• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Muncul ”Pulau” di Kawah Kelud

Ajido-Marujido

IndoForum VIP: The Special One
No. Urut
10016
Sejak
31 Des 2006
Pesan
4.815
Nilai reaksi
147
Poin
63
Rusak Alat Sensor Suhu, Semburan Abu Radius 7 Km
KEDIRI - Situasi Gunung Kelud sulit ditebak. Kejutan kembali muncul. Setelah asap tebal, kemarin tiba-tiba muncul kubah lava di dalam kawah yang panas itu. Itu fenomena baru. Dalam sejarah letusan sebelumnya, tidak pernah ada kubah seperti itu.

"Bentuknya seperti pulau dengan diameter sekitar 100 meter," ujar Kasubbid Pengamatan Gunung Kelud Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Agus Budianto di Balai Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kediri, kemarin.

Menurut Agus, kubah lava yang sebelumnya hanya terdeteksi sebagai noktah hitam itu terekam circuit camera television (CCTV) sekitar pukul 08.00. Kedalaman kubah sekitar 10 meter dari permukaan air danau kawah. Luas kawah itu sendiri sekitar 400 m x 300 meter. Bila menyembul ke permukaan, pulau tersebut akan mirip dengan posisi Pulau Semosir di tengah Danau Toba, Sumut.

Dari perhitungan sementara, diduga, posisinya terangkat 40 meter dari sebelumnya, dasar kawah. "Kita hitung dari besaran kawah dengan daya tampungnya. Jadi, besaran noktah hitam itu bisa kita ketahui," jelasnya seraya menunjukkan gambar kubah lava yang dicetaknya dari rekaman CCTV.

Dari gambar tersebut, terlihat bahwa asap tebal berwarna putih juga masih terus mengepul dari kawah di puncuk Kelud dengan ketinggian 1724 meter di atas permukaan laut tersebut. Begitu pula warna airnya yang telah berubah dari hijau menjadi putih keruh di seluruh permukaan. Data hingga pukul 15.00 kemarin, ketinggian asap yang semakin tebal itu sudah mencapai 500 hingga 800 meter.

Agus mengatakan, naiknya kubah lava itu membuat dasar danau kawah semakin mendangkal. Namun, tim vulkanologi belum menghitung penurunan volume airnya. Yang jelas, sebelumnya, 2,5 juta meter kubik. "Pastinya berkurang. Dasarnya saja semakin naik," katanya.

Karena naiknya kubah lava itu pula, tambah dia, sensor suhu yang dipasang di dalam kawah rusak. Akibatnya, temperatur kawah tidak bisa terekam. Terakhir, suhu yang tercatat di kedalaman 15 meter adalah 77,5 derajat Celsius.

Di kedalaman 10 meter 64,5 derajat Celsius dan di permukaan 75,5 derajat Celsius. "Suhu di permukaan lebih tinggi daripada kedalaman 10 meter karena terpengaruh naiknya kubah lava," terangnya.

Dia menambahkan, meski sensor suhu rusak, kerja tim vulkanologi dalam memantau Kelud tidak terganggu. Sebab, alat pemantau dua paramater lain, yaitu kegempaan dan deformasi, masih berkerja dengan baik. "Justru kalau dua parameter itu rusak sedangkan suhu masih jalan, kami merasa kesulitan," ujar Agus.

Kemarin, lanjutnya, seismograf masih mencatat gempa tremor vulkanik secara terus-menerus. Amplitudo maksimumnya 0,5 mm-13 mm. Angka ini relatif besar. Selain itu, terekam 173 kali gempa embusan dengan amplitudo maksimal 3 mm-20 mm selama 90 detik. Pada pukul 06.00, terekam satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo maksimal 15 mm selama sebelas detik.

Dari sisi deformasi, pada pukul 10.45, terjadi inflasi (peningkatan) dan deflasi (penurunan) sebesar 23 mikrodian. Ini naik drastis daripada hari sebelumnya yang menunjukkan angka 7-9 mikrodian.


Abu Semeru di Blitar

Sementara itu, Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Kelud Umar Rosadi menerangkan, setelah diuji, abu yang ditemukan di sekitar pos pengamat Kelud di Desa Sugihwaras dipastikan berasal dari gunung tersebut. Sedangkan abu yang dikabarkan turun di wilayah Kesamben dan Blitar tidak berasal dari Kelud. "Saya tegaskan, abu itu berasal dari Gunung Semeru," tegas Umar yang mendampingi Agus.

Menurut dia, sampai saat ini, abu dari Kelud jatuh sampai radius tujuh kilometer saja. Apalagi embusan asap yang membawa abu itu condong ke arah utara. Sedangkan Blitar dan Kesamben berada di sisi selatan gunung.

Tim saat ini, kata Umar, lebih mengutamakan pemantauan langsung dari alat-alat rekaman yang masih ada. "Kami larang pemantauan ke kawah. Cukup melihat dari CCTV," tegasnya. Dia menyesalkan masih banyaknya warga yang nekat masuk ke kawasan Gunung Kelud.

Dia tetap meminta masyarakat berhati-hati. Mengikuti rekomendasi dengan berada di daerah aman sejauh 10 kilometer dari kawah atau berada di tempat pengungsian. Pertimbangannya, sejarah letusan Gunung Kelud berbeda dengan letusan-letusan sebelumnya. Karena itu, diyakini dampak letusan yang lebih besar.

Sampai kemarin, status Kelud tetap awas. Sejumlah perkembangan kawah gunung itu membuat semua pihak tetap awas.

Menurut Kepala PVMBG Surono, kemungkinan antara meletus dan tidak meletus masih imbang. Hanya saja, kemungkinan meletus lebih besar.

Menurtnya kemungkinan Kelud tak meletus dimungkinkan apabila energi telah ditransfer melalui kepulan asap. Sedangkan dua kemungkinan lain masih memungkinkan Kelud akan meletus.

Kemungkinan pertama, muncul letusan uap yang membawa air danau kawah karena tenaga terhembus dari dalam kawah yang mampu mendobrak dasar danau kawah. Selanjutnya diikuti oleh letusan Plinian yang berupa letusan gunung api yang diikuti dengan awan panas, lontaran material pijar, abu, dan debu vulkanik.

Kemungkinan lain, jika tekanan di dalam tubuh Gunung Kelud terus bertambah karena naiknya magma menuju ke permukaan sedangkan embusan asap tidak dapat menyeimbangkan tekanan di dalam tubuh Gunung Kelud, akan terjadi akumulasi tekanan semakin membesar. "Akhirnya juga terjadi letusan,." ucapnya. (dea/jpnn)

sumber: http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=311179
 
wohhh.... aneh2 aja di kawah gunung muncul pulau..... wah2..... gunung kelud emang aneh ne.....
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.