• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ragam Alasan Memberikan Tip

Black Feather

IndoForum Newbie E
No. Urut
111860
Sejak
2 Jan 2011
Pesan
61
Nilai reaksi
3
Poin
8
Anda tentu sering menggunakan jasa orang lain untuk melayani kebutuhan personal. Sebut saja jasa perawatan kecantikan, mulai merapikan alis, memotong atau menata rambut, hingga mempercantik kuku Anda. Atau barangkali Anda gemar memanjakan diri dengan perawatan tubuh yang membuat fisik dan pikiran rileks seperti spa. Bagaimana dengan perawatan kendaraan di bengkel, seperti servis berkala? Anda tentu juga membutuhkan mekanik untuk menyehatkan kembali kendaraan Anda. Bahkan, saat memesan makanan yang Anda bayar di restoran, Anda juga membutuhkan pelayan untuk mengantarkan ke meja makan. Apakah Anda juga terbiasa memberikan tip kepada para "penolong" Anda ini?

Tip sebagai bentuk penghargaan

Berapapun nilai tip yang Anda berikan, berarti bagi mereka yang bekerja untuk "melayani" kebutuhan pelanggan. Meskipun Anda alpa atau tak punya recehan untuk berbagi kepada mereka, bukan jadi soal karena ucapan terima kasih dan senyuman pun menjadi "tip" berharga yang menandai kepuasan Anda atas kerja mereka.

"Tip bagi saya bentuk penghargaan atas kerja, sama seperti bonus pada karyawan yang bekerja di perusahaan besar. Artinya pelanggan puas dengan pelayanan yang saya berikan. Tetapi kalaupun tidak memberikan tip, ucapan terima kasih atau sekadar senyuman juga membuat saya merasa dihargai, artinya pelanggan suka atau puas dengan jasa yang saya berikan," papar Lola, bukan nama sebenarnya, terapis spa, kepada Kompas Female.

Tip sebagai pemasukan tambahan yang berarti
Tip yang diberikan pelanggan atau konsumen kepada penyedia jasa juga berharga dan besar nilainya. Bagi Anda yang sering menggunakan jasa taksi, membayar lebih dari ongkos yang seharusnya menjadi bonus bernilai bagi sang supir. Kumpulan uang tip yang didapat dari penumpang menjadi pemasukan tambahan yang berarti. Setidaknya, ada uang lebih yang bisa dinikmati bersama keluarga, setelah seharian menyetir untuk menyetorkan pendapatan yang tersisa tak seberapa untuk dibawa pulang.

Sano, bukan nama sebenarnya, mengakui meski senang bekerja sebagai supir taksi, tak banyak uang yang didapat per harinya untuk dibawa pulang. Perusahaan tempatnya bekerja menerapkan sistem komisi. Sano menghitung, jika seharian berkeliling, mulai subuh hingga tengah malam, ia pulang dengan komisi (pendapatan) 10 persen saja dari pemasukan seharian.

"Kalau bukan pemberian dari tamu (penumpang-RED), pemasukan sangat kecil," akunya saat berbincang dengan Kompas Female.

Anda punya pengalaman lainnya seputar pemberian tip? Meski terkesan tak bernilai, tip bukan hanya bisa membantu orang lain meningkatkan ekonomi keluarga. Tip juga bisa menjadi salah satu bentuk motivasi diri untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Semakin baik pelayanan yang Anda terima, rasanya enteng saja memberikan tip yang besar nilainya bukan?

Terapis spa atau massage, penata rambut atau pekerja salon, supir taksi, mekanik bengkel, pelayan restoran, petugas vallet parking adalah sederet pekerja jasa yang umumnya menerima tip. Soal nilai tip tentu tak ada ukurannya, karena semua kembali kepada penilaian Anda atas jasa yang diberikannya. Jika tak puas, sah saja Anda sungkan memberikan uang lebih. Namun jika puas, apa sulitnya memberikan tip sebagai bentuk lain ucapan terima kasih.

"Saya sungkan ah kalau membicarakan tip," kata Lola yang mengaku mendapat tip mulai Rp 10.000 hingga ratusan ribu sebagai bentuk kepuasan pelanggan atas jasa terapis spa darinya.

Sementara bagi Sano, jumlah tip taksi yang diterimanya beragam. Biasanya pembulatan dari harga yang tertera di argo. Namun untuk pelanggan yang sudah mengenalnya dan sering menggunakan jasanya, seringkali memberikan tip dalam jumlah besar, senilai dengan tarif taksi yang harus dibayarkan pelanggan.

Bagaimana dengan Anda? Kepada siapa Anda seringkali memberikan tip, dan apa alasan utamanya?
(k)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.