Blog Sakinah
IndoForum Newbie D
- No. Urut
- 176628
- Sejak
- 6 Jul 2012
- Pesan
- 90
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 6
Sesudah Allah menjadikan Adam dari tanah, maka Allah memberitahukan nama semua barang-barang untuk diajarkan kepada anak cucunya. Setelah mengetahuinya maka Allah memerintahkan membawa kehadapan para malaikat dan di suruh menunjukkan nama barang-barang itu. Tetapi para malaikat tidak ada yang dapat mengetahuinya. “Maha Suci Engkau ya Tuhan, kami tidaklah akan mengetahuinya melainkan yang sudah Tuhan ajarkan.(Al-Baqarah: 32). Ayat ini juga menunjukkan bahwa manusia itu lebih utama dar para malaikat. Manusia di jadikan disertai akal dan indera yang sempurna, lebih dari pada makhluk- makhluk yang lainnya.
Kemudian Allah memerintahkan kepada jin dan malaikat untuk sujud kepada Adam. Semua malaikat sujud, tetapi dari golongan jin yang di sebut Azazil menolak dengan congkak dan tidak mau menghormati. Waktu ditanya oleh Allah dia menjawab:” Saya lebih baik dari pada dia, karena saya dijadikan dari api sedang Adam dari tanah.” (Al-A’raf : 12). Jin yang membangkang perintah Allah di sebut iblis (lari dari kebaikan).
Hawa menjadi ibunya manusia, dijadikan oleh Allah dari tulang rusuk Adam untuk temannya. Maka berkumpullah Adam dengan Hawa sebagai suami istri. Allah telah menempatkan keduanya di surga sebelum diturunkan ke bumi. Tinggallah disurga dengan makan, minum sesuka hati. Tetapi tidak boleh mendekati pohon khuldi ini. Iblis membujuk Adam dan Hawa dengan omongan lemah lembut . Tetapi Adam dan Hawa tidak suka mengikutinya, maka Iblis bersumpah. Setelah mendengarkan kata-kata yang halus dan sumpah dari Iblis itu lalu diambilnya buah tersebut dan dimakannya.
Setelah makan buah khuldi, maka ia merasa malu bertelanjang dan tahu akan auratnya serta merasa durhaka kepada Allah, karena melanggar larangannya. Kemudian ia mengambil daun surga guna menutupi auratnya sambil menangis dan minta ampun kepada Allah. Karena melanggar larangannya. “ Mereka berdua berkata: Hai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami. Oleh karena itu jika tidak Engkau ampuni dan tidak Engkau beri rahmat, niscaya kami jadi orang-orang yang merugi. (Al-A’raf: 23).
Hawa melahirkan anak 21 kali dan setiap kali melahirkan anak seorang laki-laki dan yang seorang perempuan. Maka jadilah keduanya saudara kandung dan tidak boleh dikawinkan menurut perintah Allah. Jadi dalam agama Islam hukum tentang saudara kandung tidak boleh dikawini, sudah ada sejak Adam sampai syariat yang di bawa Nabi Muhammad. Anak Adam yang tertua bernama Qabil dan saudara perempuannya bernama Iklima. Yang kedua bernama Habil dan saudara perempuannya Labuda. Qabil dan Iklima mempunyai bentuk badan dan wajah yang bagus, beda dengan Habil dan Labuda. Adapun anak Adan yang terakhir adalah sat orang yaitu Syis. Dia menjadi nabi dan menurunkan anak cucu yang menjadi nabi juga.
Qabil menjadi seorang pedagang dan bercocok tanam. Habil menjadi peternak dan memperternakkan kambingnya. Sesudah sampai pada waktunya maka akan dikawinkan kedua anaknya itu oleh Adam. Menurut perintah Allah, Qabil dikawinkan dengan Labuda, dan Habil dengan Iklima. Tetapi Qabil tidak suka menerima peraturan itu dan memaksa minta dikawinkan dengan Iklima. Untuk memutuskan perkara itu maka Adam memerintahkan kepada kedua anaknya untuk berqurban. Maka qurbannya yang di terima oleh Allah, dialah yang memiliki Iklima. Qabil berqurban dengan tanamannya dan Habil dengan kambingnya. Setelah itu, maka yang diterima oleh Allah adalah qurbannya Habil dengan tanda di saut oleh api. Qabil tahu bahwa qurbannya tidak diterima, maka ia membunuh adiknya (Habil).
Nabi Adam mula-mula diturunkan di tanah Hindustan dan Hawa di Jedah, keduanya bertemu di Muzdalifah. Adam meninggal di tanah Hindustan dan dikuburkan di sana, setelah satu tahun kemudian, maka wafatlah Hawa di Jedah dan di kuburkan disana.
TAMAT.
Kemudian Allah memerintahkan kepada jin dan malaikat untuk sujud kepada Adam. Semua malaikat sujud, tetapi dari golongan jin yang di sebut Azazil menolak dengan congkak dan tidak mau menghormati. Waktu ditanya oleh Allah dia menjawab:” Saya lebih baik dari pada dia, karena saya dijadikan dari api sedang Adam dari tanah.” (Al-A’raf : 12). Jin yang membangkang perintah Allah di sebut iblis (lari dari kebaikan).
Hawa menjadi ibunya manusia, dijadikan oleh Allah dari tulang rusuk Adam untuk temannya. Maka berkumpullah Adam dengan Hawa sebagai suami istri. Allah telah menempatkan keduanya di surga sebelum diturunkan ke bumi. Tinggallah disurga dengan makan, minum sesuka hati. Tetapi tidak boleh mendekati pohon khuldi ini. Iblis membujuk Adam dan Hawa dengan omongan lemah lembut . Tetapi Adam dan Hawa tidak suka mengikutinya, maka Iblis bersumpah. Setelah mendengarkan kata-kata yang halus dan sumpah dari Iblis itu lalu diambilnya buah tersebut dan dimakannya.
Setelah makan buah khuldi, maka ia merasa malu bertelanjang dan tahu akan auratnya serta merasa durhaka kepada Allah, karena melanggar larangannya. Kemudian ia mengambil daun surga guna menutupi auratnya sambil menangis dan minta ampun kepada Allah. Karena melanggar larangannya. “ Mereka berdua berkata: Hai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami. Oleh karena itu jika tidak Engkau ampuni dan tidak Engkau beri rahmat, niscaya kami jadi orang-orang yang merugi. (Al-A’raf: 23).
Hawa melahirkan anak 21 kali dan setiap kali melahirkan anak seorang laki-laki dan yang seorang perempuan. Maka jadilah keduanya saudara kandung dan tidak boleh dikawinkan menurut perintah Allah. Jadi dalam agama Islam hukum tentang saudara kandung tidak boleh dikawini, sudah ada sejak Adam sampai syariat yang di bawa Nabi Muhammad. Anak Adam yang tertua bernama Qabil dan saudara perempuannya bernama Iklima. Yang kedua bernama Habil dan saudara perempuannya Labuda. Qabil dan Iklima mempunyai bentuk badan dan wajah yang bagus, beda dengan Habil dan Labuda. Adapun anak Adan yang terakhir adalah sat orang yaitu Syis. Dia menjadi nabi dan menurunkan anak cucu yang menjadi nabi juga.
Qabil menjadi seorang pedagang dan bercocok tanam. Habil menjadi peternak dan memperternakkan kambingnya. Sesudah sampai pada waktunya maka akan dikawinkan kedua anaknya itu oleh Adam. Menurut perintah Allah, Qabil dikawinkan dengan Labuda, dan Habil dengan Iklima. Tetapi Qabil tidak suka menerima peraturan itu dan memaksa minta dikawinkan dengan Iklima. Untuk memutuskan perkara itu maka Adam memerintahkan kepada kedua anaknya untuk berqurban. Maka qurbannya yang di terima oleh Allah, dialah yang memiliki Iklima. Qabil berqurban dengan tanamannya dan Habil dengan kambingnya. Setelah itu, maka yang diterima oleh Allah adalah qurbannya Habil dengan tanda di saut oleh api. Qabil tahu bahwa qurbannya tidak diterima, maka ia membunuh adiknya (Habil).
Nabi Adam mula-mula diturunkan di tanah Hindustan dan Hawa di Jedah, keduanya bertemu di Muzdalifah. Adam meninggal di tanah Hindustan dan dikuburkan di sana, setelah satu tahun kemudian, maka wafatlah Hawa di Jedah dan di kuburkan disana.
TAMAT.