JWK
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 13703
- Sejak
- 4 Apr 2007
- Pesan
- 414
- Nilai reaksi
- 8
- Poin
- 18
Jam 23.10 tanggal 08-08-2007
Disaat saya sedang asyik membaca cerita dari kolom ini saya dikagetkan oleh SMS yang masuk, sambil menggerutu saya buka SMS tersebut isinya membuat saya terhenyak...."Pak Leo baru saja meninggal, Ashma dan Jantungnya kumat", Saya begitu kaget hingga saya berteriak membangunkan istri saya yang sudah terlelap.
Saya sangat Shock mendengar berita ini, saya teringat 1 Bulan lalu ketika saya di opname karena muntah darah dia sempat membangkitkan semangat saya, dan dia selalu memberikan dukungan moral dan melatih anak saya saat akan tampil nyanyi di setiap event kerohaniaan, padahal seharusnya saya mendahului dia menemui Bapa di Surga, karena sudah lebih sepuluh tahun saya bergelut dengan penyakit lever saya hingga dokter sendiri khawatir melihat perkembangan kesehatan saya. dalam 6 bulan terkahir saya selalu mengalami pendarahan dan kadang muntah darah, dan selalu transfusi darah. Pak Leo sering memberikan saya semangat untuk hidup mengingat usia anak-anak saya yang masih kecil, sama dengan usia anaknya, tanpa sedikitpun pernah mengeluh kalau dia menderita Jantung. Dia selalu menunjukkan bagaimana dia berjuang sebagai seorang guru di sebuah SMU dan membina grup vokalia, untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang semakin hari semakin bertambah banyak. Sekarang dia pergi tanpa saya sempat memberikan semangat dan membantu saat-saat akhirnya.
Begitu tulus hati seorang Leo, yang tidak pernah mengeluhkan kondisinya tapi selalu berusaha memperhatikan dan menyenangkan hati orang lain, baik melalui nasehat maupun melalui lagu-lagu yang dipersembahkannya.
Selamat Jalan pak Leo, lagu Pujian yang selalu kau ajarkan bagi umat, akan selalu membekas di hati kami, Semoga semua amal kebaikanmu di terima olehNya dan Dia berkenan menerima engkau dalam pangkuanNya yang Damai. Amin.
Disaat saya sedang asyik membaca cerita dari kolom ini saya dikagetkan oleh SMS yang masuk, sambil menggerutu saya buka SMS tersebut isinya membuat saya terhenyak...."Pak Leo baru saja meninggal, Ashma dan Jantungnya kumat", Saya begitu kaget hingga saya berteriak membangunkan istri saya yang sudah terlelap.
Saya sangat Shock mendengar berita ini, saya teringat 1 Bulan lalu ketika saya di opname karena muntah darah dia sempat membangkitkan semangat saya, dan dia selalu memberikan dukungan moral dan melatih anak saya saat akan tampil nyanyi di setiap event kerohaniaan, padahal seharusnya saya mendahului dia menemui Bapa di Surga, karena sudah lebih sepuluh tahun saya bergelut dengan penyakit lever saya hingga dokter sendiri khawatir melihat perkembangan kesehatan saya. dalam 6 bulan terkahir saya selalu mengalami pendarahan dan kadang muntah darah, dan selalu transfusi darah. Pak Leo sering memberikan saya semangat untuk hidup mengingat usia anak-anak saya yang masih kecil, sama dengan usia anaknya, tanpa sedikitpun pernah mengeluh kalau dia menderita Jantung. Dia selalu menunjukkan bagaimana dia berjuang sebagai seorang guru di sebuah SMU dan membina grup vokalia, untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang semakin hari semakin bertambah banyak. Sekarang dia pergi tanpa saya sempat memberikan semangat dan membantu saat-saat akhirnya.
Begitu tulus hati seorang Leo, yang tidak pernah mengeluhkan kondisinya tapi selalu berusaha memperhatikan dan menyenangkan hati orang lain, baik melalui nasehat maupun melalui lagu-lagu yang dipersembahkannya.
Selamat Jalan pak Leo, lagu Pujian yang selalu kau ajarkan bagi umat, akan selalu membekas di hati kami, Semoga semua amal kebaikanmu di terima olehNya dan Dia berkenan menerima engkau dalam pangkuanNya yang Damai. Amin.