Politik Perundingan untuk Akhiri Perang Yaman Dimulai di Swedia

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 7 Dec 2018 at 13:05.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner C

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    732
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Perundingan untuk mengakhiri perang Yaman dimulai di Swedia pada Kamis (6/12). Pemerintah Yaman dan Houthi akan melakukan pertukaran tawanan sebagai salah satu langkah untuk memenangkan rasa saling percaya. Upaya terbaru yang disponsori PBB untuk menghidupkan kembali proses perdamaian ini, dibantu oleh dorongan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri pertempuran tersebut.

    Oleh: Sune Engel Rasmussen (The Wall Street Journal)

    Pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi sepakat pada Kamis (6/12), untuk menghidupkan kembali proses perdamaian yang diperantarai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan mengumumkan pertukaran tahanan yang komprehensif sebagai salah satu dari beberapa langkah untuk memenangkan rasa saling percaya, dalam upaya untuk mengakhiri perang hampir empat tahun yang telah menyebabkan puluhan ribuan orang tewas dan mendorong jutaan orang ke jurang kelaparan.

    Kesepakatan untuk menukar mungkin ribuan tahanan ditandatangani pada minggu lalu, meskipun angka pastinya belum ditentukan. Menuju perundingan tersebut, para pihak mengatakan bahwa mereka berupaya menuju langkah-langkah untuk membangun kepercayaan dari pihak lainnya, seperti membuka kembali bandara di ibu kota, Sana’a.

    “Hari ini menandai, kami berharap, kembalinya proses politik,” kata Martin Griffiths, utusan khusus PBB untuk Yaman.

    Perang itu mengadu pemerintahan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang didukung Saudi—yang memandang dirinya sebagai penguasa sah Yaman—melawan Houthi yang bersekutu dengan Iran, yang mengklaim mewakili sebuah revolusi rakyat di negara itu.

    Konflik antara koalisi yang dipimpin Saudi—terutama terdiri dari negara-negara Arab mayoritas Sunni—dan pemberontak Houthi, telah menyebabkan bencana kemanusiaan terburuk di dunia, meskipun ada tekanan internasional untuk menghentikan permusuhan.

    Beberapa putaran perundingan perdamaian Yaman telah runtuh dalam beberapa tahun terakhir, di mana perundingan sebelumnya ditetapkan untuk dilaksanakan pada bulan September, tetapi tidak terlaksana karena Houthi tidak hadir. Upaya terbaru yang disponsori PBB untuk menghidupkan kembali proses perdamaian ini, dibantu oleh dorongan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri pertempuran.

    Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan Jim Mattis mengeluarkan seruan terkoordinasi pada bulan Oktober untuk gencatan senjata di Yaman, seiring krisis kemanusiaan memburuk dan dukungan di Kongres AS untuk Arab Saudi terkikis, yang diperparah oleh pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi. Pekan lalu, Senat memilih untuk memajukan perdebatan tentang penarikan dukungan AS, yang mencakup pembagian intelijen dan penjualan senjata.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG