yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Belum lama sejak puncak Gunung Guntur mengalami kebakaran, hal serupa terjadi pada puncak Gunung Papandayan. Hutan di ketinggian sekitar 2620 mdpl ini pun terbakar sejak Rabu (29/7) dan baru bisa dipadamkan pada Kamis (30/7).
Kepala Seksi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Jawa Barat, Toni Ramdani, mengatakan hutan yang mengalami kebakaran seluas sekitar dua hektare. Kebanyakan ditumbuhi pepohonan endemik, yakni raksamala.
"Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan ini dan menghitung jumlah pohon yang terbakar. Apakah dibakar karena aktivitas pendakian, pembakaran, atau secara alami," kata Toni, Kamis (30/7).
Rabu (29/7) pagi, katanya, kebakaran sudah terlihat oleh warga sekitar. Petugasnya kemudian membuat sekat bakar dengan menumbangkan tanaman di sekeliling lokasi kebakaran sehingga kebakaran tidak akan meluas atau merambat.
Baru pada Kamis (30/7) pukul 12.00, katanya, kebakaran hutan dapat dipadamkan. Namun demikian, para petugas masih mengawasi sekitar lokasi kebakaran supaya memastikan tidak ada bara lagi yang menyala.
"Hambatan kami untuk memadamkannya adalah tidak ada sumber air di sekitar lokasi. Menuju lokasinya juga membutuhkan waktu empat jam dari pusat perkemahan di Pondok Saladah. Angin bertiup kencang, dan kami pakai sistem sekat bakar," katanya.
Toni menuturkan tidak akan menutup TWA Gunung Papandayan walaupun kebakaran ini terjadi di gunung tersebut. Hal ini disebabkan jauhnya lokasi kebakaran dengan lokasi pendakian dan perkemahan. Kebakaran ini pun tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Seksi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Jawa Barat, Toni Ramdani, mengatakan hutan yang mengalami kebakaran seluas sekitar dua hektare. Kebanyakan ditumbuhi pepohonan endemik, yakni raksamala.
"Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan ini dan menghitung jumlah pohon yang terbakar. Apakah dibakar karena aktivitas pendakian, pembakaran, atau secara alami," kata Toni, Kamis (30/7).
Rabu (29/7) pagi, katanya, kebakaran sudah terlihat oleh warga sekitar. Petugasnya kemudian membuat sekat bakar dengan menumbangkan tanaman di sekeliling lokasi kebakaran sehingga kebakaran tidak akan meluas atau merambat.
Baru pada Kamis (30/7) pukul 12.00, katanya, kebakaran hutan dapat dipadamkan. Namun demikian, para petugas masih mengawasi sekitar lokasi kebakaran supaya memastikan tidak ada bara lagi yang menyala.
"Hambatan kami untuk memadamkannya adalah tidak ada sumber air di sekitar lokasi. Menuju lokasinya juga membutuhkan waktu empat jam dari pusat perkemahan di Pondok Saladah. Angin bertiup kencang, dan kami pakai sistem sekat bakar," katanya.
Toni menuturkan tidak akan menutup TWA Gunung Papandayan walaupun kebakaran ini terjadi di gunung tersebut. Hal ini disebabkan jauhnya lokasi kebakaran dengan lokasi pendakian dan perkemahan. Kebakaran ini pun tidak menimbulkan korban jiwa.