Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
"Standbeeld van Jan Pietersz. Coen Waterlooplein Weltevreden".
Author/creator; G. Kolff & Co. (Batavia)
Published/created; [Between 1895 and 1908]
Selain di tanah kelahirannya Hoorn, Belanda, ada lagi patung Jan Pieterszoen Coen di Batavia. JP coen atau Mur Jangkung, nama panggilannya oleh orang Jawa adalah pendiri kota Batavia, cikal bakal Jakarta. Dia diketahui sebagai seorang pembesar kompeni yg kejam.
Untuk mengenang Jan Pieterzoon Coen, pemerintah kolonial Belanda membangun patungnya pada 1869. Tahun itu bertepatan dengan 250 tahun usia kota Batavia. Patung didirikan oleh Gubernur Jenderal Pieter Mijer (1866-1872). Patung Coen yg berdiri dengan jumawa sambil menunjuk jari telunjuknya dengan mottonya yg terkenal: Dispereet Niet ("pantang berputus asa").
Setelah berdiri selama 74 tahun di depan Gedung Putih, yg kini jadi kantor Menko Perekonomian, di lapangan Banteng, patung dari tembaga ini pun digusur & dihancurkan. Patung itu lenyap pada 7 Maret 1943 saat pendudukan Jepang. "Untuk menghapus bekas-bekas kolonial Belanda, saat itu semua yg berbau Belanda dihancurkan, termasuk patung JP Coen," mengatakan sejarawan JJ Rizal kepada merdeka.com.
Hari ini 16:31
Author/creator; G. Kolff & Co. (Batavia)
Published/created; [Between 1895 and 1908]
Selain di tanah kelahirannya Hoorn, Belanda, ada lagi patung Jan Pieterszoen Coen di Batavia. JP coen atau Mur Jangkung, nama panggilannya oleh orang Jawa adalah pendiri kota Batavia, cikal bakal Jakarta. Dia diketahui sebagai seorang pembesar kompeni yg kejam.
Untuk mengenang Jan Pieterzoon Coen, pemerintah kolonial Belanda membangun patungnya pada 1869. Tahun itu bertepatan dengan 250 tahun usia kota Batavia. Patung didirikan oleh Gubernur Jenderal Pieter Mijer (1866-1872). Patung Coen yg berdiri dengan jumawa sambil menunjuk jari telunjuknya dengan mottonya yg terkenal: Dispereet Niet ("pantang berputus asa").
Setelah berdiri selama 74 tahun di depan Gedung Putih, yg kini jadi kantor Menko Perekonomian, di lapangan Banteng, patung dari tembaga ini pun digusur & dihancurkan. Patung itu lenyap pada 7 Maret 1943 saat pendudukan Jepang. "Untuk menghapus bekas-bekas kolonial Belanda, saat itu semua yg berbau Belanda dihancurkan, termasuk patung JP Coen," mengatakan sejarawan JJ Rizal kepada merdeka.com.