yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pada Senin, 23 Desember 2013, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo, mengatakan, PT Perusahaan Listrik Negara telah mempersiapkan kebutuhan listrik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri.
"Penyediaan tenaga listrik secara nasional telah dipersiapkan pada periode H-3 Natal 2013 dan H+7 Tahun Baru 2014," kata Susilo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 23 Desember 2013.
Saat itu, dia menjelaskan, daya pembangkit mencapai 31.868 MW dengan beban puncak sebesar 27.532 MW, sehingga masih terdapat cadangan operasi sebesar 4.336 MW.
"Kebutuhan listrik saat Natal dan Tahun Baru lebih rendah daripada hari biasa. Di Jawa dan Bali beban puncaknya pun turun dari sekitar 22 ribu MW menjadi 19 ribu MW. Di samping itu, personelnya lebih siap," kata Susilo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 23 Desember 2013.
Selain itu, dia mengimbau agar masyarakat bijak dalam menggunakan listrik. "Mari kita hemat listrik. Dengan hemat listrik, otomatis rekening listrik juga akan turun dan membantu pemerintah mengurangi BBM. Karena, sebagian pembangkit listrik masih dioperasikan dengan BBM," ujar Susilo.
General Manager PLN P3B Jawa-Bali, E. Haryadi, menambahkan, ada tujuh pembangkit pada sistem kelistrikan Jawa-Bali yang akan diistirahatkan.
"Pembangkit yang mengalami reserved shutdown atau diistirahatkan mencapai 3.684 MW. Beberapa pembangkit itu adalah PLTU Suralaya 5-7, PLTU Paiton, PLTU Cilacap, PLTU Paiton JP (Jawa Power), PLTU Paiton PEC (Paiton Energy Company) 8, PLTU Pelabuhan Ratu, dan PLTU Pacitan," kata Haryadi.
Ketujuh pembangkit yang mengalami reserved shutdown itu, menurut Haryadi, disebabkan oleh beban kelistrikan pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru mengalami penurunan.
"Sistem kelistrikan Jawa Bali mempunyai daya mampu netto mencapai 30.095 MW dengan beban puncak yang paling tinggi pada Oktober, yaitu 22.567 MW," ujarnya.
Sementara itu, pada perayaan Natal, beban puncak hanya 19.408 MW atau turun 14 persen. Beban puncak pada Tahun Baru diperkirakan hanya 17.207 MW atau turun 24 persen.
"Penurunan beban kelistrikan ini dikarenakan banyaknya industri yang tidak beroperasi," kata dia.
Haryadi menyebutkan bahwa konsumsi listrik untuk 2014 akan tumbuh 7,6 persen dengan beban puncak kelistrikan Jawa-Bali naik hingga 24.488 MW.
Untuk itu, pada sistem kelistrikan Jawa-Bali akan ada beberapa pembangkit baru yang masuk sistem pada 2014, yaitu, PLTU Pratu unit 2 dan unit 3 (2x315 MW), PLTU Tanjung Awar-Awar unit 1 dan 2 (2x290 MW), PLTP Patuha 52 MW, PLTDG Bali 50 MW, dan PLTU Adipala 600 MW.