• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pembatasan BBM Diakali, Ini Modusnya

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
04Ltu.jpg

Ketua BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng mengaku, petugas stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) memiliki kendala dalam membatasi penggunaan BBM bersubsidi sehingga BBM bersubsidi banyak disalahgunakan oleh masyarakat.

"Di lapangan, petugas SPBU memiliki banyak kendala saat harus menyalurkan BBM bersubsidi. Temuannya macam-macam," kata Andi saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Rabu (24/10/2012).

Menurut Andy, petugas SPBU tidak berani memberlakukan kepada masyarakat, khususnya dari TNI atau Polri. Begitu juga saat petugas SPBU tidak mengenali pelat khusus (RFD, RFN, RFS, dan sebagainya). Padahal, pelat mobil tersebut merupakan identitas kendaraan yang dikuasai atau dimiliki oleh instansi pemerintah.

Selain itu, petugas SPBU ini juga tidak memiliki kekuatan hukum yang jelas untuk melindungi dirinya. Di sisi lain, banyak juga kendaraan pelat dinas (merah) yang sengaja diganti dengan pelat hitam (palsu).

"Ada juga pengguna yang batal mengisi di SPBU yang ada pengawas atau diingatkan untuk tidak mengisi premium dan pindah ke SPBU lain," tambahnya.

Selain itu, kata Andy, pengguna premium juga ada yang berpindah atau migrasi untuk mengisi BBM di SPBU di luar wilayah pengawasan bagi pengguna yang berada atau tinggal di perbatasan wilayah tersebut. Ada juga SPBU-SPBU yang menjual BBM solar non-subsidi mengalami penurunan omzet penjualan yang sangat drastis, khususnya solar non-subsidi, dikarenakan kendaraan pertambangan dan perkebunan mengisi di SPBU-SPBU subsidi di tempat lain.

"Lebih parah lagi, banyak kendaraan pertambangan dan perkebunan justru melepas stiker," tambahnya.
 
wah kalau kayak gitu kagak banik ya gan dhi kurangi terus gan
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.