yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Inspeksi Mendadak (Sidak) Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Sarjono di lima lokasi proyek Sarana dan Prasarana (Sarpas) di Kecamatan Paron yang didanai APBB Pemkab Ngawi senilai Rp 13,4 Miliar, dinilai tak memuaskan.
Banyak pekerjaan yang finishing dan pelaksanaannya tidak sesuai dengan volume rencana pelaksanaan. Diantaranya, pavingisasi di Desa Paron, pengerasan jalan di Desa Gelung, perbaikan Gedung Serba Guna di Desa Jambangan, pavingisasi di Desa Dawu dan pengurukan jalan di Desa Tempuran.
"Memang secara tehknis banyak pekerjaan proyek Sarpras kurang sesuai realisasinya," terang Wakil Ketua DPRD Ngawi Sarjono kepada Surya, Selasa (20/1/2015).
Lebih jauh, Sarjono menjelaskan, semua hasil pekerjaan yang didanai anggaran Sarana dan Prasarana Desa Tahun 2014 dengan nilai total Rp 13,4 miliar itu hasilnya masih sesuai rencana. Akan tetapi masing-masing Desa penerima Sarpras tak menggunakan tenaga ahli sehingga hasil pekerjaan buruk.
"Kami melihat pavingnya tidak sesuai karena kualitasnya dibawah standar. Kemudian pekerjaan pengerasan jalan tidak beda jauh karena diperlukan tenaga teknis untuk pekerjaan itu, akhirnya pekerjaannya masih amburadul," imbuhnya.
Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi bakal merekomendasi ke Desa Paron untuk memperbaiki kualitas pavingnya, Desa Gelung memperbaiki pekerjaan pengerasan tanah yang kurang maksimal serta untuk ketiga desa lainnya memperbaiki semua hasil pekerjaan agar hasilnya maksimal bisa dimanfaatkan warga desa.
"Kami tetap meminta hasil pekerjaan diperbaiki meski anggarannya memang minim," tegasnya.
Banyak pekerjaan yang finishing dan pelaksanaannya tidak sesuai dengan volume rencana pelaksanaan. Diantaranya, pavingisasi di Desa Paron, pengerasan jalan di Desa Gelung, perbaikan Gedung Serba Guna di Desa Jambangan, pavingisasi di Desa Dawu dan pengurukan jalan di Desa Tempuran.
"Memang secara tehknis banyak pekerjaan proyek Sarpras kurang sesuai realisasinya," terang Wakil Ketua DPRD Ngawi Sarjono kepada Surya, Selasa (20/1/2015).
Lebih jauh, Sarjono menjelaskan, semua hasil pekerjaan yang didanai anggaran Sarana dan Prasarana Desa Tahun 2014 dengan nilai total Rp 13,4 miliar itu hasilnya masih sesuai rencana. Akan tetapi masing-masing Desa penerima Sarpras tak menggunakan tenaga ahli sehingga hasil pekerjaan buruk.
"Kami melihat pavingnya tidak sesuai karena kualitasnya dibawah standar. Kemudian pekerjaan pengerasan jalan tidak beda jauh karena diperlukan tenaga teknis untuk pekerjaan itu, akhirnya pekerjaannya masih amburadul," imbuhnya.
Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi bakal merekomendasi ke Desa Paron untuk memperbaiki kualitas pavingnya, Desa Gelung memperbaiki pekerjaan pengerasan tanah yang kurang maksimal serta untuk ketiga desa lainnya memperbaiki semua hasil pekerjaan agar hasilnya maksimal bisa dimanfaatkan warga desa.
"Kami tetap meminta hasil pekerjaan diperbaiki meski anggarannya memang minim," tegasnya.