemia, serta sebagai antiinflamasi dan antidiare. Diungkapkan Dr. Berna, selain antikanker dan antioksidan, juga mujarab untuk mengatasi jantung koroner dan meningkatkan daya tahan tubuh, terutama bagi pengidap HIV/AIDS.
Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak kulit manggis mempunyai aktivitas melawan sel kanker payudara, lever, dan leukemia. Juga biasa digunakan sebagai antihistamin, antiinflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan penurun tekanan darah tinggi.
Kulit buah juga mengandung antosianin seperti cyanidin-3-sophoroside dan cyanidin-3-glucoside.
