Berita Orang Han Ditempatkan Serumah dengan Uighur untuk Cegah Ekstremisme

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 10 Nov 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner D

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    602
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Para pegawai pemerintah dari ras Han diminta untuk pindah ke rumah keluarga Uighur untuk ‘membimbing mereka’ dalam melawan ekstremisme. Program ini juga disebut-sebut bertujuan untuk mendorong ikatan sosial dan menyebarluaskan kebijakan Beijing. Orang Uighur menyebut kampanye ini sebagai “skema pengawasan rumah oleh orang asing,” menurut laporan di surat kabar Hong Kong.

    Oleh: Asia Times

    Pemerintah China ingin anggota Partai Komunis China (CCP) dan pegawai negeri untuk tinggal bersama orang-orang Uighur di Provinsi Xinjiang dalam upaya untuk mendorong “ikatan sosial.”

    Terdapat penolakan atas ide ini, tidak hanya dari orang Uighur, tetapi juga dari para pegawai negeri. Inisiatif baru ini adalah bagian dari sejumlah langkah yang diluncurkan atas nama “mendorong komunikasi dan interaksi di antara etnis minoritas yang berbeda.”

    The People’s Daily melaporkan pada Rabu (7/11) bahwa mulai September, lebih dari 1,1 juta pegawai negeri di Xinjiang—yang sebagian besar dari ras Han yang dominan—telah berpasangan dengan sekitar 1,7 juta orang Uighur, Kazakh, dan Hui dan keluarga mereka, untuk menyebarluaskan kebijakan Beijing dan ‘memberantas ekstremisme.’

    Di prefektur seperti Kashgar, Hotan, dan Aksu di bagian paling selatan Xinjiang yang berbatasan dengan Afghanistan dan Pakistan, di mana Uighur masih membentuk hampir setengah dari populasi lokal—sebuah wilayah yang dilanda serangkaian serangan teroris selama bertahun-tahun—para pegawai pemerintah diberitahu untuk pindah ke rumah keluarga Uighur setempat untuk “membentuk ikatan dan persaudaraan dengan hidup di bawah satu atap.”

    Orang Uighur menyebut kampanye ini “skema pengawasan rumah oleh orang asing,” menurut laporan di surat kabar Hong Kong.

    Juga dilaporkan bahwa anggota pasukan lokal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), serta anggota Korps Polisi Bersenjata Xinjiang dan paramiliter Korps Produksi dan Konstruksi Xinjiang, telah melakukan “kunjungan rumah” milik 49 juta penduduk etnis Uighur di seluruh wilayah.

    Kunjungan rumah dan program hidup bersama pertama kali dilaksanakan di prefektur selatan ini dua tahun lalu, dan sekarang sedang digulirkan di Xinjiang, termasuk di ibu kota Urumqi.

    Di sana, beberapa pegawai pemerintah harus tidur di tangga atau memesan kamar di hotel-hotel terdekat dengan biaya sendiri, setelah keluarga Uighur yang ditugasi untuk tinggal bersama mereka menolak untuk membiarkan mereka masuk.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG