• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pelajaran Kesenian Jangan Dianggap Remeh

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. yamiza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

yamiza

IndoForum Junior A
No. Urut
19929
Sejak
5 Agt 2007
Pesan
2.902
Nilai reaksi
107
Poin
63
Jakarta, Kompas - Kegiatan belajar di sekolah hendaknya mempertahankan pendidikan kesenian dalam berbagai jenisnya. Kesenian memengaruhi kehalusan rasa peserta didik di tengah proses belajarnya.

”Kesenian menggugah dan membentuk rasa dan nurani siswa. Jangan pisahkan dari pendidikan di sekolah,” kata Direktur SMA Kolese Kanisius Jakarta Romo E Baskoro Poedjinoegroho di sela-sela Canisius Education Fair 2008 bertema First Step for Your Future di Jakarta, Sabtu (13/9).

Hal senada diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Wardiyatmo. Untuk menjadi manusia unggul di era modern seperti sekarang, seseorang tidak cukup hanya dengan mengandalkan semata-mata kemampuan otaknya.

Setidaknya, harus melibatkan tiga kompetensi, yakni penguasaan ilmu pengetahuan alam dan teknologi (iptek), agama, dan seni budaya.

Hidup lebih mudah

Ilmu pengetahuan alam dan teknologi membuat hidup lebih mudah, agama memberi arah hidup, sedangkan seni budaya memberi rasa indah.

”Semua manusia pada dasarnya ingin hidup lebih baik. Namun, juga ingin ketenangan, menjauhi kekerasan, dan kebersamaan. Seni budaya penting dalam hal ini,” katanya.

Romo Baskoro mengatakan, pendidikan kesenian menjadi kegiatan wajib di SMA Kanisius dan ada angka penilaiannya. ”Yang penting siswa dapat terlibat dalam berkesenian, tidak harus menjadi mahir,” ujarnya.

Proses belajar tanpa berkesenian dalam berbagai jenisnya, di antaranya akan membuat rasa belajar kering. Siswa pun menjadi pribadi yang lemah dalam apresiasi dan ekspresi.

Secara khusus, manifestasi berkesenian ditampilkan secara kolosal pada pembukaan pameran dua hari itu. Selain orkestra siswa, lebih dari 550 siswa dan guru bergabung menari kecak di tengah lapangan sepak bola sekitar 20 menit.

Penampilan itu bersanding dengan pameran pendidikan yang diikuti 66 perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri. Pengunjung dari Kanisius maupun sekolah lain gratis berkonsultasi atau menjajaki pilihan kuliah.

Selain perguruan tinggi swasta dalam negeri, beberapa perguruan tinggi luar negeri ikut serta, seperti dari Singapura, Malaysia, Australia, Selandia Baru, Belanda, Jepang, dan Korea.

Sejumlah presentasi pengenalan berbagai jurusan juga digelar selama dua hari, Sabtu (13/9) dan Minggu (14/9). ”Kami berharap presentasi itu memberi informasi yang jujur dan tepat sehingga siswa mampu menimbang dengan jernih pilihan masa depannya,” kata Romo Baskoro. (GSA)

disadur dari Kompas

Dan ngomong-ngomong, di EduFair kemarin tarian kecak ditarikan oleh 600 orang siswa dan guru SMA Kanisius Jakarta.... termasuk saya :P
Gambar menyusul...
 
Oh ya? broww bisa nari kecak? ditungggu broww gambarnya :D
 
wah jadi pengen liad nih....
Tarian kecak tuh klo g sala yang ad di Rinso itu yah.../hmm

bukan ngolok yah...:P
 
OK, ini dia gambarnya.. maaf rada jelek :D
Image017.jpg

Image018.jpg
Image019.jpg
Image020.jpg
Image023.jpg
Image025.jpg
Image027.jpg
Image028.jpg
Image029.jpg
Image030.jpg
Image031.jpg
Image032.jpg
Image033.jpg
 
Memang seru kok... penari senang, penonton girang :D
Pas kami berhenti di tengah-tengah tarian, ribut banget tepuk tangannya :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.