• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Misteri Rumah Baru2

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. ArRay
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

ArRay

IndoForum Senior C
No. Urut
98490
Sejak
1 Jun 2010
Pesan
5.107
Nilai reaksi
142
Poin
63
Saat hari menjelang subuh, tiba-tibas aku terbangun. Di telingaku sayup-sayup terdengar suara wanita yang sedang menangis pilu. Semula aku tidak terlalu memperhatikannya karena aku mengira itu suara orang yang sedang mengaji di masjid.

Namun aku abru ingat bahwa tempat tinggalku jauh dari masjid, padahal suara itu terdengar sangat dekat seperti di sebelah rumah. Bahkan lama-kelamaan juga terdengar semakin keras.

Keesokan paginya aku ceritakan hal itu pada keluargaku. Karena itulah kemudian pada malam harinya aku tidur ditemani kakak lai-lakiku. Dan begitu malam telah larut, suara itu pun mulai terdengar lagi. Karena penasaran aku,kakak serta adikku keluar untuk melihat suara apa yang terdengar dari dalam kamarku itu.

Ternyata di luar rumah kami tidak menemukan apa-apa. Yang ada hanya rimbunan pohon bamboo yang terlihat sangat menyeramkan.
Kamipun kembali masuk kedalam rumah sambil memendam rasa penasaran. Bahkan suara orang menangis yang terdengar seperti orang yang mengaji juga terdengar manakala menjelang waktu subuh.

Padahal waktu kami cek keluar juga tidak ada apa-apa. Demikian pula saat kami mengecek di masjid terdekat. Pada saat itu kami tidak menemukan ada orang yang sedang mengaji di sana .

Rasa penasaran terus menyelimuti hati kami, karena suara tiu seringkali muncul meski tidak setiap hari. Kami masih bingung suara apa yang kami dengar itu. Tapi dari beberapa cerita penduduk di desa itu, kebanyakan meraka mengatakan kalau rumah yang kami tempati itu sangat angker. Sejak dulu tidak ada orang yang berani menempatinya.

Karena itulah ibuku senantiasa menyuruhku untuk berdoa agar tuhan selalu melindungi kami. Tapi beberapa waktu kemudian akhirnya kami pindah juga dan kembali ke rumah kami semula.
 
ntar kalau ada lanjutan nya gua kasih lagi brooo gua juga baca nya baru sampai situ
 
hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...hiiiiiiiihiihihihihihhhhhhhhhhhhhhhhhh
.............
Bah.....ternyata bacaan non fiksi ful triler
 
hehehehehehhehe ketauan yah....??
jadi maluu gua:(
 
ntar kalau dapat episode selanjtna gua post dah
 
Saat hari menjelang subuh, tiba-tibas aku terbangun. Di telingaku sayup-sayup terdengar suara wanita yang sedang menangis pilu. Semula aku tidak terlalu memperhatikannya karena aku mengira itu suara orang yang sedang mengaji di masjid.

Namun aku abru ingat bahwa tempat tinggalku jauh dari masjid, padahal suara itu terdengar sangat dekat seperti di sebelah rumah. Bahkan lama-kelamaan juga terdengar semakin keras.

Keesokan paginya aku ceritakan hal itu pada keluargaku. Karena itulah kemudian pada malam harinya aku tidur ditemani kakak lai-lakiku. Dan begitu malam telah larut, suara itu pun mulai terdengar lagi. Karena penasaran aku,kakak serta adikku keluar untuk melihat suara apa yang terdengar dari dalam kamarku itu.

Ternyata di luar rumah kami tidak menemukan apa-apa. Yang ada hanya rimbunan pohon bamboo yang terlihat sangat menyeramkan.
Kamipun kembali masuk kedalam rumah sambil memendam rasa penasaran. Bahkan suara orang menangis yang terdengar seperti orang yang mengaji juga terdengar manakala menjelang waktu subuh.

Padahal waktu kami cek keluar juga tidak ada apa-apa. Demikian pula saat kami mengecek di masjid terdekat. Pada saat itu kami tidak menemukan ada orang yang sedang mengaji di sana .

Rasa penasaran terus menyelimuti hati kami, karena suara tiu seringkali muncul meski tidak setiap hari. Kami masih bingung suara apa yang kami dengar itu. Tapi dari beberapa cerita penduduk di desa itu, kebanyakan meraka mengatakan kalau rumah yang kami tempati itu sangat angker. Sejak dulu tidak ada orang yang berani menempatinya.

Karena itulah ibuku senantiasa menyuruhku untuk berdoa agar tuhan selalu melindungi kami. Tapi beberapa waktu kemudian akhirnya kami pindah juga dan kembali ke rumah kami semula.

>:D<>:D<agan array......wajar alam dimensi 4 sudah ada ratusan tahun menempati,,,tempat agan.....ya kalo adat jawa ,,,,ibaratnya harus permisi dulu,,mau menempati rumah baru agan.....:)>:D<
 
suflame : iya bener tuh kaka emang hars permisi dlo
yah paling ga biar penguhuninya bisa ga macam2 ama kita
 
adu kirain apaan.....

bayangannya ada ending yg lebih seru gitu.....
 
tanggung tuch,kelarin dunk, bikin penasaran euy,..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.