• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pendanaan Teroris Mulai Menyusut

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
VoZH.jpg
Gencarnya pihak kepolisian memburu kelompok teroris di Indonesia dan putusnya aliran dana dari luar negeri membuat pendanaan untuk aksi teror semakin menyusut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNPT Ansy'ad Mbai saat menggelar acara diskusi dengan wartawan di Kafe Bober, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Selasa (20/8/2013).

"Akses mendapatkan dana bagi mereka (teroris) sedikit, kalau dulu mulai bom Bali 1 sampai JW Marriot itu jelas sekali aliran dana terungkap di pengadilan," tuturnya.

Menurutnya, saat ini para teroris sudah mulai kesulitan dalam hal pendanaan. Pasalnya, para donatur yang mendapat uang dari kerajaan saudi arabia sudah diputus aksesnya.

"Dulu ada salah satu yayasan besar yg tidak paham, seperti ada orang datang mengaku berjuang demi agama diberikan donasi, tapi sekarang dunia internasional sudah tau jadi memutus (dana) itu," jelasnya.

Saat ini, dengan putusnya aliran dana tersebut para teroris khususnya yang beraksi di Indonesia mulai memfokuskan pencarian dana dengan caranya sendiri-sendiri yang dilakukan di dalam negeri. Salah satunya adalah dengan cara merampok.
 
Maju terus pak polisi, jangan takut ditembak orang tak dikenal.. =D>
Tangkap terus terrorist, habisi sampai ke akar-akar nya biar dunia Indonesia aman, tenteram dan terkendali :-bd
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.