Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Program Kompor listrik, kalian sudah punya atau belum nih di dapur. Jika sudah ada, dapat dong jelaskan mana yg lebih irit. kompor Gas atau sentrum?.
Wacana percobaan kompor listrik kini sedang dilakukan oleh PT PLN. Jika mengutip dari kompasdotcom. terdapat 69,5 juta keluarga pelanggan PLN yg mengpakai elpiji 3 Kg. Jadi, apabila mengacu pada program 300.000 kompor listrik, cuma sekitar 0,5 persen saja.
Saya belum dapat katakan mana yg lebih baik. Disentrum atau digas. Menurut saya sih, berdasarkan pengalaman pribadi, kalau mengpakai mode sentrum untuk memasak, sebenarnya suatu hal yg sudah lumrah loh.
Source: Aristya Rahadian /grafis CNBC
Tanpa disadari, seperti transformasi memasak nasi dari diatas tungku api, kini jadi lebih sering menpakai rice cooker. Menurut saya, itu lebih praktis & tidak repot. Bisa ditinggal nonton kan. Bukankah itu otomatis.
Nah, di tempat saya, juga sudah jarang memasak air mengpakai kompor. Untuk menciptakan kopi. Contohnya, lebih sering menpakai dispenser. Alasannya sama lebih cepet & tinggal tekan tombol, keluar air jadi deh. tinggal Srooot.
Bagaimana sekarang dengan kompor Listrik. Apa semua sama saja & kalau itu lebih praktis kenapa tidak. Apalagi lebih ekonomis kan dapat dipakai program ini.
Namun, semua harus tetap punya resiko. Jika dulu waktu migrasi dari minyak tanah ke Gas, yg ditakutkkan masyarakat kan kebakaran, ternyata hingga saat ini, jarang loh, penyebab kebakaran disebabkan oleh tabung gas LPG.
Maka sebaliknya. Jika kalian mengamati berita penyebab kebakaran, kan lebih sering itu disebut faktornya karena korseleting listrik. Dan jangan lupa, puntung rokok tukang juga pernah menyebabkan gedung terbakar. Jadi kalian setuju kan Gas ke Listrik?. Hari ini 16:01
Wacana percobaan kompor listrik kini sedang dilakukan oleh PT PLN. Jika mengutip dari kompasdotcom. terdapat 69,5 juta keluarga pelanggan PLN yg mengpakai elpiji 3 Kg. Jadi, apabila mengacu pada program 300.000 kompor listrik, cuma sekitar 0,5 persen saja.
Saya belum dapat katakan mana yg lebih baik. Disentrum atau digas. Menurut saya sih, berdasarkan pengalaman pribadi, kalau mengpakai mode sentrum untuk memasak, sebenarnya suatu hal yg sudah lumrah loh.
Source: Aristya Rahadian /grafis CNBC
Tanpa disadari, seperti transformasi memasak nasi dari diatas tungku api, kini jadi lebih sering menpakai rice cooker. Menurut saya, itu lebih praktis & tidak repot. Bisa ditinggal nonton kan. Bukankah itu otomatis.
Nah, di tempat saya, juga sudah jarang memasak air mengpakai kompor. Untuk menciptakan kopi. Contohnya, lebih sering menpakai dispenser. Alasannya sama lebih cepet & tinggal tekan tombol, keluar air jadi deh. tinggal Srooot.
Bagaimana sekarang dengan kompor Listrik. Apa semua sama saja & kalau itu lebih praktis kenapa tidak. Apalagi lebih ekonomis kan dapat dipakai program ini.
Namun, semua harus tetap punya resiko. Jika dulu waktu migrasi dari minyak tanah ke Gas, yg ditakutkkan masyarakat kan kebakaran, ternyata hingga saat ini, jarang loh, penyebab kebakaran disebabkan oleh tabung gas LPG.
Maka sebaliknya. Jika kalian mengamati berita penyebab kebakaran, kan lebih sering itu disebut faktornya karena korseleting listrik. Dan jangan lupa, puntung rokok tukang juga pernah menyebabkan gedung terbakar. Jadi kalian setuju kan Gas ke Listrik?. Hari ini 16:01