• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sebagian Besar Saham Asia Melemah

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
V3Qa5.jpg
Pasar saham Asia sebagian besar melemah dalam perdagangan pada Selasa 5 November 2013. Investor mengambil sikap hati-hati di pasar menjelang laporan bunk sentral mengenai data ekonomi terbaru.

Seperti diberitakan CNBC, indeks Nikkei di bursa Jepang turun 0,4 persen dan diperdagangkan pada level 14.179,26.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite mencapai level terendahnya dalam kurun sepekan terakhir dan diperdagangkan pada level 2.135,14.

Sedangkan indeks Kospi di bursa Korea Selatan jatuh 0,5 persen dan diperdagangkan pada level 2.015, 52.

Namun indeks S&P ASX 200 di bursa Australia naik lebih dari 1 persen dan diperdagangkan pada level 5.431,30.

Kecenderungan ini ditengarai merupakan pengaruh dari penutupan Wall Street yang hanya memberikan kenaikan tipis pada bursa saham. Investor cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian proyeksi waktu pemberlakuan pengetatan stimulus moneter The Fed.

Nikkei melemah 0,4 persen, indeks acuan bursa Jepang ini secara bertahap mendekati level terendah dalam sepekan terakhir yaitu 14.126. Penurunan indeks Nikkei diseret oleh saham Nissan Motor yang anjlok 10 persen.

Nissan pada Jumat lalu mengumumkan memangkas proyeksi laba bersih tahunan karena terbebani biaya penarikan (recall) produknya yang mahal. Produsen mobil ini dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan kuartalan pada pekan ini.

Sementara itu, nilai tukar yen terhadap dolar jatuh ke level 98,40 setelah sempat mencapai 98,67 pada awal perdagangan. Turunnya nilai yen itu berimpas pada melemahnya saham.

Saham elektronik adalah yang paling aktif diperdagangkan. Nikon turun hampir 3 persen sementara Sharp tergelincir lebih dari 4 persen.

Bursa Shanghai turun 1 persen. Indeks China turun di bawah level 2.130 untuk perdagangan yang rendah untuk pekan ini menjelang pertemuan para pejabat utama pemerintahan pada akhir pekan ini.

Saham sektor keuangan mendapat pukulan paling keras. Pudong Development bunk, Industrial bunk, dan Haitong Securities jatuh masing-masing 2 persen.

Di Hong Kong, saham HSBC reli lebih dari 1 persen setelah mencatat kenaikan laba bersih kuartal ketiga mencapai 28 persen.

Survei HSBC menunjukkan pertumbuhan industri jasa China naik menjadi 52,6 pada bulan Oktober, lebih tinggi dari capaian bulan lalu 52,4.

Bursa Sydney naik 0,7 persen. Investor Australia cenderung berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Reserve bunk of Australia. Sementara itu, dolar Australia naik di atas 95 sen AS pada awal perdagangan.

Saham perbankan menguat seperti Australia New Zealand Banking dan Commonwealth bunk of Australia yang naik sebesar 0,8 persen setelah membukukan rekor keuntungan awal bulan ini.

Saham tambang Whitehaven Coal menguat 2,6 persen.

Bursa Korea Selatan tergelincir 0,5 persen. Saham Seoul turun ke level terendah sejak 11 Oktober akibat penurunan 1,6 persen di saham kelas berat seperti Samsung Electronics dan Hyundai Motor.

Sementara itu, mata uang won diperdagangkan sekitar 1.062 per dolar AS setelah data bunk sentral menunjukkan cadangan devisa negara naik ke rekor tinggi pada Oktober.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.