Berita Pasca Kecelakaan, Keselamatan Penerbangan Lion Air Jadi Sorotan

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 9 Nov 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner D

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    602
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Pasca-kecelakaan yang menewaskan 189 penumpang dan awak pesawat pada 29 Oktober lalu, keselamatan maskapai penerbangan Lion Air menjadi sorotan. Direktur Pelaksana Lion Air Daniel Putut, membantah adanya kesembronoan dalam budaya keselamatan maskapai penerbangan tersebut, dan menekankan bahwa pihaknya melakukan pemeliharaan sesuai dengan pedoman pabrik dan telah memenuhi semua persyaratan peraturan.

    Oleh: Reuters/Channel NewsAsia

    Pada bulan April 2013, Lion Air Boeing 737 gagal mendarat di landasan pacu di pulau resor Indonesia Bali dalam cuaca buruk dan menghantam laut, membuat pesawatnya retak terbuka di bebatuan.

    Semua 108 penumpang selamat. Tapi laporan pada bulan September 2014 oleh penyelidik kecelakaan udara di Indonesia, menyoroti adanya kesalahan dan pelatihan yang buruk, dan mengatakan bahwa co-pilot berusia 24 tahun itu gagal mematuhi “prinsip dasar penerbangan pesawat.”

    Lion Air—yang berjuang untuk keluar dari daftar hitam Uni Eropa karena “masalah keamanan yang tidak tertangani”—meminta Airbus, yang memasok sebagian dari armadanya, untuk membantu meningkatkan pelatihan.

    Uni Eropa menghapus maskapai penerbangan milik swasta tersebut dari daftar hitam pada tahun 2016, setelah menetapkan bahwa Lion Air memenuhi standar keamanan internasional. Tak satu pun dari sekitar 100 maskapai penerbangan Indonesia (kebanyakan dari mereka kecil) yang berada dalam daftar database 101, tetapi beberapa anak perusahaan masih berada dalam daftar hitam UE, di mana yang terakhir dicabut pada bulan Juni. Semua maskapai nasional dilarang pada tahun 2007—Garuda Indonesia adalah yang pertama dicabut pada tahun 2009.

    Jatuhnya pesawat Lion Air pada tanggal 29 Oktober ke laut lepas Jakarta telah menempatkan kembali sorotan pada catatan keselamatan maskapai tersebut, meskipun penyebabnya masih belum ditentukan. Tak satu pun dari 189 penumpang dan awak pesawat yang selamat.

    Krisis terbaru Lion Air itu menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan yang relatif baru tersebut, seiring mereka mencoba untuk mengimbangi permintaan yang tak terbendung untuk perjalanan udara di negara-negara berkembang, sembari berusaha mencapai standar yang membutuhkan berpuluh-puluh tahun untuk dicapai oleh pasar-pasar maju.

    Pensiunan Kepala Staf Angkatan Udara Chappy Hakim—seorang penasihat Kementerian Transportasi—mengatakan kepada Reuters bahwa dia menghindari terbang dengan Lion Air atau maskapai penerbangan Indonesia lainnya, dengan pengecualian Garuda, yang belum mengalami kecelakaan fatal sejak tahun 2007.

    “Saya tahu Garuda,” katanya tentang maskapai nasional tersebut. “Maskapai penerbangan lain, saya tidak percaya mereka melakukan perawatan dan pelatihan dengan benar.” Dia menolak untuk menjelaskan lebih lanjut.

    Direktur Pelaksana Lion Air Daniel Putut, membantah adanya kesembronoan dalam budaya keselamatan maskapai penerbangan tersebut, dan menekankan bahwa pihaknya melakukan pemeliharaan sesuai dengan pedoman pabrik.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG