• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.
  • Tips kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19:
    • Cuci tangan kamu sesering mungkin;
    • Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter;
    • Minimalkan kegiatan di luar ruangan.
    Stay safe in your bubble!

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban

Angela

IndoForum Addict D
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
27.510
Nilai reaksi
5
Poin
0


Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban


Pondok pesantren merupakan sebuah wadah pendidikan yg berorientasi islami. Maka dari itu, pesantren jadi opsi bagi beberapa masyarakat untuk menitipkan anaknya supaya mendapatkan pendidikan yg lebih baik & bernilai agamis.

Pesantren memang sudah jadi bagian dari pendidikan masyarakat Indonesia. Karena kehadiran ponpes di negeri ini sudah ada sejak dahulu, bahkan tidak sedikit pesantren yg sudah berdiri sudah lama masih tetap eksis dalam ranah dunia pendidikan islami.

Kegiatan di pesantren memang cukup padat & sudah terjadwal. Seluruh aktivitas santrinya sudah disusun secara rapi serta tertib. Hal ini bertujuan supaya para peserta didik di sana jadi pribadi yg disiplin & bertanggung jawab. Pesantren memang memiliki nilai jual yg lebih dari lembaga pendidikan islami yg non pesantren.

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban


Dewasa ini, pesantren di Indonesia sudah menjamur. Tak cuma di kota-kota, namun sudah hingga pelosok desa baik yg secara kuantitas masih kecil atau sudah besar, keberadaan pesantren sudah merata & mudah sekali dijumpai.

Biasanya di pesantren dipimpin oleh seorang kiai yg memiliki ilmu agama luas. Mereka juga memiliki beberapa pengasuh yg ditugaskan untuk memantau kegiatan santri, sebab tak mungkin sang kiai memperhatikan anak didiknya selama 24 jam maka dari itu ditunjuklah orang-orang kepercayaannya untuk mengawasi.

Pondok pesantren memang bertujuan untuk memperdalam ilmu agama. Namun, apa jadinya kalau beberapa lembaga Islami tersebut ternyata jadi tempat kriminalitas yg mana dilakukan oleh oknum pesantren itu sendiri. Tentu hal ini akan mengurangi minat & kepercayaan masyarakat kepada pesantren.

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban


Sebuah kejadian memilukan sekaligus memalukan kembali menerpa pesantren. Setelah sebelumnya heboh berita pimpinan pesantren di Bandung yg mencabuli belasan santrinya. Kini, di Subang seorang pengasuh salah satu pondok pesantren dengan tega memperkosa santrinya sendiri.

Seorang pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang ditangkap polisi karena sudah terbukti bersalah atas pemerkosaan seorang santrinya yg berusia 15 tahun.

Diketahui bahwa pelaku berinisial DAN (45) dengan tega memperkosa santrinya sendiri sebanyak 10 kali. Perbuatan tak senonoh itu dilakukannya dalam kurun waktu satu tahun. Selain jadi pimpinan pesantren, ternyata pelaku juga bekerja sebagai salah satu staf di Kementerian Agama (Kemenag), Subang.

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban


Terbongkarnya perilaku jahat pelaku diketahui setelah ibu korban membaca tulisan anaknya sebanyak enam lembar yg di dalamnya terdapat permintaan maaf karena sudah tidak suci lagi sebab kehormatannya sudah direnggut oleh gurunya sendiri. Adapun modusnya ialah pelaku memanfaatkan statusnya sebagai guru dengan alibi supaya mendapat ridhonya.

Mendapati hal itu, orangtua korban melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian & tersangka di tangkap di kediamannya tanpa perlawanan.

Kini, korban mengalami trauma akibat kejadian memilukan tersebut sehingga perlu dilakukan pendampingan dari unit Perlindungan anak & perempuan.

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban


Apa yg terjadi pada santriwati tersebut haruslah jadi evaluasi bagi pendidikan khususnya dunia pesantren. Sebagai orang tua paling tidak perlu mengerjakan beberapa langkah ketika memutuskan anaknya masuk ke dalam pesantren, yakni :

1. Kenali pesantrennya

Sebelum memasukkan anak ke pesantren, baiknya orangtua mengenali pondok tersebut. Lakukan observasi mengenai siapa pimpinannya, kegiatan pesantren, visi & misi & sejarah dari pondok itu sendiri. Hal ini guna jadi evaluasi supaya kita dapat meminimalisir tindakan semacam ini.

2. Lakukan kunjungan rutin

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban


Setelah anak masuk pesantren baiknya dilakukan kunjungan rutin paling tidak tiga bulan sekali. Hal ini supaya dapat memantau perkembangan anak & bertanya tentang perasaannya selama di pesantren serta kegiatan yg dilakukan.

3. Lakukan pendekatan kepada civitas pesantren

Hendaknya orang tua & segenap pengasuh pesantren adanya pendekatan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan komunikasi kepada keberadaan sang anak di pesantren tersebut. Selain itu juga supaya anak benar-benar dijaga dengan baik.

4. Lakukan komunikasi intensif kepada anak saat mereka pulang dari pesantren

Pengasuh Ponpes di Subang Perkosa Santriwati 10 Kali, Terbongkar dari Tulisan Korban


Saat anak libur dari pesantren, orangtua dapat mengerjakan komunikasi intensif kepada anaknya. Orangtua dapat bertanya soal pergaulan mereka, cara belajar, & sikap pengasuh pesantren dalam mendidik.

5. Berdoa

Langkah kelima ini harus sering dijalani setelah usaha yg maksimal sudah dilakukan. Doa meminta supaya sang anak dijauhkan dari hal-hal yg tidak baik.

Sumber :

Opini pribadi

1​
Hari ini 19:59
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Atas.