• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Salty Coffee

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. coolguyz
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

coolguyz

IndoForum Junior A
No. Urut
21425
Sejak
2 Sep 2007
Pesan
3.251
Nilai reaksi
133
Poin
63
Love the story so just wanna share it...Have a good day!

He met her on a party. She was so outstanding, many guys chasing after
her, while he so normal, nobody paid attention to him. At the end of the
party, he invited her to have coffee with him, she was surprised, but due to being
polite, she promised. They sat in a nice coffee shop, he was too nervous to say
anything, she felt uncomfortable, she thought, please, let me go home.... suddenly he asked the waiter: "would you please give me some salt? I'd like to put it in
my coffee."

Everybody stared at him, so strange! His face turned red, but still, he put
the salt in his coffee and drank it. She asked him curiously; why you have this hobby?
He replied: "when I was a little boy, I was living near the sea, I like
playing in the sea, I could feel the taste of the sea, just like the taste of the salty coffee.
Now every time I have the salty coffee, I always think of my childhood, think of my
hometown, I miss my hometown so much, I miss my parents who are still living there". While saying that tears filled his eyes. She was deeply touched. That's his true feeling, from the bottom of his heart. A man who can tell out his homesickness, he must be a man who loves home, cares about home, has responsibility of home. Then she also started to speak, spoke about her faraway hometown, her childhood, her family.

That was a really nice talk, also a beautiful beginning of their story. They
continued to date.
She found that actually he was a man who meets all her demands; he had
tolerance, was kind hearted, warm, careful. He was such a good person but she almost missed him!
Thanks to his salty coffee!

Then the story was just like every beautiful love story, the princess
married to the prince, then they were living the happy life... And, every time she made coffee for him, she put some salt in the coffee as she knew that's the way he liked it.

After 40 years, he passed away, left her a letter which said: "My dearest,
please forgive me, forgive my whole life lie. This was the only lie I said to you---the salty coffee. Remember the first time we dated? I was so nervous at that time, actually I wanted some sugar, but I said salt.
It was hard for me to change so I just went ahead. I never thought that
could be the start of our communication! I tried to tell you the truth many times in my life, but I was too afraid to do that, as I have promised not to lie to you for anything. Now I'm dying, I m afraid of nothing so I
tell you the truth: I don't like the salty coffee, what a strange bad
taste.. But I have had the salty coffee for my whole life! Since I knew you, I never feel sorry for anything I do for you. Having you with me is my biggest happiness for my whole life. If I can live for the second time, still
want to know you and have you for my whole life, even though I have to drink
the salty coffee again".

Her tears made the letter totally wet. Someday, someone asked her: what's the
taste of salty coffee?
It's sweet. She replied.

Love is not 2 forget but 2 forgive,
not 2 c but 2 understand,
not 2 hear but 2 listen,
not 2 let go but 2 HOLD ON !!!!

Don't ever leave the one you love for the one you like, because the one you
like will leave you for the one they love. Find a guy, who calls you beautiful instead of hot. Who calls you back when you hang up on him. Who will stay awake just to watch you sleep. Wait for the guy who kisses your forehead.
Who wants to show you off to the world when you are in your sweats. Who
holds your hand in front of his friends. Wait for the one who is constantly reminding you of how much he cares about you and how lucky he is to have you. Wait for the one who turns to his friends and says, "..that's her."
 
Versi bahasa Indonsia :)

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Sedangkan si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini berlangsung cukup lama, dan akhirnya si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk?". Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji

"Bisa minta garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan heran ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap

saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.



Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?"

Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampong halaman,saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen kepada orang tua saya yg masih tinggal di

sana."



Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya. Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Untung ada kopi asin!



Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran,ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu tentang kopi asin". Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya

sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu utk apa pun. Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak

suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.



Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin, "Rasanya MANIS!"
 
No reply or no reader...? I'm the first....

Good story......
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.