baehaqi
IndoForum Senior E
- No. Urut
- 13414
- Sejak
- 29 Mar 2007
- Pesan
- 4.073
- Nilai reaksi
- 306
- Poin
- 83
"Otomatis kita hentikan proses hukumnya. Yang bersangkutan memberikan pernyataan dan mengakui semua kesalahan tidak mau mengulang lagi," kata Kapolda Banten Brigjen Rumiah saat dihubungi detikcom, Senin (31/8/2009).
Rumiah menjelaskan, Arif ditangkap bukan karena mengirim SMS soal Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) ke Ibu Ani Yudhoyono melainkan mengirim SMS ancaman ke Presiden SBY.
"Jadi bukan ke Ibu Negara, tapi ke Pak Presiden. Isinya yang jelas ada unsur ancaman, pencemaran nama baik dan penghinaan," jelasnya.
Kapolda menyatakan, Arif telah meminta maaf pada semua pihak, terutama kepada bapak presiden. "Jadi kita berikan kesempatan kembali kepada keluarganya. Yang bersangkutan sudah dipulangkan tadi pagi," demikian Brigjen Rumiah.
Arif, warga Kampung Lebak Purut, Desa Kupahandak, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Banten, ditangkap kepolisian Banten pada Sabtu (29/8) saat sahur pukul 03.00 WIB. Keluarganya menyebut dia ditangkap karena mengirim SMS keluhan soal Sutet yang melintasi rumahnya.
Jakarta - Tak ada maksud serius dari SMS teror yang dikirimkan oleh Arif Rohmana (39) kepada Presiden SBY. Guru SMP itu mengirimkan SMS tersebut hanya karena ingin mencari perhatian alias caper dari SBY semata.
"Motifnya hanya ingin mencari perhatian saja," kata Kapolda Banten Brigjen Rumiah saat dihubungi detikcom, Senin (31/8/2009).
Karena telah mengakui perbuatannya, akhirnya pada Senin pagi, Polda Banten membebaskan Arif. Arif pun membuat permintaan maaf secara tertulis kepada semua pihak, terutama SBY.
"Dia membuat pernyataan permohonan maaf secara tertulis," katanya.
Arif hanya 2 hari ditahan. Polisi menghentikan proses hukum terhadap dirinya karena dia telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf.
"Kecuali kalau nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kita akan proses kembali. Misalnya mengulangi lagi perbuatannya," tegasnya.
Kapolda menolak menjelaskan detil isi SMS teror tersebut. Yang jelas, menurutnya, SMS itu berisi ancaman, pencemaran nama baik, dan penghinaan. SMS tidak terkait Sutet seperti yang disampaikan keluarga Arif. "Tidak ada soal Sutet," ujarnya.
Kapolda enggan menjelaskan ke nomor mana SMS itu dikirimkan Arif, apakah ke SMS 9949 (hotline khusus untuk Istana). "Pokoknya ke nomor presiden. Itu ada di BAP," jawab Kapolda.
Arif, warga Kampung Lebak Purut, Desa Kupahandak, Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Banten, ditangkap kepolisian Banten pada Sabtu (29/8) saat sahur pukul 03.00 WIB.
Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng semalam menuturkan, Arif beberapa kali kali mengirim SMS dengan nada tidak pantas. Isi SMS tersebut lebih berisikan teror ketimbang masukan atau pun saran seperti layaknya para pengirim lain yang tiap harinya mencapai ratusan SMS.
"Sekarang ini, engkaulah target utama. Hati-hati, pada tanggal sekian akan terjadi sesuatu kepada presiden," Andi mencontohkan salah satu isi SMS.
detiknews.com