Berita Rusia Desak Eropa untuk 'Ceraikan' Trump, dan Bantu Bangun Kembali Suriah

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 13 Oct 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner C

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    743
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Rusia mendesak Eropa—khususnya Jerman dan Prancis—untuk ‘menceraikan’ Trump dan membangun kembali Suriah. Eropa enggan untuk memulai pembangunan kembali Suriah jika Assad masih berkuasa. Para pemimpin Uni Eropa dan AS mengatakan bahwa Assad sebagian besar harus disalahkan atas kematian ratusan ribu orang selama perang, dan stabilitas tidak mungkin terjadi di bawah pemerintahannya.

    Oleh: Henry Meyer, Arne Delfs (Bloomberg)

    Rusia mendesak Jerman dan Prancis untuk ‘memutuskan hubungan’ dengan sekutu Amerika mereka, dan membantu pembangunan kembali Suriah sehingga para pengungsi bisa pulang, kata penasihat senior pemerintah Rusia.

    Ada sedikit prospek dari kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS), yang sekarang bersumpah akan mempertahankan pasukan di Suriah sampai Iran menarik diri, menurut keterangan Vitaly Naumkin dalam sebuah wawancara.

    Rusia justru berfokus pada upaya untuk mengatur pertemuan puncak Suriah di Turki dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Rencana tersebut ditunda oleh tuntutan Eropa untuk proses transisi dari kepemimpinan Bashar al-Assad.

    “Saya tidak mengerti mengapa Eropa harus selalu tunduk kepada Washington,” kata Naumkin, seorang pejabat Rusia untuk urusan kebijakan di Suriah. “Jika Eropa berpikir kita dapat menyingkirkan Assad, dan bahwa beberapa kekuatan oposisi moderat akan berkuasa, mereka hidup di dunia fantasi. Kaum radikal akan mengambil alih dan akan memotong tenggorokan rakyatnya.”

    Pada beberapa masalah Timur Tengah—seperti membela kesepakatan nuklir Iran—Uni Eropa telah memihak Rusia dalam menentang kebijakan AS di bawah Donald Trump. Dan Merkel secara khusus memiliki motif untuk membantu Suriah pulih dari perang sipilnya. Penerimaan terhadap sekitar setengah juta warga Suriah—di tengah krisis pengungsi terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II—berkontribusi pada kebangkitan gerakan sayap kanan yang telah melemahkan kekuasaannya.

    Presiden Rusia Vladimir Putin menantang Merkel dengan kebutuhan akan uang untuk membangun kembali Suriah, ketika mereka bertemu dalam pertemuan pemerintah Jerman di luar Berlin pada bulan Agustus. Ketika dia melakukannya, Putin menggarisbawahi ancaman bahwa lebih banyak pengungsi kemungkinan akan pergi ke Eropa.

    ‘MENGAPA TIDAK MEMBANTU?’
    Tetapi baik Merkel maupun seluruh Eropa tidak sejalan dengan Rusia terkait kebijakan Suriah. Untuk Putin, hal tersebut meningkatkan risiko terjebak dalam kondisi tak menyenangkan. Intervensi militernya berhasil menopang Assad, tetapi rancangan undang-undang untuk rekonstruksi pasca-perang diperkirakan mencapai $250 miliar oleh PBB, dan negara-negara Barat menolak seruan Rusia untuk berkontribusi.

    “Mengapa Anda tidak ingin membantu orang yang kembali ke Suriah, bahkan di wilayah yang dikuasai pemerintah?'” kata Naumkin, kepala Institut Studi Oriental di Moskow dan anggota klub diskusi Valdai yang didukung Kremlin. Dia meminta negara-negara Eropa untuk membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit, dan jalan.

    Para pemimpin Uni Eropa dan AS mengatakan bahwa Assad sebagian besar harus disalahkan atas kematian ratusan ribu orang selama perang, dan stabilitas tidak mungkin terjadi di bawah pemerintahannya.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG