yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SURABAYA – Sudah jatuh tertimpa tangga. Saat masih berjuang mendapatkan stan di Pasar Turi Baru, penampungan tempat mereka berdagang sementara malah habis dilalap api tadi malam.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan,api mulai terlihat menjalar sekitar pukul 20.30 WIB. Pertama kali api terlihat di Blok C stan pedagang sepatu. Angin yang berembus kencang membuat api cepat melahap bangunan dari kayu dan triplek itu. Sebanyak 17 mobil pemadam kebakaran pun berdatangan. Namun api tidak bisa dijinakkan.Api malah mengamuk, menghabiskan kios di sisi utara dan barat.
Hingga pukul 24.00 WIB api terus meluluhlantakkan bangunan milik para padagang yang dulu stannya sudah terbakar itu. Cepatnya kobaran api tak pelak membuat para pedagang yang malam itu sebenarnya sudah akan mulai menutup kios menjadi panik dan histeris. Suara jeritan dan isak tangis terdengar di antara kesibukan para pedagang yang berhamburan, berusaha menyelamat kan barang-barang mereka.
Wajah pilu para pedagang itu takbisadisembunyikan.Mereka hanya bisa meratapi nasib. Sejumlah pemilik stan bahkan ada yang nekat masuk ke dalam bangunan, menyelamatkan barang dagangan dengan melemparnya dari atas,meski api sudah sangat dekat. Dari tanah lapang lokasi bakal Pasar Turi Baru, ada juga yang hanya bisa menatap api meludeskan stan milik mereka.
Effendi, salah satu pemilik stan tampak sangat terpukul. Air matanya menetes melihat stan sepatunya tak bisa diselamatkan.” Dulu stan yang di Pasar Turi sudah terbakar. Sekarang terbakar lagi,” kata pria bertubuh tinggi besar itu sambil menitikkaan air mata. Petugas pemadam kebakaran terus bekerja keras. Sirine mobil PMK meraung-raung silih berganti datang dan pergi. Satpol PP dan anggota kepolisian mengamankan dan menertibkan sekitar lokasi kebakaran yang juga dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan kebakaran.
Sekitar pukul 23.30 WIB tiba- tiba terdengar suara perempuan berteriak. ”Minggir... minggir,” ternyata itu suara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang datang menggunakan jaket kulit hitam dan jilbab hitam.Dia lalu mengusir orangorang tak berkepentingan di lokasi tersebut. Dia mondarmandir sambil memegang handy talky. ”Cepat datangkan alat berat dari Dinas PU,” kata dia melalui handy talky.
Pedagang yang sempat ingin mengadukan nasib malah langsung kena semprot agar mau diam lebih dulu. Di deretan stan lain yang masih jauh dari terdengar jeritan dari pedagang beserta anggota keluarga lainnya membuat suasana semakin gaduh. Para pedagang ini sebisa mungkin menyelamatkan barang dagangannya yang masih bisa diselamatkan. Petugas pemadam kebakaran juga masih terus berjibaku melawan api yang terus berkobar dan semakin membesar serta semakin merembet ke lantai dasar.
Atap bangunan di lantai 3 dan lantai 2 sudah ambruk. Sementara lantai yang terbuat dari kayu juga habis terbakar. Parahnya lagi,api merembet ke pemukiman warga. Angin kencang tadi malam menerbangkan bara api ke perkampungan padat Dupak Magersari yang lokasinya bersebelahan dengan Pasar Turi Lama. hasilnya, beberapa rumah ikut terbakar dengan mengeluarkan kepulan asap hitam yang pekat.
Tak mau api membesar, warga Dupak meminta petugas PMK untuk melakukan pembasahan di salah satu rumah warga. Pemukiman Dupak Margesari ini dibelah perlintasan kereta api. Salah satu pedagang Jayadi Ali Shadikin menuturkan, kebakaran ini membuat para pedagang semakin frustasi. Selama ini dia dan pedagang lain masih belum memperoleh kepastian dapat stan di Pasar Turi baru. ”Ini kok malah TPS yang jadi sumber kami mencari nafkah malah terbakar,” katanya,tadi malam.
Ia tak bisa berbuat banyak ketika stan di TPS habis dilalap si jago merah. Hatinya seakan hancur berkeping-keping ketika nasib yang diterima pedagang terus terpuruk. Selama lima tahun ini,sejak Pasar Turi terbakar ia sudah tak bisa berbuat banyak. ”Tapi malah terbakar lagi seperti ini,” keluhnya. Kondisi sama juga dialami oleh Kemas A Chalim. Kebakaran yang kedua kalinya di Pasar Turi membuat pedagang shock.Ia tak habis pikir dengan nasib buruk yang selalu saja menimpa pedagang. ”Terus mau jualan dimana lagi kalau terbakar terus,”katanya.
Seperti juga pada kebakaran besar 27 Juli 2007 dengan kerugian diprediksi mencapai Rp1,7 triliun, pedagang kasakkusuk bahwa Pasar Turi memang sengaja dibakar.Apalagi ada informasi bahwa tadi malam polisi menyita botol spiritus. Namun sekali lagi dugaan ini dipatahkan.Polisi menduga bahwa kebakaran akibat korsleting listrik karena jaringan kabel di pasar yang amburadul.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto pun belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. ”Kami belum bisa memastikan karena belum ada penyelidikan. Nanti kalau sudah padam,baru petugas mencari penyebabnya,” ujarnya dini hari tadi.
Ratusan personel dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Bubutan dikerahkan untuk mengamankan lokasi kejadian. Tim identifikasi Polrestabes Surabaya dan Tim Labfor Polri Cabang Surabaya akan melakukan olah tempat kejadian perkara setelah api benarbenar bisa dipadamkan.
Hingga pukul 24.00 WIB api terus meluluhlantakkan bangunan milik para padagang yang dulu stannya sudah terbakar itu. Cepatnya kobaran api tak pelak membuat para pedagang yang malam itu sebenarnya sudah akan mulai menutup kios menjadi panik dan histeris. Suara jeritan dan isak tangis terdengar di antara kesibukan para pedagang yang berhamburan, berusaha menyelamat kan barang-barang mereka.
Wajah pilu para pedagang itu takbisadisembunyikan.Mereka hanya bisa meratapi nasib. Sejumlah pemilik stan bahkan ada yang nekat masuk ke dalam bangunan, menyelamatkan barang dagangan dengan melemparnya dari atas,meski api sudah sangat dekat. Dari tanah lapang lokasi bakal Pasar Turi Baru, ada juga yang hanya bisa menatap api meludeskan stan milik mereka.
Effendi, salah satu pemilik stan tampak sangat terpukul. Air matanya menetes melihat stan sepatunya tak bisa diselamatkan.” Dulu stan yang di Pasar Turi sudah terbakar. Sekarang terbakar lagi,” kata pria bertubuh tinggi besar itu sambil menitikkaan air mata. Petugas pemadam kebakaran terus bekerja keras. Sirine mobil PMK meraung-raung silih berganti datang dan pergi. Satpol PP dan anggota kepolisian mengamankan dan menertibkan sekitar lokasi kebakaran yang juga dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan kebakaran.
Sekitar pukul 23.30 WIB tiba- tiba terdengar suara perempuan berteriak. ”Minggir... minggir,” ternyata itu suara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang datang menggunakan jaket kulit hitam dan jilbab hitam.Dia lalu mengusir orangorang tak berkepentingan di lokasi tersebut. Dia mondarmandir sambil memegang handy talky. ”Cepat datangkan alat berat dari Dinas PU,” kata dia melalui handy talky.
Pedagang yang sempat ingin mengadukan nasib malah langsung kena semprot agar mau diam lebih dulu. Di deretan stan lain yang masih jauh dari terdengar jeritan dari pedagang beserta anggota keluarga lainnya membuat suasana semakin gaduh. Para pedagang ini sebisa mungkin menyelamatkan barang dagangannya yang masih bisa diselamatkan. Petugas pemadam kebakaran juga masih terus berjibaku melawan api yang terus berkobar dan semakin membesar serta semakin merembet ke lantai dasar.
Atap bangunan di lantai 3 dan lantai 2 sudah ambruk. Sementara lantai yang terbuat dari kayu juga habis terbakar. Parahnya lagi,api merembet ke pemukiman warga. Angin kencang tadi malam menerbangkan bara api ke perkampungan padat Dupak Magersari yang lokasinya bersebelahan dengan Pasar Turi Lama. hasilnya, beberapa rumah ikut terbakar dengan mengeluarkan kepulan asap hitam yang pekat.
Tak mau api membesar, warga Dupak meminta petugas PMK untuk melakukan pembasahan di salah satu rumah warga. Pemukiman Dupak Margesari ini dibelah perlintasan kereta api. Salah satu pedagang Jayadi Ali Shadikin menuturkan, kebakaran ini membuat para pedagang semakin frustasi. Selama ini dia dan pedagang lain masih belum memperoleh kepastian dapat stan di Pasar Turi baru. ”Ini kok malah TPS yang jadi sumber kami mencari nafkah malah terbakar,” katanya,tadi malam.
Ia tak bisa berbuat banyak ketika stan di TPS habis dilalap si jago merah. Hatinya seakan hancur berkeping-keping ketika nasib yang diterima pedagang terus terpuruk. Selama lima tahun ini,sejak Pasar Turi terbakar ia sudah tak bisa berbuat banyak. ”Tapi malah terbakar lagi seperti ini,” keluhnya. Kondisi sama juga dialami oleh Kemas A Chalim. Kebakaran yang kedua kalinya di Pasar Turi membuat pedagang shock.Ia tak habis pikir dengan nasib buruk yang selalu saja menimpa pedagang. ”Terus mau jualan dimana lagi kalau terbakar terus,”katanya.
Seperti juga pada kebakaran besar 27 Juli 2007 dengan kerugian diprediksi mencapai Rp1,7 triliun, pedagang kasakkusuk bahwa Pasar Turi memang sengaja dibakar.Apalagi ada informasi bahwa tadi malam polisi menyita botol spiritus. Namun sekali lagi dugaan ini dipatahkan.Polisi menduga bahwa kebakaran akibat korsleting listrik karena jaringan kabel di pasar yang amburadul.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto pun belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut. ”Kami belum bisa memastikan karena belum ada penyelidikan. Nanti kalau sudah padam,baru petugas mencari penyebabnya,” ujarnya dini hari tadi.
Ratusan personel dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Bubutan dikerahkan untuk mengamankan lokasi kejadian. Tim identifikasi Polrestabes Surabaya dan Tim Labfor Polri Cabang Surabaya akan melakukan olah tempat kejadian perkara setelah api benarbenar bisa dipadamkan.