Politik Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Indonesia-Australia Mungkin Ditunda

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 10 Nov 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner D

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    602
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Penandatanganan perjanjian perdagangan Indonesia-Australia kemungkinan akan ditunda. Menteri Perdagangan Indonesia mengatakan bahwa pemindahan Kedutaan Besar Australia ke Yerusalem dapat menunda pendandatanganan perjanjian itu. Penandatanganan itu sebelumnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 14 November mendatang.

    Oleh: James Massola dan Karuni Rompies (The Sydney Morning Herald)

    Penandatanganan perjanjian perdagangan Indonesia-Australia sekarang dapat ditunda, di mana Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita mengakui kegelisahannya bahwa kemungkinan pemindahan Kedutaan Besar Australia di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem dapat mendorong mundur tanggal penandatanganan.

    Dan Lukita telah menyarankan agar Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengangkat telepon dan berbicara dengan rekannya di Indonesia, Retno Marsudi, untuk mengatasi kekhawatiran Indonesia atas pemindahan kedutaan tersebut.

    Fairfax Media mengungkapkan minggu ini bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia—nama resmi untuk perjanjian perdagangan tersebut—telah diterjemahkan dan secara hukum ‘dikaji’ untuk memastikannya mematuhi hukum kedua negara dan siap untuk ditandatangani.

    Tanggal yang ditulis untuk penandatanganan tersebut adalah 14 November pada pertemuan ASEAN di Singapura yang akan dihadiri oleh Perdana Menteri Scott Morrison dan Presiden Joko Widodo. Keduanya akan mengadakan pertemuan bilateral singkat di acara tersebut.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG