byakuya
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 46894
- Sejak
- 25 Jun 2008
- Pesan
- 14.460
- Nilai reaksi
- 288
- Poin
- 83
Buku “Pak Beye dan Istananya” nampak mengungkap kejadian demi kejadian yang dialami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang selama ini tidak diketahui rakyat.
Bahkan, dalam buku karya Wisnu Nugraha ini dijelaskan jika Presiden SBY pernah terlihat tidak percaya diri saat berpidato diatas podium. Apakah yang membuat SBY tidak pede? Simak tulisan dibawah ini.
Dari sekitar satu jam tampil di mimbar menyampaikan “Sepuluh Perintah Yudhoyono”, Pak Beye terlihat tidak pede saat menyampaikan perintah keenam. Saat hendak membacakan perintah keenam, SBY nampak menelan ludah dan mengambil napas. Perintah keenam itu adalah perintah klise, “Mari kita lakukan (lagi) kampanye besar-besaran untuk mengonsumsi produk dalam negeri”.
Selain karena perintahnya sudah menjadi klise, Pak Beye tidak pede menyampaikan perintah itu lantaran perintah paling berat dilakukan dan menuntut setiap saat ketika diabaikan. Tidak usah jauh-jauh, lihat saja apa yang melekat dari ujung kaki ke ujung kepala para pejabat. Berani bertaruh, berapa persen barang-barang yang melekat di tubuh para pejabat itu adalah produk dalam negeri? Tidak lebih dari 40 persen.
Sepatu? Ikat pinggang? Sapu tangan? Jam tangan? Tas jinjing? Dompet? Kemeja? Dasi? Kacamata? Minyak wangi? Telepon seluler yang tentu tidak hanya satu? Kendaraan yang diparkir di Istana dengan kondisi AC menyala. Seusai rapat berlangsung sekira empat jam, para menteri pun pergi berhamburan.
Seorang menteri perempuan berjalan didampingi ajudan laki-lakinya yang berbadan tegap dan berambut cepak tentu saja. Tidak ada yang aneh semula, namun ketika kain penutup tas jinjing tersapu angin, ironi itu mulai menjadi nyata. Tas tersebut bukan sembarang tas, melainkan bermerek Luis Vuitton (LV) berwarna-warni seharga belasan juta rupiah jika dijual di Plaza Indonesia.
Tas jinjing itu ditutupi kain karena takut menggagalkan perintah keenam Pak Beye untuk mengonsumsi produk dalam negeri. Atau jangan-jangan tas itu palsu sehingga harus ditutup-tutupi?
btw nonton beritanya katanya bukun ini ditarik lagi peredaran.........
mungkin takut ketahuan kali ya.........
Bahkan, dalam buku karya Wisnu Nugraha ini dijelaskan jika Presiden SBY pernah terlihat tidak percaya diri saat berpidato diatas podium. Apakah yang membuat SBY tidak pede? Simak tulisan dibawah ini.
Dari sekitar satu jam tampil di mimbar menyampaikan “Sepuluh Perintah Yudhoyono”, Pak Beye terlihat tidak pede saat menyampaikan perintah keenam. Saat hendak membacakan perintah keenam, SBY nampak menelan ludah dan mengambil napas. Perintah keenam itu adalah perintah klise, “Mari kita lakukan (lagi) kampanye besar-besaran untuk mengonsumsi produk dalam negeri”.
Selain karena perintahnya sudah menjadi klise, Pak Beye tidak pede menyampaikan perintah itu lantaran perintah paling berat dilakukan dan menuntut setiap saat ketika diabaikan. Tidak usah jauh-jauh, lihat saja apa yang melekat dari ujung kaki ke ujung kepala para pejabat. Berani bertaruh, berapa persen barang-barang yang melekat di tubuh para pejabat itu adalah produk dalam negeri? Tidak lebih dari 40 persen.
Sepatu? Ikat pinggang? Sapu tangan? Jam tangan? Tas jinjing? Dompet? Kemeja? Dasi? Kacamata? Minyak wangi? Telepon seluler yang tentu tidak hanya satu? Kendaraan yang diparkir di Istana dengan kondisi AC menyala. Seusai rapat berlangsung sekira empat jam, para menteri pun pergi berhamburan.
Seorang menteri perempuan berjalan didampingi ajudan laki-lakinya yang berbadan tegap dan berambut cepak tentu saja. Tidak ada yang aneh semula, namun ketika kain penutup tas jinjing tersapu angin, ironi itu mulai menjadi nyata. Tas tersebut bukan sembarang tas, melainkan bermerek Luis Vuitton (LV) berwarna-warni seharga belasan juta rupiah jika dijual di Plaza Indonesia.
Tas jinjing itu ditutupi kain karena takut menggagalkan perintah keenam Pak Beye untuk mengonsumsi produk dalam negeri. Atau jangan-jangan tas itu palsu sehingga harus ditutup-tutupi?
btw nonton beritanya katanya bukun ini ditarik lagi peredaran.........
mungkin takut ketahuan kali ya.........





