yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pimpinan Proyek Pembangunan Pelabuhan Teluk Lamong, Hari Dharmawan, Jumat 27 September 2013, menjelaskan bahwa pelabuhan ini akan memiliki kapasitas tampung 1,2 juta kontainer berukuran Feet untuk tahun pertama. Tahun selanjutnya, bisa meningkat 3 juta kontainer dan terus bertambah pada tahun selanjutnya.
"Insya Allah awal Mei 2014 semua jenis pekerjaan pembangunan Pelabuhan Teluk Lamong di Surabaya ini akan rampung. Nanti, hanya sejumlah pekerjaan finishing saat dilakukan soft launching," ujar Hari di Surabaya, Jawa TImur.
Saat ini, ia melanjutkan, pembangunan fisik sudah mencapai 61 persen. Sisanya tinggal melakukan pembangunan jalan penghubung untuk keluar dan masuk, serta akses jalan lingkar yang menghubungkan ruas jalan tol. Sejumlah fasilitas pelayanan modern juga segera dipasang, yang didatangkan dari luar negeri.
Nantinya, pelabuhan ini tergolong lengkap dengan pemanfaatan teknologi secara maksimal, yang dikendalikan dengan komputer dan peralatan modern.
"Luas keseluruhan areal adalah 50 hektare. Dengan fasilitas untuk dermaga domestik dan internasional," kata Hari.
Sejumlah pembangunan yang sudah selesai adalah dermaga domestik dan internasional tempat bersandarnya kapal, terminal penumpukan peti kemas, terminal curah, dan dalam proses pengerjaan adalah untuk perkantoran. Termasuk, dari PT Pelindo, Bea Cukai, Karantina, dan lainnya.
Pekerjaan yang akan dilakukan mendekati Mei 2014, Hari menambahkan, adalah pengerukan kolam hingga kedalaman 13 LWS. "Perusahaan pemenang tender yang akan melakukan pekerjaan itu sudah ada, tinggal menunggu izin keluar, yang telah dikirimkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut," katanya.
Pimpinan proyek bagian pengadaan dan peralatan pembangunan Pelabuhan Teluk Lamong, Prasetyadi, dalam kesempatan yang sama menjelaskan, pelabuhan ini memiliki sejumlah peralatan canggih. Yakni, 10 unit Ship to Shore Crane (STS), 20 unit Automatic Stacking Crane (ASC), lima unit Straddle Carrier (SC), 50 unit Combined Terminal Tractor (CTT), dan Terminal Operating System (TOS) guna keperluan alat angkat dan alat angkut di Terminal Multipurpose Teluk Lamong.
"Nantinya, ada dua unit STS jenis Twin Lift terpasang di depan atau dermaga internasional dan 3 unit jenis Single Lift di belakang atau untuk dermaga domestik," kata Prasetyadi. "April 2014, alat-alat itu datang dan dipasang," imbuhnya.
Alat itu adalah Ship to Shore Crane, Automatic Stacking Crane, dan Straddle Carrier dibeli dari Konecranes, perusahaan asal Finlandia.
Penggunaannya dengan tenaga listrik, bukan diesel seperti yang ada saat ini ada di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Pelabuhan Tanjung Perak.
Humas PT Pelindo III, Edy Priyanto, menambahkan, anggaran Rp1,5 triliun telah disiapkan guna pengadaan berbagai peralatan canggih untuk pelayanan operasional Pelabuhan Teluk Lamong
"Pemenuhan peralatan itu, Pelindo telah menyiapkan anggaran senilai US$162,5 juta atau Rp1,5 triliun," kata Edi.
Edi menambahkan, keseluruhan pembangunan Pelabuhan Teluk Lamong menghabiskan biaya Rp3,4 triliun. "Dan, kita patut bangga, karena pembangunan Pelabuhan Teluk Lamong ini sepenuhnya dilakukan oleh putra Indonesia dan pengoperasiannya juga dilakukan bangsa sendiri," kata Edi.