• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Peninggalan Yunani dan Romawi di Turki (II)

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Setibanya di Bergama, kami masih harus menumpang dolmus untuk mencapai reruntuhan kota tua Pergamon. Dolmus yang kami tumpangi bergoyang hebat melewati jalanan berbatu. Konon pemerintah kota menjaga keaslian kota Bergama dengan tidak mengaspal sebagian jalan menuju reruntuhan kota tua Pergamon.

1turki2.jpg

Pada masa dinasti Attalid kota ini menjadi pusat kerajaan Pergamon, terletak di atas bukit sehingga sering juga disebut sebagai Acropolis of Pergamon. Acropolis yang dibangun oleh bangsa Yunani di Pergamon memiliki fungsi yang berbeda dengan Acropolis di Athena. Pembangunan Acropolis di Pergamon dikhususkan untuk perkembangan sosial dan budaya, di mana di Athena dikhususkan untuk masalah keagamaan.

Area reruntuhan kota tua Pergamon memiliki teater kuno tercuram di dunia yang dibangun pada masa Hellenistic, dengan 80 baris tempat duduk sehingga dapat memuat sekitar 10.000 penonton. Pada jaman dahulu pertunjukan teater memakan waktu hampir seharian, oleh karena itu teater ini dibangun di arena terbuka dengan pemandangan pedesaan di bawah bukit, sehingga para penonton dapat juga menikmati pemandangan alam yang indah. Saat ini ketika saya duduk di salah satu bangkunya, terlihat pemandangan kota modern Bergama.

1turkiPergamonTheater.jpg

Perpustakaan Pergamon adalah perpustakaan kuno kedua terbaik pada masa peradaban Yunani, memiliki koleksi sebanyak 200.000 volume yang pada akhirnya oleh Mark Antony diberikan kepada Cleopatra sebagai hadiah pernikahan untuk melengkapi perpustakaan di Alexandria. Konon asal kata perkamen bersinonim dengan kata Pergamon. Karena setelah Mesir melarang ekspor kayu papirus, raja Pergamon memerintahkan untuk mencari material baru, sehingga untuk pertama kalinya diproduksi perkamen yang terbuat dari kulit kambing dan sapi.

Bangunan yang begitu menarik perhatian kami adalah reruntuhan kuil Troya dengan pilar-pilar yang menjulang indah. Setelah kerajaan Pergamon dikuasai oleh bangsa Romawi, kuil ini dibangun pada abad ke 2 oleh Hadrian salah seorang murid Troya. Reruntuhan kuil Troya yang tersisa terdiri dari beberapa pilar berjajar yang disusun dengan gaya corinthian terbuat dari batu pualam.

1turkiKuilroya.jpg

Salah satu situs arkeologi yang sayangnya tidak bisa dilihat lagi di Pergamon adalah Altar Zeus. Peninggalan bersejarah ini dibawa oleh arkeolog Jerman dan sekarang hanya bisa dilihat di Museum Pergamon di Berlin. Pemerintah Turki hingga saat ini masih mengupayakan agar Altar Zeus bisa dikembalikan ke asalnya.

Kami terus berjalan menuruni bukit melewati berbagai reruntuhan bagian kota kuno lainnya, antara lain reruntuhan Sanctuary of Athena, Heroon, Gymnasium, Sanctuary of Hera,dan kuil Demeter. Meskipun sudah berusia ribuan tahun namun reruntuhan-reruntuhan ini masih dipelihara dengan baik.

Sekitar satu kilometer sebelah utara di bawah bukit Acropolis terletak reruntuhan Kizil Avlu (Red Basilica). Awal mulanya bangunan ini merupakan kuil Serapeum. Seiring berjalannya waktu kuil milik bangsa Romawi ini dialihfungsikan menjadi gereja dan direnovasi menggunakan bata merah. Meskipun sebagian bangunannya rusak parah oleh gempa, tetapi sekarang sebagian bangunan yang masih utuh digunakan dan dialihfungsikan sebagai mesjid.

1turkiTempleTroja.jpg

Saya sempat tinggal beberapa hari di Bergama, karena kebetulan rumah orang tua sahabat saya terletak di sana. Betapa senangnya karena mereka sangat ramah meskipun kami mengalami kendala bahasa.

Seperti budaya orang Indonesia yang senang berkumpul keluarga, mereka juga senang sekali kumpul-kumpul sambil piknik. Malah saya sempat di ajak piknik bersama tetangga-tetangga mereka ke pantai di Dikili. Saat menanti makanan disiapkan oleh para Ibu-ibu, yang lainnya menunggu sambil bermain Oki. Permainan Oki ini sangat terkenal di seluruh Turki. Tua atau muda menyukai permainan ini. Wah benar-benar pengalaman yang tak terlupakan.

1turkiOki.jpg

Bersambung lagi ya... Tessekur ederim
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.