v0LtaGe
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 15398
- Sejak
- 10 Mei 2007
- Pesan
- 7.851
- Nilai reaksi
- 297
- Poin
- 83
Aku masih sebelas
Saat terulur tangan menawarkan batangan
Batangan yang katanya pembawa kebahagiaan
Putih,panjang mulus sehalus kertas
Sekali hisap
Ternyata surga benar adanya
Dua kali hisap
Dunia semakin fana
Tiga,empat,lima dan enam
Dan angka terus melaju
Bahkan mendahului hitungan waktu
Batang datang,batang kuhisap,batang kubuang
Aku pun tujuh belas
Barangkali sudah ribuan batang kubuang
Banyaknya batang tak sebanding jumlah prestasiku
Bunda marah,bapa pasrah
Uang pun bukan masalah
Peras,rampok dan curi sudah biasa
Demi batangan putih nan nikmat
Batangan yang katanya berbahaya untuk kesehatan
Dua puluh satu
Paru-paru mulai meronta
Kata si jubah putih,teman P ku tak mampu bertahan
Ia bertemu dengan teman lama nya,si K
Ya,si K,Tuan Kanker perenggut nyawa
Terhenyak,ku duduk membisu
Lebih bisu daripada sebongkah batu
Bahkan mungkin batu bersorak sorai sekarang
Merayakan betapa suksesnya aku gagal merintis masa depan
Ah
Usai sudah
Jalan itu telah berlari
Ia telah memilih untuk bersembunyi
Sebab ia terlalu lama menanti
Sesal pun tiada harga
Simpanlah airmata
Hanya doa ku panjatkan
Semoga Tuhan berkasihan
Saat terulur tangan menawarkan batangan
Batangan yang katanya pembawa kebahagiaan
Putih,panjang mulus sehalus kertas
Sekali hisap
Ternyata surga benar adanya
Dua kali hisap
Dunia semakin fana
Tiga,empat,lima dan enam
Dan angka terus melaju
Bahkan mendahului hitungan waktu
Batang datang,batang kuhisap,batang kubuang
Aku pun tujuh belas
Barangkali sudah ribuan batang kubuang
Banyaknya batang tak sebanding jumlah prestasiku
Bunda marah,bapa pasrah
Uang pun bukan masalah
Peras,rampok dan curi sudah biasa
Demi batangan putih nan nikmat
Batangan yang katanya berbahaya untuk kesehatan
Dua puluh satu
Paru-paru mulai meronta
Kata si jubah putih,teman P ku tak mampu bertahan
Ia bertemu dengan teman lama nya,si K
Ya,si K,Tuan Kanker perenggut nyawa
Terhenyak,ku duduk membisu
Lebih bisu daripada sebongkah batu
Bahkan mungkin batu bersorak sorai sekarang
Merayakan betapa suksesnya aku gagal merintis masa depan
Ah
Usai sudah
Jalan itu telah berlari
Ia telah memilih untuk bersembunyi
Sebab ia terlalu lama menanti
Sesal pun tiada harga
Simpanlah airmata
Hanya doa ku panjatkan
Semoga Tuhan berkasihan

