Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Studi terbaru mengungkap bahwa orang yang selingkuh berpotensi untuk terus mengkhianati pasangan mereka. Hasil studi ini dipaparkan di konvensi tahunan American Psychological Association.
Menurut studi tersebut, orang yang selingkuh tiga setengah kali lebih mungkin untuk bermain serong. Dan sayangnya, para ilmuwan juga menemukan bahwa korban perselingkuhan lebih mungkin untuk diselingkuhi lagi di masa depan.
Studi ini meneliti hubungan masa lalu dan sekarang dari 484 orang yang belum menikah antara usia 18 sampai 34 tahun. Kesimpulan yang bisa diambil dari studi ini adalah kebanyakan orang tidak belajar dari kesalahan mereka. Tidak peduli seberapa menyakitkan konsekuensi yang harus mereka atau pasangan mereka terima karena perselingkuhan itu.
"Kita sering berpikir bahwa kita dapat belajar dari pengalaman dan kesalahan kita, terutama jika itu berhubungan dengan cinta. Tetapi temuan ini membuktikan bahwa kita tidak pernah belajar," kata Kayla Knopp, seorang lulusan psikologi yang memimpin studi ini, kepada metro.co.uk.