Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jangan berulah waktu Maghrib, Pamali! Begitulah petuah orang tua yg sering kita dengarkan waktu masa kanak-kanak dulu. Siapa sangka, hal ini menimpa kepada sekelompok mahasiswa akibat ulahnya sendiri. Cerita bermula saat liburan tengah semester, Anin mengajak 3 orang temannya, Pambudi, Hilda & Nugraha, untuk ikut berlibur ke tempat neneknya di Cianjur, Jawa Barat. Mereka berangkat saat mentari baru sepertiganya muncul ke langit.
Perjalanan dari Tangerang menuju Cianjur memakan waktu sekitar 5 jam. Tak ada yg dapat mereka lakukan di perjalanan selain cuma beristirahat sejenak untuk ke toilet atau makan.
Pukul 10:30 WIB pun mereka hingga di rumah neneknya Anin. Gapura Desa Sindangkaras pun menyambut kedatangan mereka
Sore hari, mereka asyik bersantai duduk di halaman rumah sambil ngobrol-ngobrol & bersantap air kelapa yg dibawakan Anin dari rumah Neneknya. Nugraha, dengan sifat bercandanya pun terus menghibur teman-temannya, hingga ia tak menyadari kalau bercandanya sudah hampir melewati batas, ia tak menyadari bahwa saat itu adalah waktu Maghrib. Ditengah candaan mereka tiba-tiba Hilda berdiri & berjalan begitu saja meninggalkan teman-temannya. Dengan tampang pucat & datar.Nugraha, Anin & Pambudi memandangi Hilda dengan bertanya-tanya akibat wajahnya yg tanpa ekspresi, seakan-akan bertanya-tanya ada apa dengan Hilda.
Nugraha pergi ke dalam untuk ke toilet, namun saat harap kembali ke depan. Ia melihat ada sebuah mukena berwarna putih menggantung di koridor. Seketika terlintas sebuah ide untuk bertingkah usil kepada teman-temannya.
Nugraha: Lha, perasaan tadi pas mau ke kamar mandi nggak ada mukena ngegantung di sini deh. Eh tetapi lumayan nih buat bahan. Gw kerjain anak-anak ah.Nugraha lantas mengambil mukena itu & memakainya. Dengan penuh percaya diri, Nugraha berkaca terlebih dulu, melihat dandanannya itu. Setelah sesuai, ia langsung berjalan ke jendela yg dapat dilihat dari sisi luar & ternyata...
Senapsaran dengan kelanjutannya? Langsung aja dengerin Mencekam cuma di Kaskus Podcast!
Perjalanan dari Tangerang menuju Cianjur memakan waktu sekitar 5 jam. Tak ada yg dapat mereka lakukan di perjalanan selain cuma beristirahat sejenak untuk ke toilet atau makan.
Pukul 10:30 WIB pun mereka hingga di rumah neneknya Anin. Gapura Desa Sindangkaras pun menyambut kedatangan mereka
Sore hari, mereka asyik bersantai duduk di halaman rumah sambil ngobrol-ngobrol & bersantap air kelapa yg dibawakan Anin dari rumah Neneknya. Nugraha, dengan sifat bercandanya pun terus menghibur teman-temannya, hingga ia tak menyadari kalau bercandanya sudah hampir melewati batas, ia tak menyadari bahwa saat itu adalah waktu Maghrib. Ditengah candaan mereka tiba-tiba Hilda berdiri & berjalan begitu saja meninggalkan teman-temannya. Dengan tampang pucat & datar.Nugraha, Anin & Pambudi memandangi Hilda dengan bertanya-tanya akibat wajahnya yg tanpa ekspresi, seakan-akan bertanya-tanya ada apa dengan Hilda.
Nugraha pergi ke dalam untuk ke toilet, namun saat harap kembali ke depan. Ia melihat ada sebuah mukena berwarna putih menggantung di koridor. Seketika terlintas sebuah ide untuk bertingkah usil kepada teman-temannya.
Nugraha: Lha, perasaan tadi pas mau ke kamar mandi nggak ada mukena ngegantung di sini deh. Eh tetapi lumayan nih buat bahan. Gw kerjain anak-anak ah.Nugraha lantas mengambil mukena itu & memakainya. Dengan penuh percaya diri, Nugraha berkaca terlebih dulu, melihat dandanannya itu. Setelah sesuai, ia langsung berjalan ke jendela yg dapat dilihat dari sisi luar & ternyata...
Senapsaran dengan kelanjutannya? Langsung aja dengerin Mencekam cuma di Kaskus Podcast!
Kemarin 21:07