yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
BREBES – Memasuki H-9 Lebaran, geliat arus mudik mulai terasa. Di pintu masuk Jawa Tengah dari arah barat yakni di Brebes, kendaraan pemudik baik roda empat atau lebih dan roda dua mulai memasuki jalur pantura.
Kendati demikian, kendaraan pemudik masih belum melintas secara bergerombol.Mereka masuk Jateng dari daerah sebelah barat (Jawa Barat), baik melalui Cisanggarung Brebes, atau Tol Pejagan hingga ke arah timur merambah daerah wilayah Jateng,Jatim dan daerah lainnya.Pemudik ratarata berkendara secara berboncengan bersama anggota keluarga,atau rekannya.
Untuk pemudik sepeda motor, rata-rata jok bagian belakang, bagasi sepeda motor dan bagian tengah terlihat penuh dengan barang bawaan. Sedangkan untuk pemudik dengan menggunakan mobil pribadi,barang bawaan tampak menggunung di bagian atas kendaraan. Kodir, 38, salah seorang pemudik sepeda motor dari Jakarta tujuan Demak mengaku melakukan perjalanan mudik lebih awal. Alasannya, menghindari kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di jalur mudik dekat Lebaran. “Kami biasa mudik awal karena tidak ingin kena macet,” katanya ditemui di jalur pantura Martoloyo, Kota Tegal,kemarin.
Menurutnya, bila arus lalu macet jelas akan menguras tenaga dan juga pengeluaran. Sementara mudik dengan sepeda motor, menurutnya, lebih hemat dibanding naik kendaraan umum. Selain, ongkos naik kendaraan umum lebih mahal, juga tidak bisa menentukan waktu dan tempat istirahat sesuka hati. Sehingga, dengan menaiki sepeda motor, maka akan terasa lebih hemat dan bebas di perjalanan.“Pengeluaran kami untuk mengisi bensin dari Jakarta hingga sampai di Demak mungkin tidak lebih dari Rp100.000," jelasnya.
Kodir yang mudik bersama rekannya Ardian,32, mengaku berangkat dari Jakarta berangkat pukul 08.00 dan diperkirakan sampai Demak pukul 20.00 WIB. Pemudik mobil pribadi, Ridwan,40, mengatakan, dirinya hendak mudik ke Comal Pemalang dari Bandung, Jawa Barat.Dia mudik lebih awal karena kerjanya memang sudah memasuki waktu libur.“Kalau nanti-nanti, jelas jalan raya akan tambah macet,” katanya di pantura Tegal.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Kota Tegal Chairul Huda mengatakan, pemudik yang melewati ruas pantura Tegal agar mewaspadai adanya titik kemacetan atau titik rawan kecelakaan. Sebab, itu penting diperhatikan mengingat arus lalu lintas saat mudik dipastikan akan tambah padat. “Titik rawan macet itu di perbatasan Tegal-Brebes, Pasar Margadana, persimpangan terminal bus,perempatan Pacific Mall, Mulyadana, Pasar Sore,Jalan Yos Sudarso,Pelabuhan dan lain sebagainya,”paparnya.
Jateng Siap Sambut
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menegaskan persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini sudah baik. Menurut mantan Pangkostrad ini, seluruh instansi dan pemangku kepentingan yang terkait dengan pelayanan Lebaran telah bertugas sesuai bidangnya masing-masing.
“Saya juga terus melakukan koordinasi dengan pak Kapolda, Pangdam, maupun instansi lain mengenai persiapan Lebaran ini.Sampai saat ini tidak ada masalah,hanya tinggal pengendalian di lapangan,” ujarnya di sela-sela apel siaga kesiapan Pos Lebaran 1433 Hijriah di Semarang kemarin.
Bibit mencontohkan, untuk kawasan jalan raya,kendali di bawah kepolisian. Sementara pemerintah menyiapkan angkutan, infrastruktur,maupun tempat-tempat peristirahatan.“ Semuanya sudah siap. Soal kebutuhan bahan pokok juga tidak masalah,”tegasnya.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan, pemudik yang bakal masuk provinsi ini sekitar 5.756.100 orang. “Ada yang menggunakan sepeda motor, angkutan umum,mobil pribadi,maupun moda transpostrasi yang lain,” katanya.
Terpisah, Dishubkominfo DIY memprediksi sebanyak 1–1,5 juta kendaraan pribadi akan masuk provinsi ini pada masa mudik nanti. Jumlah tersebut tidak hanya kendaraan tujuan ke DIY, tapi juga yang hanya melintas. Untuk menutup kebutuhan angkutan Lebaran, Dishubkominfo menginformasikan ada sekitar 630 unit bus pariwisata siap mendukung kebutuhan transportasi.“ Kalau yang AKAP ada 446 bus dan AKDP ada 674 unit,” ujar Kepala Bidang Angkutan Dishubkominfo DIY Anna Rina.
Kepala Biro Operasional Polda DIY Kombes Polisi Sukamso mengatakan saat ini dilakukan upaya penertiban kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor. “Dari koordinasi pada 25 Juli lalu di Mabes, di titik-titik pemberangkatan akan dilakukan imbauan serta penindakan. Penindakan bukan penilangan, tapi mencoba memberikan moda transportasi alternatif berupa bus dan truk untuk sepeda motor,”tandasnya.
Sementara itu,Mabes Polri mengimbau para pemudik yang akan melintas di jalur alternatif untuk lebih berhatihati. Selain rentan aksi kriminalitas, sejumlah titik di jalur alternatif rawan kecelakaan. Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pol Puji Hartanto menuturkan berdasarkan data 2011,angka kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi di luar jalur-jalur utama.Kecelakaan biasanya dipicu pengemudi yang tidak hapal karakteristik jalur alternatif.
“Selain itu, jalur alternatif setelah keluar dari tol bisanya tidak banyak kendaraan yang melintas. Ini memicu pengendara melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi,”ujar Irjen Puji Hartanto di sela-sela Apel Bersama Operasi Ketupat 2012 di Lapangan Monas, Jakarta, kemarin.