nurma
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 170780
- Sejak
- 25 Apr 2012
- Pesan
- 1.296
- Nilai reaksi
- 25
- Poin
- 48
MASA remaja adalah saat-saat dimana anak (laki-laki dan perempuan) mulai mencari jati diri dan memiliki segudang aktivitas, seperti sekolah, ekstrakurikuler, bimbingan belajar atau menekuni hobinya. Selain itu, para remaja juga mulai aktif berinteraksi dalam pergaulan sosial, sehingga mereka betul-betul menjaga penampilannya.
Di antara sederet aktivitasnya tersebut, ada satu permasalahan dasar yang sering dikeluhkan remaja. Ya, jerawat menjadi masalah umum yang dihadapi remaja dimana biasanya terjadi pada masa pubertas antara usia 14 hingga 19 tahun yang disebabkan perubahan hormon, sehingga bisa mengganggu penampilan mereka.
Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Gloria Novelita, SpKK, selama pubertas kelenjar minyak di kulit menjadi lebih aktif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85 % populasi mengalami jerawat pada usia 15-25 tahun.
"Jerawat memang tidak membahayakan, tetapi bisa memberikan dampak negatif bagi yang mengalaminya. Kulit jadi kurang indah karena terkena masalah seperti scar, flek, dan bopeng bekas jerawat," ujar dr. Gloria dalam peluncuran produk "Nexcare Acne Cover", di ANZ Tower, Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Lebih lanjut, ia mengatakan, selain makanan dan berlemak dan perubahan hormon, pemakaian bahan kosmetika tertentu secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat.
"Selain itu, cuaca panas, debu, dan polusi yang dihadapi setiap hari, juga dapat menjadi penyebab timbulnya jerawat," tambahnya.
Di antara sederet aktivitasnya tersebut, ada satu permasalahan dasar yang sering dikeluhkan remaja. Ya, jerawat menjadi masalah umum yang dihadapi remaja dimana biasanya terjadi pada masa pubertas antara usia 14 hingga 19 tahun yang disebabkan perubahan hormon, sehingga bisa mengganggu penampilan mereka.
Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Gloria Novelita, SpKK, selama pubertas kelenjar minyak di kulit menjadi lebih aktif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85 % populasi mengalami jerawat pada usia 15-25 tahun.
"Jerawat memang tidak membahayakan, tetapi bisa memberikan dampak negatif bagi yang mengalaminya. Kulit jadi kurang indah karena terkena masalah seperti scar, flek, dan bopeng bekas jerawat," ujar dr. Gloria dalam peluncuran produk "Nexcare Acne Cover", di ANZ Tower, Jakarta, Kamis (4/7/2013).
Lebih lanjut, ia mengatakan, selain makanan dan berlemak dan perubahan hormon, pemakaian bahan kosmetika tertentu secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat.
"Selain itu, cuaca panas, debu, dan polusi yang dihadapi setiap hari, juga dapat menjadi penyebab timbulnya jerawat," tambahnya.