roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Jumat, 15 Agustus 2008 | 23:56 WIB
BEIJING, JUMAT - Kontingen Singapura dipastikan meraih medali olimpiade mereka yang pertama melalui cabang tenis meja puteri setelah terakhir kali meraihnya di Olimpiade Roma, 48 tahun lalu. Kepastian ini diperoleh setelah tim puteri tenis meja Singapura lolos ke babak final dan akan menghadapi tuan rumah China di final, Minggu (17/8). Di babak semifinal, Jumat (15/8) Singapura mengalahkan tim Korea Selatan 3-2.
"Akhirnya setidaknya kami akan memperoleh medali perak. Saya sangat puas dan sangat bangga dengan tim saya," kata pelatih Singapura, Liu Guodong.
"Saya merasa tugas kami sudah terpenuhi karena kami menganggap pertandingan menghadapi Korea sebagai pertandingan final. Setelah bekerja di Singapura selama dua tahun, saya senang dapat membantu negara ini mengakhiri paceklik medali selama 48 tahun," katanya.
Di Olimpiade Roma 1960, Singapura meraih medali perak melalui lifter Tan Howe Liang. Kemenangan Singapura atas Korea Selatan ditentukan oleh Feng Tianwei.
Ia mengalahkan pemain Korea, Dang Ye-seo 11-5, 11-5 11-2. Namun pemain peringkat 6 dunia, Lia Jiawei dikalahkan Kim Kyung-ah 5-11 11-8 9-11 11-6 11-9.
Li kemudian berpasangan dengan Wang Yue Gu dan mengalahkan ganda Korea, Kim Kyung-Ah/Park Mi-young 11-7 11-6 11-9. Namun Korea Selatan mampu menyamakan kedudukan saat Dang Ye-seo mengalahkan Wang Yue Gu 11-8 14-12 11-9.
Saat kedudukan 2-2, Singapura menaruh harapan mereka pada Feng Tianwei. Ia menunjukkan kepercayaan dirinya yang ebsar dan mengalahkan Park 11-7, 12-10, 3-11 11-9.
"Saya bermain sabar dan menunggu saat baik untuk menyerang," kata Feng, pemain kelahiran Beijing ini. "Di saat situasi kritis dan semua orang gugup, saya beruntung memiliki kelebihan yaitu ketenangan."
Di final, pemain-pemain asembling China ini akan menghadapi tim China yang menyingkirkan Hongkong 3-0 di babak semifinal. (CAY)
BEIJING, JUMAT - Kontingen Singapura dipastikan meraih medali olimpiade mereka yang pertama melalui cabang tenis meja puteri setelah terakhir kali meraihnya di Olimpiade Roma, 48 tahun lalu. Kepastian ini diperoleh setelah tim puteri tenis meja Singapura lolos ke babak final dan akan menghadapi tuan rumah China di final, Minggu (17/8). Di babak semifinal, Jumat (15/8) Singapura mengalahkan tim Korea Selatan 3-2.
"Akhirnya setidaknya kami akan memperoleh medali perak. Saya sangat puas dan sangat bangga dengan tim saya," kata pelatih Singapura, Liu Guodong.
"Saya merasa tugas kami sudah terpenuhi karena kami menganggap pertandingan menghadapi Korea sebagai pertandingan final. Setelah bekerja di Singapura selama dua tahun, saya senang dapat membantu negara ini mengakhiri paceklik medali selama 48 tahun," katanya.
Di Olimpiade Roma 1960, Singapura meraih medali perak melalui lifter Tan Howe Liang. Kemenangan Singapura atas Korea Selatan ditentukan oleh Feng Tianwei.
Ia mengalahkan pemain Korea, Dang Ye-seo 11-5, 11-5 11-2. Namun pemain peringkat 6 dunia, Lia Jiawei dikalahkan Kim Kyung-ah 5-11 11-8 9-11 11-6 11-9.
Li kemudian berpasangan dengan Wang Yue Gu dan mengalahkan ganda Korea, Kim Kyung-Ah/Park Mi-young 11-7 11-6 11-9. Namun Korea Selatan mampu menyamakan kedudukan saat Dang Ye-seo mengalahkan Wang Yue Gu 11-8 14-12 11-9.
Saat kedudukan 2-2, Singapura menaruh harapan mereka pada Feng Tianwei. Ia menunjukkan kepercayaan dirinya yang ebsar dan mengalahkan Park 11-7, 12-10, 3-11 11-9.
"Saya bermain sabar dan menunggu saat baik untuk menyerang," kata Feng, pemain kelahiran Beijing ini. "Di saat situasi kritis dan semua orang gugup, saya beruntung memiliki kelebihan yaitu ketenangan."
Di final, pemain-pemain asembling China ini akan menghadapi tim China yang menyingkirkan Hongkong 3-0 di babak semifinal. (CAY)
