Politik Palestina: AS Tak Berencana Berikan Perdamaian di Timur Tengah

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 16 Sep 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner C

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    748
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Pejabat Palestina mengungkapkan keraguan mereka, tentang apakah Amerika Serikat akan bisa memberikan rencana perdamaian Timur Tengah, sehubungan konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun. Mereka berpendapat Amerika, di bawah administrasi Presiden Donald Trump, sangat memihak Israel. Bukti paling nyata adalah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    Oleh: Ali Sawafta (Reuters)

    Amerika Serikat (AS) tidak akan memberikan rencana yang telah lama ditunggu-tunggu yaitu rencana perdamaian Israel-Palestina dalam waktu dekat ini, sebaliknya AS berusaha mengubah secara sepihak kerangka acuan untuk proposal mendatang, kata seorang pejabat senior Palestina, Sabtu (15/9).

    Turut menyuarakan skeptisisme mendalam di antara warga Palestina, negara-negara Arab dan para analis, Saeb Erekat, kepala negosiator Palestina, mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump berpihak pada Israel mengenai isu-isu inti konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun, mengubur semua peluang untuk perdamaian Timur Tengah.

    “Saya tidak yakin mereka akan menyajikan suatu rencana,” kata Erekat dalam wawancara dengan Reuters di Jericho. “Seluruh dunia menolak ide-ide mereka. Mereka sudah melaksanakan rencana mereka dengan mengubah kerangka acuan,” katanya.

    Keraguan telah meningkat tentang apakah pemerintahan Trump dapat mengamankan apa yang disebutnya sebagai “kesepakatan akhir” sejak Desember, ketika Presiden AS mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan kemudian memindahkan Kedutaan Besar AS ke sana, dari Tel Aviv.

    Yerusalem adalah salah satu masalah utama dalam konflik Israel-Palestina. Kedua pihak mengklaimnya sebagai ibukota. Langkah Trump tersebut membuat marah orang-orang Palestina, yang sejak itu memboikot upaya perdamaian pemerintah AS, yang dipimpin oleh menantu presiden AS, Jared Kushner.

    Amerika Serikat juga telah menghentikan bantuan untuk Palestina dan UNRWA—badan PBB untuk para pengungsi Palestina—dan telah memerintahkan kantor PLO di Washington ditutup, yang semakin membuat marah para pemimpin Palestina.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG