Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
referensi
Kingsbury Run, Cleveland, Ohio, Amerika Serikat (AS) merupakan wilayah kumuh, suram, & berbahaya di Negeri Paman Sam pada era 1935-1938.
Dikatakan begitu karena wilayah itu diisi banyak sekali gelandangan & orang buangan akibat dari peristiwa Depresi Besar yg melanda AS pada 1930-an. Pada era ini, banyak orang kehilangan pekerjaan & mengalami kesulitan ekonomi.
Beberapa area kosong di tempat itu bahkan dijadikan sebagai tempat pemukiman ala kadarnya oleh orang-orang miskin & tunawisma.
Sedangkan area di sebelah timur dipenuhi dengan bar, tempat berjudi, & rumah bordil bernama The Roaring Third.
Tak cuma dijejali oleh gelandangan & tunawisma, Kingsbury Run juga diteror dengan masalah pembunuh berantai yg belum terpecahkan hingga sekarang.
Pembunuh berantai ini diketahui dengan nama "The Cleveland Torso Murderer" atau "Pembunuh Batang Tubuh dari Cleveland".
Sebutan itu merujuk pada kebiasaan pembunuh yg kerap memutilasi & memotong-motong tubuh korbannya hingga menyisakan potongan tubuh tanpa lengan & kaki (torso).
Penemuan mayat-mayat termutilasi
Reputasi Kingsbury Run sebagai tempat orang-orang buangan kian mengganggu dengan penemuan mayat seorang wanita pada September 1934. Mayat wanita ini ditemukan tengah mengambang di Danau Erie, Bratenahl.
Karena ditemukan di danau, wanita berusia 30 tahunan yg tak diketahui bukti diri aslinya ini pun diketahui dengan nama Lady of Lake.
Dari hasil autopsi, penyidik Kolonel A J Pierce menyatakan bahwa tubuh wanita itu sudah dimutilasi pada bagian lutut. Pada tubuh korban juga ditemukan semacam bahan kimia yg menciptakan kulitnya jadi kemerahan & kasar.
Penemuan Lady of Lake itu dianggap seperti angin lalu. Sebab, pihak kepolisian belum menyadari bahwa wanita ini merupakan korban perdana dari rangkaianpembunuhanberantai yg akan terjadi pada tahun-tahun berikutnya.
Hingga pada September 1935, dua remaja laki-laki menemukan mayat yg sudah terpotong di bagian pinggul di Bukit Jackass. Kondisi mayat tanpa kepala ini ditemukan secara mengenaskan dalam kondisi terkebiri.
Ketika ditemukan, tubuhnya tampak sudah bersih & terlihat diletakkan dengan sengaja di balik semak-semak lebat.
Pada jasad tersebut, cuma melekat sepasang kaos kaki & luka bakar di pergelangan tangan. Polisi pun memastikan bahwa pria itu meninggal karena kepalanya dipenggal.
Setelah diidentifikasi, jasad itu ternyata bernama Edward Andrassy. Pria berusia 28 tahun ini merupakan seorang homoseksual
Selepas Andrassy, polisi kembali menemukan mayat ketiga dengan kondisi serupa. Kepala pria berusia 40 tahunan ini dipotong & kemaluannya dikebiri. Kulitnya bahkan sudah diinjeksi dengan bahan kimia.
Menurut catatan pakar forensik, mayat tersebut sudah meninggal selama berhari-hari. Sosok pembunuh terbukti sudah mengawetkan mayatnya dengan cairan kimia.
Kasus pembunuhandi Kingsbury Run pun berlanjut. Pada Januari 1936, potongan tubuh wanita terbungkus koran dalam keranjang ditemukan di sekitar Gedung Hart Manufacturing di Central Avenue.
Semua sisa tubuhnya kecuali kepala ditemukan di sebuah tanah kosong, sepuluh hari setelah penemuan potongan tubuh di Central Avenue.
Ketika diidentifikasi, terungkap wanita ini bernama Florence Polillo. Pelacur & pelayan bar yg tinggal di sekitaran The Roaring Third.
Empat bulan kemudian, dua bocah laki-laki tanpa sengaja menemukan kepala seorang laki-laki etnis kaukasia yg terbungkus sepasang celana dekat sebuah jembatan.
Kehebohan penemuan kepala tersebut pun berlanjut pada keesokan harinya saat polisi menemukan sebuah torso dari pria berusia 20 tahunan yg cocok dengan potongan kepala di dekat jembatan. Jasad pria tanpa kepala ini memiliki enam tato yg tidak dapat diidentifikasi.
Sama seperti Lady of Lake, mayat pria itu tidak dapat dikonfirmasi bukti diri aslinya.
Belum genap satu bulan penemuan mayat pria bertato, pihak kepolisian kembali menemukan mayat pria berkulit putih berusia sekitar 40 tahunan. Ia tewas dipenggal ketika berjalan melewati hutan di dekat Clinton Road & Big Creek.
Dikatakan begitu karena bekas darah yg merembes ke tanah. Diduga kuat pria ini dipenggal di tempat di mana jasadnya ditemukan.
Menurut laporan regu forensik, mayat tersebut diketahui sudah meninggal dua bulan sebelumnya.
Dua bulan berikutnya, tepatnya September 1936, kembali ditemukan mayat pria tidak diketahui yg dibuang di parit. Hanya bagian tubuh bawah & kaki saja yg berhasil dikumpulkan.
Tim investiasi mengungkapkan, sosok itu berusia sekitar 20 tahun. Penyebab kematiannya adalah pemenggalan kepala.
Dugaan polisi akan sosok pembunuh
Teror yg menimpa orang-orang buangan di Kingsbury Run itu pun memunculkan kepanikan massal.
Pihak kepolisian yg dipimpin Kolonel A J Pierce menduga pembunuh sebagai orang yg mengerti anatomi tubuh. Hal ini terlihat dari penggalan kepala yg terpotong rapi dengan sekali tebas di leher.
Jika pembunuh merupakan seorang amatir, tidak mungkin potongan kepala ditemukan secara rapi dengan berbagai cairan kimia yg ada di dalam mayat-mayat tersebut.
Kekalutan masyarakat akan Pembunuh Torso pun kian membuncah. Direktur Keselamatan baru, Eliot Ness, menerima tekanan dahsyat dari masyarakat & pejabat setempat.
Kondisi itu merupakan hal yg tidak biasa bagi Ness. Selama ini, ia diketahui sebagai sosok dengan etos kerja tak kenal lelah, disiplin, tegas, & paham media.
Ia merupakan penyidik gemilang yg berhasil memerangi operasi Al Capone di Chicago, AS. Ness juga bertanggung jawab atas Unit Pajak Alkohol untuk Ohio bagian utara pada Agustus 1934.
Pihak kepolisian kemudian mengutus Detektif Peter Merylo & Martin Zelewski untuk menyelidiki kasus ini. Sementara itu, Kolonel Pierce digantikan oleh Sam Gerber.
Pembunuhanmasih berlanjut
Selepas pergantian sejumlah penyidik, warga Kingsbury Run kembali diteror dengan penemuan sosok wanita di Pantai Brahtenhal pada Februari 1937. Wanita tanpa bukti diri ini diperkirakan berusia 20 tahun. Ia tampak sudah meninggal ketika kepalanya dipenggal.
Masih berlanjut, pada Juli 1937, ditemukan tengkorak manusia di bawah Jembatan Lorain-Carnegie. Di sebelah tengkorak itu, tergeletak karung goni berisi sisa-sisa tulang wanita kulit hitam berusia sekitar 40 tahun.
Dari penyelidikan catatan dental, sosok wanita berkulit hitam itu diketahui dengan nama Rose Wallace.
Korban kesepuluh ditemukan pada bulan yg sama. Jasad tanpa kepala berusia sekitar 30 tahunan ini ditemukan di Sungai Cuyahoga. Dari hasil penyelidikan, ditemukan fakta bahwa pembunuh sudah berhasil merobek perut & jantung korban
Kemudian, pada April 1938, pihak kepolisian kembali menemukan potongan kaki di Sungai Cuyahoga. Sebulan setelahnya, ditemukan dua tas goni berisi potongan tubuh lain.
Ketika diselidiki, dalam tubuh itu ditemukan beberapa obat-obatan yg diduga dipakai pelaku untuk melumpuhkan korban sebelum dipenggal.
Setelah itu, pada Agustus 1938, kembali ditemukan tubuh wanita yg terbungkus blazer biru berkancing dengan selimut tua yg sudah kumal. Kaki & tangan mayat ditemukan terpisah dalam sebuah kotak.
Kepala korban dibungkus serupa. Beberapa potongan tubuh bahkan terlihat diawetkan terlebih dahulu.
Puncak dari kegemparan kasus ini terjadi ketika polisi menemukan mayat lain yg diletakkan cuma beberapa meter saja dari jendela kantor Eliot Ness.
Hal tersebut sontak menciptakan Ness & pihak kepolisian naik pitam. Pasalnya, aksi ini terlihat seperti pelaku tengah mengejek penyidik yg dinilai lambat dalam menangani kasus.
Dilanda frustasi & tekanan kuat, pada 18 Agustus 1938, Ness beserta 35 petugas kepolisian & detektif menggerebek Kingsbury Run. Alhasil, 300 orang lebih didepak dari rumah mereka. Tak cuma itu, pihak kepolisian bahkan membakar habis 100 rumah kumuh di sana.
Aksi Ness itu lantas dikecam publik. Kekalutan yg dirasakan masyarakat kian membuncah dengan tindakan aparat kepolisian.
Tindakan Ness pun dianggap tak menyelesaikan masalah. Meski demikian,kasus pembunuhanberantai itu berhenti setelah insiden pembakaran massal ini.
Suspek pembunuhan
1. Frank Dolezal
Pada 1939, pihak kepolisian menangkap Frank Dolezal. Pria berusia 52 tahun ini ditangkap atas tuduhan pembunuhan Florence Polillo. Menurut keterangannya, Dolezal sempat tinggal dengan wanita itu.
Hasil penyelidikan juga menyebutkan bahwa Dolezal mengenal sosok Edward Andrassy & Rose Wallace. Ia bahkan sering mengunjungi The Roaring Third & diketahui sebagai sosok agresif yg gemar mabuk & marah-marah.
Namun, ketika diinterogasi, Dolezal memberikan sejumlah pernyataan yg tidak konsisten. Belum hingga masuk ke ruang pengadilan, Dolezal ditemukan tewas gantung diri di selnya.
Ketika diidentifikasi, terdapat enam tulang rusuk Dolezal yg patah saat berada di dalam sel tahanan. Padahal, sebelum dibawa ke kantor polisi, ia masih dalam kondisi yg baik-baik saja.
Publik pun jadi ragu atas kesaksian Dolezal. Mereka menduga Dolezal dipaksa untuk mengaku sebagai pembunuh & mengakui perbuatan keji yg tidak pernah dilakukannya.
2. Francis Sweeney
Suspek ini merupakan kandidat paling sempurna yg cocok dengan deskripsi Pembunuh Torso dari Cleveland.
Sweeney adalah mantan prajurit medis pada era Perang Dunia I yg bertanggung jawab untuk mengamputasi para prajurit di lapangan.
Sebelumnya, Sweeney sempat menjalani wawancara bersama Ness & mengikuti dua tes poligraf secara terpisah. Sialnya, ia gagal dalam dua tes ini.
Dugaan kuat Sweeney sebagai sosok jagal Kingsbury Run terletak pada kondisi mentalnya. Disebutkan bahwa ia menderita penyakit jiwa yg parah.
Sweeney sendiri merupakan sepupu dari anggota kongres Martin Sweeny. Beberapa orang menyebut bahwa dirinya kebal hukum. Terlebih lagi ketika ia secara sukarela menyerahkan diri ke rumah sakit jiwa.
Kecurigaan akan Sweeney itu diperkuat ketika ia berada di rumah sakit jiwa. Secara kebetulan, entah bagaimana kasus pemenggalan & pembunuhan berhenti begitu saja ketika dirinya dirawat di sana.
Memasuki tahun 1939, tidak ditemukan lagi kasus pembunuhan oleh Pembunuh Torso Cleveland. Sampai sekarang, kasus ini menjadimisteri pembunuhanberantai yg tidak pernah terpecahkan dalam sejarah.
***
Hari ini 20:07